Sabtu, 17 Oktober 2015

LAPORAN PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI PENENTUAN WAKTU SETEMPAT


LAPORAN PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI
PENENTUAN WAKTU SETEMPAT




Disusun Oleh:
Meida Pane (D1B014025)



PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015




BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Waktu adalah saat orang menghabisi atau melewati aktivitasnya.Dengan waktu manusia bisa melakukan dan merencanakan segala hal. Tanpa waktu yang ditunjukkan dengan jarum jam, maka manusia akan kesulitan untuk melakukan apapun. Penentuan waktu pada zaman dahulu menggunakan tanda-tanda alam seperti dengan cara melihat matahari,, hal ini bisa saja sangat mudah tapi bisa saja menjadi sangat sulit dilakukan karena kondisi alam yang sewaktu-waktu bisa saja tidak dapat diprediksi. Dengan adanya jarum jam yang menunjukkan waktu, waktu bisa dibagi dalam hitungan jam, menit dan detik serta kontinyu sepanjang masa.
Pembagian Wilayah Waktu Di Indonesia - Secara Astronomis,bumi terdiri atas garis bujur dan garis lintang. Garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara & Kutub Selatan bumi. Garis lintang adalah garis khayal yang melintang mengelilingi bumi dari barat ke timur. Garis bujur digunakan sebagai pedoman untuk pembagian wilayah waktu. garis lintang sebagai pedoman untuk pembagian wilayah iklim.
Menetapkan garis bujur memang sulit sekali karena dibutuhkan perhitungan waktu yang tepat. Sebagai contoh: Bayangkan Anda tinggal di London. Pada siang hari, Anda menerima telepon dari seseorang yang tinggal di garis lintang yang sama dengan Anda, tetapi jam di tempatnya baru menunjuk pukul 6.00 pada hari yang sama. Itu berarti Anda enam jam lebih awal. Karena Anda mengenal peta bumi, Anda dapat menyimpulkan bahwa si penelepon itu berada di Amerika Utara, dan di sana matahari baru saja terbit. Nah, andaikan Anda mengetahui waktu setempat orang itu secara akurat hingga hitungan detik, bukan menurut zona waktu, melainkan posisinya yang aktual sehubungan dengan matahari. Maka, Anda dapat menghitung garis bujurnya dengan sangat akurat.
Ada begitu banyak manfaat yang diperoleh dengan mengetahui berbagai jenis waktu, seperti waktu wilayah, waktu setempat dan yang lainnya, hal ini akan lebih memudahkan kita menentukan waktu-waktu pada daerah lain yang tempatnya jauh sekalipun, dengan catatan mengetahui berbagai syarat-syarat yang diperlukan untuk mengetahuinya.
1.2 Tujuan Praktikum
Tujuan dari melaksanakan praktikum ini adalah :
1.      Untuk mengetahui keseragaman waktu pengamatan di berbagai tempat di permukaan bumi.
2.      Mengetahui perbedaan waktu wilayah dengan waktu setempat



1.3  Prinsip Teori
Pengaturan zona waktu dunia memang telah mengalami pergeseran, dari yang dulu berada dalam ranah astronomis menjadi ranah politis-ekonomis di masa kini. Secara astronomis rumus dasar pengaturan zona waktu dunia cukup sederhana. Bumi berputar pada sumbunya sehingga setiap titik di permukaan Bumi (kecuali kutub utara dan selatan) pada hakikatnya akan berputar tepat 360 derajat terhadap sumbu rotasi Bumi. Periode rotasi Bumi rata-rata adalah 24 jam. Ini adalah angka rata-rata, sebab nilai senyatanya bervariasi dimana pada satu kesempatan bisa lebih dari 24 jam dan di lain waktu bisa kurang dari 24 jam. Dalam astronomi, selisih periode rotasi Bumi senyatanya dengan nilai rata-rata dinamakan perata waktu atau equation of time atau ta’diluzzaman, yang amat penting peranannya dalam penentuan waktu Matahari (SUDIBYO,2014)
Perbedaan waktu setiap belahan bumi juga bisa dihitung berdasarkan posisi kita di garis bujur. Karena satu putaran bumi itu memakan waktu 24 jam, perbedaan waktu satu jam adalah pada 360 derajat/24 = 15 derajat garis bujur. Artinya, setiap tempat yang memiliki perbedaan posisi bujur sebesar 15 derajat akan memiliki perbedaan waktu satu jam. Inilah pembagian zona yang dirintis oleh orang Kanada, Sir Stanford Fleming (1827-1915).( renzdtama, 2011)
Indonesia terletak di antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT, antara Lautan Pasifik dan Lautan Hindi, antara benua Asia dan benua Australia, dan pada pertemuan dua rangkaian pergunungan, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterranean.
Wilayah Negara Indonesia dibagi menjadi tiga daerah waktu.
1.      Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), meliputi Pulau Jawa, Pulau Sumatra, Pulau Madura, dan Wilayah Kalimantan Barat.
2.      Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), meliputi Pilau Bali, wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, wilayah Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
3.      Waktu Indonesia bagian Timur (WIT), meliputi wilayah Maluku, dan Papua. Tiap daerah waktu yang satu dengan daerah waktu yang lain mempunyai selisih waktu satu jam.
Misalnya, Jakarta (WIB) pukul 07.00 TIB maka di Makassar (WITA) pukul 08.00 WITA dan di Papua (WIT) pukul 09.00 WIT.  (Anonim,2012)
Untuk menentukan waktu setempat dalam waktu wilayah dan kemudian dikoreksi dengan waktu revolusi dapat dipakai rumus :
WW = Wst + B + K
Dimana :
WW       = Waktu Wilayah (WIB, WITA, WIT)
Wst        = Waktu  Setempat
B            = Beda Waktu dalam menit, nilainya bisa positif atau negatif
K            = Koreksi waktu akibat revolusi bumi menurut tabel yang  
   ditentukan.
           
