Sabtu, 13 Februari 2016

LAPORAN PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI PENGAMATAN CUACA HARIAN DI STASIUN AGROKLIMATOLOGI



LAPORAN PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI
 PENGAMATAN CUACA HARIAN DI STASIUN AGROKLIMATOLOGI

Dosen pengampu :
Yulfita farni

Disusun Oleh:
Meida Pane (D1B014025)



PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dari suatu wilayah yang luas dan diperhitungkan dalam jangka waktu yang lama, antara 30 sampai 100 tahun. Ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi. Hasil penyelidikan klimatologi disajikan untuk kepentingan pertanian, peternakan, perikanan, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan iklim .(Huki,2015)
Cuaca adalah kondisi rata-rata atmosfer di suatu tempattertentu dengan waktu yang relatif singkat, mencakup wilayah yang relatif sempit, dan senantiasa berubah tiap saat dari waktu ke waktu. Ilmu yang mempelajari cuaca disebut meteorologi. Di indonesia, cuaca diamati dan dipelajari secara rutin oleh Badan Meteorologi dan Geofisika yang kemudian hasilnya digunakan untuk kepentingan penerbangan, pelayaran, dan kegiatan lain, yang berkaitan dengan cuaca. Keadaan udara berpengaruh terhadap keadaan awan dan petir atau guntur.(Huki,2015)
Prakiraan cuaca baik harian maupun prakiraan musim, mempunyai arti penting dan banyak dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Prakiraan cuaca 24 jam yang dilakukan oleh BMG, mempunyai arti dalam kegiatan harian misalnya untuk pelaksanaan pemupukan dan pemberantasan hama. Misalnya pemupukan dan penyemprotan hama perlu dilakukan pada pagi hari atau ditunda jika menurut prakiraan sore hari akan hujan lebat. Prakiraan permulaan musim hujan mempunyai arti penting dalam menentukan saat tanam di suatu wilayah.Jadi, bidang pertanian ini memanfaatkan informasi tentang cuaca dan iklim mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya.
Unsur-unsur yang mempengaruhi cuaca dan iklim adalah sebagai berikut:
1.       Suhu Udara: Perubahan suhu udara di satu tempat dengan tempat lainnya bergantung pada ketinggian tempat dan letak astronomisnya (lintang). Perubahan suhu karena perbedaan ketinggian jauh lebih cepat daripada perubahan suhu karena perbedaan letak lintang. Biasanya, perubahan suhu terjadi berkisar 0,6 derajat celcius tiap kenaikan 100 m.
  1. Tekanan Udara: Tekanan udara adalah berat massa udara pada suatu wilayah. Tekanan udara menunjukkan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara semakin rendah jika semakin tinggi dari permukaan laut.
  2. Angin: Angin adalah massa udara yang bergerak dari suatu tempat ke tempat lain. Tiupan angin terjadi jika di suatu daerah terdapat perbedaan tekanan udara, yaitu tekanan udara maksimum dan minumum. Angin bergerak dari daerah bertekanan udara maksimum ke minimum.
  3. Kelembaban Udara: Kelembaban udara adalah kandungan uap air dalam udara. Uap air yang ada dalam udara berasal dari hasil penguapan air di permukaan bumi, air tanah, atau air yang berasal dari penguapan tumbuh-tumbuhan.
  4. Awan: Awan adalah kumpulan titik-titik air di udara yang terjadi karena adanya kondensasi atau sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Awan yang menempel di permukaan bumi disebut kabut.
  5. Curah Hujan: Hujan adalah peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi.
  6. Radiasi Matahari : Unsur ini diperlukan oleh tanaman karena radiasi matahari sebagai sumber energi bagi proses foto sintesa dan menjadi bahan utama untuk pertumbuhan dan produksi tanaman.
Unsur-unsur cuaca di atas  sangatlah  berpengaruh terhadap pertanian. Karena Unsur-unsur tersebut dapat diamati dengan alat-alat tertentu dan hasil-hasil pengamatan tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan keadaan-keadaan alam yang berhubungan dengan pertanian. Sehingga dapat digunakan untuk menentukan langkah yang sesuai dalam melakukan kegiatan pertanian.