Untuk menentukan nilai B (Beda Waktu dalam menit) adalah :
B = 4 (dww-dbt) menit

Dimana :
dww      = derajat waktu wilayah
105ountuk tempat yang memakai waktu wilayah WIB
120ountuk tempat yang memakai waktu wilayah WITA
135ountuk tempat yang memakai waktu wilayah WIT
dbt         = derajat bujur timur






BAB II
METODOLOGI PRAKTIKUM

2.1     Waktu dan Tempat
          Praktikum dengan judul “Penentuan Waktu Setempat” dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai pada tanggal 07 Oktober 2015 di Laboratorium Agroklimatologi Fakultas Pertanian Universitas Jambi.

2.2     Alat dan Bahan
1. peta atau Globe
2. Alat Tulis
2.3  Prosedur Percobaan
1.      Menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan praktikum
2.      Mendengar penjelasan dari dosen pengampu mengenai penentuan waktu setempat
3.      Gunakan peta/globe untuk mengetahui letak derajat Bujur Timur pada daerah yang ingin diketahui waktu setempatnya.
4.      Mengerjakan soal yang diberikan dosen mengenai waktu setempat dengan bantuan globe untuk menentukan derajat bujur timur suatu wilayah




BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1     Hasil Pengamatan
Berikut ini adalah tabel hasil pengamatan waktu setempat wilayah Jambi dari tanggal 08  Oktober wst 07.30, 15.30 dan 17.30 sampai tanggal 31 Oktober 2015.

Tanggal
K
Oktober
07.30
13.30
17.30
8
-13
07.21
13.21
17.21
9
-13
07.21
13.21
17.21
10
-13
07.21
13.21
17.21
11
-13
07.21
13.21
17.21
12
-13
07.21
13.21
17.21
13
-14
07.20
13.20
17.20
14
-14
07.20
13.20
17.20
15
-14
07.20
13.20
17.20
16
-14
07.20
13.20
17.20
17
-15
07.19
13.19
17.19
18
-15
07.19
13.19
17.19
19
-15
07.19
13.19
17.19
20
-15
07.19
13.19
17.19
21
-15
07.19
13.19
17.19
22
-15
07.19
13.19
17.19
23
-16
07.18
13.18
17.18
24
-16
07.18
13.18
17.18
25
-16
07.18
13.18
17.18
26
-16
07.18
13.18
17.18
27
-16
07.18
13.18
17.18
28
-16
07.18
13.18
17.18
29
-16
07.18
13.18
17.18
30
-16
07.18
13.18
17.18
31
-16
07.18
13.18
17.18



3.2     Pembahasan
         
Keterangan :
WW = Waktu Wilayah ( WIB, WITA, WITIM)
Wst   = Waktu Setempat
B       = Beda waktu dan menit (nilainya + atau -)
K       = Koreksi waktu akibat revolusi bumi

Untuk menentukan nilai B maka :
         
Keterangan :
B            = Beda waktu dan menit (nilainya + atau -)
dww      = derajat waktu wilayah (WIB = 105 , WITA = 120 dan WITIM = 135)

v  Tanggal 8, 9, 10, 11 dan 12
            
       B = 4 (105 – 104)
           = 4 (1) menit
              = 4 menit
          K = -13 menit
 
          WW = 07.30 + 4 menit - 13 menit
                              = 07.21 menit
          WW = 13.30 + 4 menit – 13 menit 
                              = 13.21 menit
          WW = 17.30 + 4 menit – 13 menit
                              = 17.21 menit


v   Tanggal  13, 14, 15, dan  16
   
B = 4 (105 – 104)
              = 4 (1) menit
              = 4 menit
          K = -14 menit
 
          WW = 07.30 + 4 menit - 124menit
                              = 07.20 menit
          WW = 13.30 + 4 menit – 14 menit 
                              = 13.20 menit
          WW = 17.30 + 4 menit – 14 menit
                              = 17.20 menit


v  Tanggal 17, 18, 19, 20, 21, dan  22
B = 4 (105 – 104)
                   = 4 (1) menit
                   = 4 menit
K = -15 menit
           
WW = 07.30 + 4 menit - 15 menit
                     = 07.19 menit
WW = 13.30 + 4 menit – 15 menit 
                     = 13.19 menit
WW = 17.30 + 4 menit – 15 menit
                     = 17.19 menit

         
v  Tanggal  23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, dan 31
   
B = 4 (105 – 104)
    = 4 (1) menit
             = 4 menit
          K = -16 menit
 
          WW = 07.30 + 4 menit - 16 menit
                              = 07.18 menit
          WW = 13.30 + 4 menit – 16 menit 
                              = 13.18 menit
          WW = 17.30 + 4 menit – 16 menit
                              = 17.18 menit



Soal latihan
1.      Wst 13.30 pada 07 oktober di Bali ( K = -12 )
2.      Wst 07.30 pada 08 oktober di Medan ( K = -12 )
3.      Wst 17.30 pada 10 oktober di Palangkaraya ( K = -13 )
4.      Wst 07.30 pada 18 oktober di Jaya Pura ( K = -15 )
5.      Wst 13.30 pada 17 juli  di Palembang ( K = +6 )


v  Wst 13.30 pada 07 oktober di Bali ( K = -12 )
      
      B = 4 (120 – 115)
          = 4 (5) menit
          = 20 menit
K = -12 menit
 
WW = 13.30 + 4 menit – 12 menit 
                     = 13.38 menit
Jam  13.30  Wst  =  13.38 WITA

v  Wst 07.30 pada 08 oktober di Medan ( K = -12 )
               
          B = 4 (105 – 98)
              = 4 (7) menit
              = 28 menit
          K = -12 menit
 
          WW = 07.30 + 28 menit - 12 menit
                              = 07.46 menit
Jam  07.30  Wst  =  07.46 WIB

v  Wst 17.30 pada 10 oktober di Palangkaraya ( K = -13 )
               
         B = 4 (120 – 114)
              = 4 (6) menit
              = 24 menit
          K = -13 menit
 
          WW = 17.30 + 24 menit – 13 menit
                              = 17.41 menit
Jam 17.30 = 17. 41 WITA

v  Wst 07.30 pada 18 oktober di Jaya Pura ( K = -15 )
               
          B = 4 (135 – 140)
              = 4 (-5) menit
              = -20 menit
          K = -15 menit
 
          WW = 07.30  -20 menit - 15 menit
                              = 06.55 menit
Jam 07.30 Wst = 06.55 WITA

v  Wst 13.30 pada 17 juli  di Palembang ( K = +6 )
     
         B = 4 (105 – 105)
              = 4 (0) menit
              = 0 menit
          K = +6 menit
 
          WW = 13.30 + 0 menit  + 6 menit 
                              = 13.36 menit
Wst 13.30 = 13.36 WIB
         
BAB IV
PENUTUP

4.1       Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapatkan dari praktikum penentuan waktu setempat adalah :
  1. diperolah keseragaman waktu pengamatan di berbagai tempat di permukaan bumi serta diketahui perbedaan waktu wilayah dengan waktu setempat. Pengamatan yang kami lakukan di daerah jambi dalam bulan Oktober.
  2. Untuk menentukan berbagai perbedaan waktu tersebut diperoleh dengan menggunakan formula :
B = 4(dww-dbt)menit dan WW = Wst + B + K

1.1    Saran
Sebaiknya dalam  melakukan pengamatan bahan-bahan yg digunakan lebih lengkap seperti jumlah globe ditambah dan Ada baiknya nengetahui semua petunjuk-petunjuk dan memahami rumus-rumus yang digunakan dengan baik agar tidak terjadi kesulitan dalam melakukan pengamatan.



DAFTAR PUSTAKA

Sudibyo,2014. Menimbang Ulang Penyatuan Zona Waktu Indonesia , di unduh dari http://kafeastronomi.com/menimbang-ulang-penyatuan-zona-waktu-indonesia.html (diakes pada, 10 oktober 2015)

Anonim, 2012. Pembagian Waktu Di Indonesia. di unduh dari http://negaraku-indonesiaku.blogspot.co.id/p/pembagian-waktu-di-indonesia.html (diakes pada, 10 oktober 2015)