1.2    Tinjauan Pustaka
A.    Stasiun Klimatolgi
Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer bumi khususnya untuk keperluan prakiraan cuaca. Kata ini berasal dari bahasa Yunani meteoros atau ruang atas (atmosfer), dan logos atau ilmu. Meteorologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan membahas gejala perubahan cuaca yang berlangsung di atmosfer. (Prasetyo,2013)
Stasiun Klimatologi alat merupakan suatu tempat, dimana didalamnya mengadakan pengamatan yang continue terhadap keadaan lingkungan, baik itu berhubungan dengan iklim maupu dengan cuaca. Suatu stasiun meteorologi biasanya mengadakan pengamatan kondisi iklim selama sepuluh tahun berturut-turut, sehingga akan diperoleh gambaran umum tentang rerata keadaan iklim di suatu tempat atau wilayah tertentu. (Prasetyo 2013)
Menurut Sudiira, 1999. Kebutuhan pokok  stasiun klimatologi agar mendapatkan data yang benar diperlukan yaitu:
1.      Letak stasiun klimatologi harus memiliki hubungan tanah, air dan iklim dimana data tersebut diperoleh.
2.      Masing-masing instrument harus menghasilkan data-data meteorology yang benar dan alat-alat tesebut tidak mudah rusak dan mudah dipelihara.
3.      Pembacaan alat mudah dilaksanakan dan  mudah dicatat
4.      Pengamat cukup tersedia dan terlatih dengan baik serta bertempat tinggal tidak jauh dari stasiun klimatologi

B.     Curah Hujan
Curah hujan merupakan salah satu unsur iklim selain suhu, kelembapan, radiasi matahari, evaporasi, tekanan udara, dan kecepatan angin. Hujan adalah air yang jatuh ke permukaan bumi sebagai akibat terjadinya kondensasi dari partikel-partikel air di langit. Jumlah curah hujan diukur sebagai volume air yang jatuh di atas permukaan bidang datar dalam periode waktu tertentu, yaitu harian, mingguan, bulanan, atau tahunan. Tinggi air ini umumnya dinyatakan dengan satuan milimeter (Nawawi 2001 dalam Endriyanto 2011).
Alat pengukur curah hujan secara umum dinamakan penakar hujan. Salah satu alat  penakar hujan adalah penakar hujan tipe Hellman. Penakar hujan jenis hellman ini merupakan suatu alat penakar hujan berjenis recording atau dapat mencatat sendiri. Alat ini dipakai di stasiun-stasiun pengamatan udara permukaan. Pengamatan dengan menggunakan alat ini dilakukan setiap hari pada jam-jam tertentu mekipun cuaca dalam keadaan baik/hari sedang cerah.Alat ini mencatat jumlah curah hujan yang terkumpul dalam bentuk garis vertikal yang tercatat pada kertas pias. Alat ini memerlukan perawatan yang cukup intensif untuk menghindari kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada alat ini (BMKG,2015)

C.    Kecepatan Angin
Kecepatan angin adalah jarak yang ditempuh oleh angin dalam persatuan waktu. Kecepatan angina dinyatakan dalam dalam km/jam dan m/dtk. Kecepatan angina dalam klimatologi adalah adalah kecepatan angina horizontal pada ketinggian dua meter dari permukaan tanah yang ditanami dengan rumput. Kecepatan angina pada dasarnya ditentukan oleh perbedaan tekanan udara antar tempat asal dan tujuan angina (sebagai factor pendrong) dan resistensi medan yang dilaluinya. Sedangkan untuk menentukan arah angina digunakan bendera angina yang satuannya di ukur dalam derajat (skala 0 oC – 360 oC) (Junita 2011)
Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energy panas matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Pada suatu wilayah, daerah yang menerima energy panas mantahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Sehingga akan terjadi perbedaan suhu dan tekanan udara antara daerah yang menerima energy panas lebih besar dengan daerah yang lain yang lebih sedikit menerima energy panas, akibatnya akan terjadi aliran uadara pada wilayah tersebut. (lakitan,1994 dalam Junita 2011)
Salah satu alat pengukur kecepatan Angin adalah Anemometer.. Kegunaan Anemometer yaitu sebagai perangkat atau alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin. Dengan anemometer dapat diperkirakaan cuaca pada hari itu. Selain itu anemometer juga dapat difungsikan sebagai alat pendeteksi cuaca buruk seperi angin topan ataupun badai. Pada dasarnya anemometer adalah alat untuk mengukur kecepatan udara atau kecepatan gas dalam femonema terjadinya hembusan angin, contohnya untuk mengukur aliran udara di dalam saluran, atau juga pengukuran arus terbatasi, seperti angin atmosfer. Untuk menentukan kecepatan, anemometer mendeteksi perubahan di beberapa sifat fisik dari fluida atau efek fluida pada alat mekanis dimasukkan ke dalam aliran.
D.    Suhu Maximum & Suhu Minimum
Suhu Maksimum adalah suhu dimana tanaman akan dpt berproduksi secara maksimal pd suhu yg telah ditentukan biasanya diantara suhu minimum dan maksimum. Sedangkan suhu minimum adalah batas dimana tanaman masih dpt tumbuh dibatas seminimal mungkin hal ini juga tidak berbeda dg suhu maksimum,dimana tanaman hanya dapat tumbuh dikisiran suhu maksimal, lebih atau kurang dari suhu tersebut tanaman tidak dpt hidup atau pertumbuhannya terhenti
Besarnya suhu maksimum disuhu atmosfer terjadi pada sekitar jam 15.00 sedangkan suhu maksimum didalam tanah akan terjadi setelah waktu suhu maksimum udara. Suhu maksimum tanah untuk kedalamam tanah 5 cm terjadi pada jam 14.00 untuk kedalaman 10 cm terjadi pada jam 15.30 dan untuk kedalaman tanah 20 cm terjadi pada jam 18.00. Pada suhu minimum diatmosfer terjadi setelah matahari terbit yaitu sekitar jam 06.00 pagi hari sedangkan suhu minimum tanah akan mengalami keterlambatan untuk kedalaman tanah 5 cm suhu minimum. terjadi pada jam 08.00 untuk kedalaman 10 cm terjadi pada jam 09.00 dan untuk kedalaman  20 cm terjadi pada jam 11.00 (Makmum, 2011)
Alat untuk mengukur suhu maximum dan suhu minimum adalah termomeetr maximum dan thermometer minimum. Thermometer di pasang dengan alat penunjuk skala yang terletak di atas permukaan raksa.
E.     Thermometer Bola Basah dan Bola Kering
Thermometer Bola Basah dan Bola Kering adalah thermometer yang digunakan untuk mengukur temperature suatu tempat. Temperature bola basah adalah suhu yang didapat bila udara didinginkan pada tekanan konstan sampai jenuh (100 % kelembaban) oleh penguapan air yang panas laten untuk penguapan air berasal dari udara tersebut. Temperatur bola basah yang actual mengindikasikan suatu temperature yang mendekati temperatur bola basah yang sebenarnya (thermodinamik). Temperature bola basah merupakan temperature terendah yang dicapai hanya dengan penguapan air (dalam keadaan ambein).
Suhu bola kering adalah temperatutr yang di ukur menggunakan thermometer biasa yang terkena aliran udara. Berbeda denan thermometer bola basa, temperature bola kering tiidak menunjukkan jumlah air dalam udara. (Susanto,2012)

1.3    Tujuan
Paktikum ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penguapan air, suhu udara, kecepatan angin dan curah hujan disetiap harinya.







BAB II
METODE PENGAMATAN
2.1  Waktu dan tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 18 November 2015 sampai 05 Desember 2015 di Stasiun Agroklimatologi Universitas Jambi. Pelaksanaan pengamatan pada pukul 13.00 Wib.
2.2  Alat dan Bahan
Adapaun alat dan bahan yang diperlukan selama praktikum adalah :
1.      Penakar hujan tipe Hellman
2.      Anemometer
3.      Thermometer maksimum
4.      Termometer minimum
5.      Thermometer bola basah
6.      Thermometer bola kering
7.      Alat tulis

2.3  Prosedur Kerja
Prosedur utama :
·         Menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan praktikum seperti alat-alat tulis
·         Pengukuran dilakukan pada Siang hari jam 13.00 Wib
1.      Mengukur curah hujan
-          Buka pintu bagian muka penakar hujan jenis hellman.
-          Mengambil corong yang ada dalam penakar hujan,
-          Memasukkan air yg ada dalam corong ke gelas ukur
-          Catat hasil berapa ml aiar dalam gelas ukur tersebut.


2.      Mengkur kecepatan angin
-       Lihatlah angka yang ditunjukkan pada anemometer, angka tersebut menunjukkan kecepatan angin pada saat itu.
3.      Mengukur Suhu Udara
-          Bukalah sangkar cuaca dimana thermometer diletakkan
-          Lihatlah skala pada thermometer maksimum, catat suhu pada saat itu
-          Lihatlah skala pada thermometer minimum, catat suhu pada saat itu
-          Lihatlah skala pada thermometer bola basah, catat suhu pada saat itu
-          Lihatlah skala pada thermometer bola kering, catat suhu pada saat itu.



BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1     Hasil
Table hasil pengamatan cuaca di stasiun Agroklimatologi selama 19 hari, tepatnya  pada tanggal 18 november – 6 desember  2015 setiap pukul 13.00
kelompok
Tanggal
Curah Hujan
Kecepatan Angin
Suhu max
( oC)
Suhu min
( oC)
TBK 
( oC)
TBB 
( oC)
1-6
18 Nov
0,1
439755
37
33,3
32,2
32,8
1
19 Nov
39
439891
37
34,3
33,3
33,1
2
20 Nov
0
440212
37
34,2
34,1
34,0
3
21 Nov
0
440520
37
31
31,2
31,1
4
22 Nov
0
440632
37
33
33,2
32,8
5
23 Nov
40
440813
37
31,8
31,6
31,2
6
24 Nov
6
440865
37
32,5
33,7
33
1
25 Nov
18
441088
37
31,8
35
34
2
26 Nov
380
441155
37
29,2
29
28,4
3
27 Nov
0,01
441237
35,2
27,8
31,0
26,8
4
28 Nov
0
441275
37
31,2
32
31,8
5
29 Nov
35
441602
37
26,4
26,4
27
6
30 Nov
12
441700
37,2
33,3
32,5
30,8
1
1 Des
39
441798
37,3
34,0
33,8
30,6
2
2 Des
0
442065
35,1
34,4
32,1
31,4
3
3 Des
0
442096
36,1
31,0
31,0
30,3
4
4 Des
0,2
442219
38,2
36,4
33,4
32,6
5
5 Des
0
442283
36,1
29,2
29,2
28,5
6
6 Des
0
442475
36,2
    30,0
30,4
30,2
Σ Rata-rata
29,96 ml
441246
36,76 oC
31,83 oC
31,84 oC
31,07 oC

3.2 Pembahasan
1.      Curah Hujan
Curah hujan adalah jumlah air hujan yang jatuh di permukaan tanah selama periode tertentu yang diukur dalam satuan tinggi diatas permukaan horizontal apabila tidak terjadi penghilangan oleh proses evaporasi, pengaliran dan peresapan. Curah hujan dinyatakan dalam mm, sebagai contoh curah hujan 1 mm berarti banyaknya hujan yang jatuh diatas sebidang tanah seluas 1 m2 adalah 1 mm x 1 m2 = 1 dm3 = 1 liter. Hari dikatakan sebagai hari hujan apabila terkumpul curah hujan lebih dari sama dengan ( ≥ ) 0,5 mm. Dan hari hujan tanaman jika air tersebut dapat dimanfaatkan oleh tanaman yaitu sekitar ≥ 2,5 mm perhari. Alat yang digunakan yaitu penakar hujan tipe hellman dengan tinggi 120 cm, luas mulut penakar 100 cm2. Didapatkan Tinggi CH = Volume / luas mulut penakar (Contoh : terukur 200 ml atau 200 cc maka CH = 200 cm3 / 100 cm2=2cm=20mm) (Wildan,2011)
Pada pengamatan, diperoleh  curah hujan yang bervariasi ada yang 0 ml dan ada yang 18, 40 ,bahkan 380 ml. banyaknya air dalam penakar hujan ditentukan oleh cuaca hari sebelum dilakukan pengamantan apakah sedang ada hujan atau tidak. Jika 0 ml berarti sebelum pengamatan tidak ada hujan. Dan jika 18,40,380 ml berarti sehari sebelim pengamatan turun hujan yang cukup deras. Rata- rata curah hujan selama 3 minggu pengamatan adalah 29,96  ml
2.      Angin
Angin merupakan gerakan atau perpindahan dari suatu massa udara dari satu tempat ke tempat lain secara horisontal. Yang dimaksud dengan massa udara yaitu udara dalam ukuran yang sangat besar yang mempunyai sifat fisik (temperatur dan kelembaban) yang seragam dalam arah yang horisontal. Kecepatan angin sangat berpengaruh terhadap vegetasi tanaman dan daerah di sekitarnya. Pengaruh angin pada tanaman antara lain dapat meningkatkan laju transpirasi, karena dengan kecepatan angin yang tinggi disertai dengan suhu tinggi dan kelembaban rendah maka akan ada pemasukan CO2 sehingga laju transpirasinya tinggi. Untuk menentukan arah angin diperlukan alat penunjuk angin yang disebut Wind Vane. Posisi vane yang menunjukkan arah angin dapat dilihat dengan mudah dan sekaligus dapat dicatat arah angin pada waktu itu. Pada saat pengamatan arah angin menunjukkan ke arah barat laut. Kecepatan angin diukur dengan alat yang disebut anemometer.
Di stasiun-stasiun Klimatologi, pengamatan kecepatan angin biasanya dipasang pada ketinggian 2 m. Nilai dari kecepatan angin diperoleh dengan menghitung selisih antara skala awal dan skala akhir yang ada pada anemometer.
Pada pengamatan, diperoleh  rata-rata kecepatan angin yaitu  441246. Kecepatan angin dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain :
·         Gradien barometer, yaitu perbedaan tekanan udara antara dua isobar yang berjarak 1°. Makin besar nilai gradien, maka semakin besar kecepatan angin.
·         Ketinggian tempat, makin tinggi posisi suatu tempat kecepatan angin semakin besar dan makin renday posisi suatu tempat kecepatan angin semakin kecil.
·         Tinggi lintang, semakin tinggi letak lintang suatu tempat maka kecepan anginnya semakin kecil, dan sebalikny

3.      Suhu
Suhu udara pada praktikum ini diukur dengan menggunakan termometer bola basah, termometer bola kering, termometer maksimum dan termometer minimum. Termometer bola basah dan bola kering dapat digunakan untuk menentukan kelembaban relatif secara tidak langsung karena nilai kelembaban udara diperoleh dari selisih suhu yang ditunjukkan oleh termometer bola basah dan bola kering.
Nilai rata-rata setiap pengukurn suhu adalah Suhu maksimum = 36,76 oC, suhu minimum = 31,83 oC, TBK= 31,84 oC dan TBB = 31,07 oC
Suhu rata-rata harian terendah terjadi di pagi hari dan tertinggi (maksimum) setelah siang hari atau setelah insolasi maksimum. Naik turunnya suhu udara dalam waktu satu hari disebut siklus harian. Siklus tersebut akibat dari perbandingan antara matahari dengan radiasi bumi yang diradiasikan ke atmosfer setiap saat dalam waktu satu hari.
Contoh perhitungan suhu udara pada termometer bola basah 32,2,° C sedangkan pada termometer bola kering 32,8° C, sehingga selisih antara thermometer bola basah dan bola kering adalah  Selisih BK-BB= 32,8 - 32,2= 0,6° C.


BAB IV
PENUTUP
4.1  Kesimpulan
Dari hasi praktikum dapat disimpulkan:
1.      Curah hujan adalah jumlah air hujan yang jatuh di permukaan tanah selama periode tertentu yang diukur dalam satuan tinggi diatas permukaan horizontal apabila tidak terjadi penghilangan oleh proses evaporasi, pengaliran dan peresapan.
2.      Pada pengamatan, diperoleh  curah hujan yang bervariasi ada yang 0 ml dan ada yang 18, 40 ,bahkan 380 ml. banyaknya air dalam penakar hujan ditentukan oleh cuaca hari sebelum dilakukan pengamantan apakah sedang ada hujan atau tidak. Jika 0 ml berarti sebelum pengamatan tidak ada hujan. Dan jika 18,40,380 ml berarti sehari sebelim pengamatan turun hujan yang cukup deras. Rata- rata curah hujan selama 3 minggu pengamatan adalah 29,96  ml
3.      Kecepatan angin adalah jarak yang ditempuh oleh angin dalam persatuan waktu. Kecepatan angina dinyatakan dalam dalam km/jam dan m/dtk.
rata-rata  kecepatan angin  yang diperoleh yaitu  441246. Kecepatan angin dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain : Gradien , Ketinggian tempat, dan Tinggi lintang.
4.      Nilai rata-rata setiap pengukurn suhu adalah Suhu maksimum = 36,76 oC, suhu minimum = 31,83 oC, TBK= 31,84 oC dan TBB = 31,07 oC


4.2  Saran
Diharapkan setiap kali pengamatan sesuai dengan jam ditentukan yaitu pukul 13.00 dan  harus teliti dalam mengamati  setiap unsur-unsur cuaca agar dapat diperoleh data yang benar,



DAFTAR PUSTAKA

Haki.2015.Pengertian Cuaca dan Iklim Serta Unsur-unsurnya. Di unduh dari http://ipspa.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-cuaca-dan-iklim-serta-unsur.html. (diakses pada 30 November 2015)

Makmum. 2011. Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Tanaman. Di unduh dari http://paretmesjed.blogspot.co.id/2011/04/pengaruh-suhu-terhadap-tanamanan.html . (diakses pada 30 November 2015)

Susanto.2012. Termometer Bola basah Bola keing. Di unduh dari http://metkliminstrumen.blogspot.co.id/2012/08/termometer-bola-basah-dan-bola-kering.html (diakses pada 30 November 2015)

Wildan.i.2011. pengamatan unsur-unsur cuaca. Diunduh dari http://imaswildan.blogspot.co.id/2011/12/laporan-agroklimat-sem-2.html (diakses pada 30 November 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar