LAPORAN
PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI
PENGAMATAN
CUACA HARIAN DI STASIUN AGROKLIMATOLOGI
Dosen
pengampu :
Yulfita
farni
Disusun
Oleh:
Meida
Pane (D1B014025)
PROGRAM
STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dari suatu wilayah yang
luas dan diperhitungkan dalam jangka waktu yang lama, antara 30 sampai 100
tahun. Ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi. Hasil penyelidikan
klimatologi disajikan untuk kepentingan pertanian, peternakan, perikanan, dan
kegiatan lain yang berkaitan dengan iklim .(Huki,2015)
Cuaca adalah kondisi rata-rata atmosfer di suatu tempattertentu
dengan waktu yang relatif singkat, mencakup wilayah yang relatif sempit, dan
senantiasa berubah tiap saat dari
waktu ke waktu. Ilmu yang mempelajari cuaca disebut meteorologi. Di indonesia,
cuaca diamati dan dipelajari secara rutin oleh Badan Meteorologi dan Geofisika
yang kemudian hasilnya digunakan untuk kepentingan penerbangan, pelayaran, dan
kegiatan lain, yang berkaitan dengan cuaca. Keadaan udara berpengaruh terhadap
keadaan awan dan petir atau guntur.(Huki,2015)
Prakiraan cuaca baik harian maupun prakiraan musim, mempunyai
arti penting dan banyak dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Prakiraan cuaca 24
jam yang dilakukan oleh BMG, mempunyai arti dalam kegiatan harian misalnya
untuk pelaksanaan pemupukan dan pemberantasan hama. Misalnya pemupukan dan
penyemprotan hama perlu dilakukan pada pagi hari atau ditunda jika menurut
prakiraan sore hari akan hujan lebat. Prakiraan permulaan musim hujan mempunyai
arti penting dalam menentukan saat tanam di suatu wilayah.Jadi, bidang pertanian ini memanfaatkan
informasi tentang cuaca dan iklim mulai dari perencanaan sampai dengan
pelaksanaannya.
Unsur-unsur yang mempengaruhi cuaca dan iklim adalah sebagai berikut:
1.
Suhu Udara: Perubahan suhu udara di satu tempat dengan tempat lainnya
bergantung pada ketinggian tempat dan letak astronomisnya (lintang). Perubahan
suhu karena perbedaan ketinggian jauh lebih cepat daripada perubahan suhu
karena perbedaan letak lintang. Biasanya, perubahan suhu terjadi berkisar 0,6
derajat celcius tiap kenaikan 100 m.
- Tekanan Udara: Tekanan udara adalah berat massa udara pada suatu wilayah. Tekanan udara menunjukkan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara semakin rendah jika semakin tinggi dari permukaan laut.
- Angin: Angin adalah massa udara yang bergerak dari suatu tempat ke tempat lain. Tiupan angin terjadi jika di suatu daerah terdapat perbedaan tekanan udara, yaitu tekanan udara maksimum dan minumum. Angin bergerak dari daerah bertekanan udara maksimum ke minimum.
- Kelembaban Udara: Kelembaban udara adalah kandungan uap air dalam udara. Uap air yang ada dalam udara berasal dari hasil penguapan air di permukaan bumi, air tanah, atau air yang berasal dari penguapan tumbuh-tumbuhan.
- Awan: Awan adalah kumpulan titik-titik air di udara yang terjadi karena adanya kondensasi atau sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Awan yang menempel di permukaan bumi disebut kabut.
- Curah Hujan: Hujan adalah peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi.
- Radiasi Matahari : Unsur ini diperlukan oleh tanaman karena radiasi matahari sebagai sumber energi bagi proses foto sintesa dan menjadi bahan utama untuk pertumbuhan dan produksi tanaman.
Unsur-unsur
cuaca di atas sangatlah berpengaruh terhadap pertanian. Karena
Unsur-unsur tersebut dapat diamati dengan alat-alat tertentu dan hasil-hasil
pengamatan tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan keadaan-keadaan alam
yang berhubungan dengan pertanian. Sehingga dapat digunakan untuk menentukan
langkah yang sesuai dalam melakukan kegiatan pertanian.
1.2
Tinjauan
Pustaka
A.
Stasiun Klimatolgi
Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer bumi
khususnya untuk keperluan prakiraan cuaca. Kata ini berasal dari bahasa Yunani meteoros atau ruang atas (atmosfer), dan logos atau ilmu. Meteorologi adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari dan membahas gejala perubahan cuaca yang
berlangsung di atmosfer. (Prasetyo,2013)
Stasiun
Klimatologi alat merupakan suatu tempat, dimana didalamnya mengadakan
pengamatan yang continue terhadap keadaan lingkungan, baik itu berhubungan
dengan iklim maupu dengan cuaca. Suatu stasiun meteorologi biasanya mengadakan
pengamatan kondisi iklim selama sepuluh tahun berturut-turut, sehingga akan diperoleh
gambaran umum tentang rerata keadaan iklim di suatu tempat atau wilayah
tertentu. (Prasetyo 2013)
Menurut Sudiira,
1999. Kebutuhan pokok stasiun klimatologi agar mendapatkan data yang
benar diperlukan yaitu:
1.
Letak stasiun klimatologi harus memiliki
hubungan tanah, air dan iklim dimana data tersebut diperoleh.
2.
Masing-masing instrument harus
menghasilkan data-data meteorology yang benar dan alat-alat tesebut tidak mudah
rusak dan mudah dipelihara.
3.
Pembacaan alat mudah dilaksanakan
dan mudah dicatat
4.
Pengamat cukup tersedia dan terlatih
dengan baik serta bertempat tinggal tidak jauh dari stasiun klimatologi
B.
Curah
Hujan
Curah
hujan merupakan salah satu unsur iklim selain suhu, kelembapan, radiasi
matahari, evaporasi, tekanan udara, dan kecepatan angin. Hujan adalah air yang
jatuh ke permukaan bumi sebagai akibat terjadinya kondensasi dari
partikel-partikel air di langit. Jumlah curah hujan diukur sebagai volume air
yang jatuh di atas permukaan bidang datar dalam periode waktu tertentu, yaitu
harian, mingguan, bulanan, atau tahunan. Tinggi air ini umumnya dinyatakan
dengan satuan milimeter (Nawawi 2001 dalam Endriyanto 2011).
Alat pengukur curah hujan secara umum dinamakan
penakar hujan. Salah satu alat penakar
hujan adalah penakar hujan tipe Hellman. Penakar
hujan jenis hellman ini merupakan suatu alat penakar hujan berjenis recording
atau dapat mencatat sendiri. Alat ini dipakai di stasiun-stasiun pengamatan
udara permukaan. Pengamatan dengan menggunakan alat ini dilakukan setiap hari
pada jam-jam tertentu mekipun cuaca dalam keadaan baik/hari sedang cerah.Alat
ini mencatat jumlah curah hujan yang terkumpul dalam bentuk garis vertikal yang
tercatat pada kertas pias. Alat ini memerlukan perawatan yang cukup intensif
untuk menghindari kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada alat ini
(BMKG,2015)
C. Kecepatan
Angin
Kecepatan angin adalah jarak yang ditempuh oleh
angin dalam persatuan waktu. Kecepatan angina dinyatakan dalam dalam km/jam dan
m/dtk. Kecepatan angina dalam klimatologi adalah adalah kecepatan angina
horizontal pada ketinggian dua meter dari permukaan tanah yang ditanami dengan
rumput. Kecepatan angina pada dasarnya ditentukan oleh perbedaan tekanan udara
antar tempat asal dan tujuan angina (sebagai factor pendrong) dan resistensi
medan yang dilaluinya. Sedangkan untuk menentukan arah angina digunakan bendera
angina yang satuannya di ukur dalam derajat (skala 0 oC
– 360 oC) (Junita 2011)
Angin
terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada
suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energy panas
matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Pada suatu wilayah, daerah yang
menerima energy panas mantahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang
lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Sehingga akan
terjadi perbedaan suhu dan tekanan udara antara daerah yang menerima energy
panas lebih besar dengan daerah yang lain yang lebih sedikit menerima energy
panas, akibatnya akan terjadi aliran uadara pada wilayah tersebut.
(lakitan,1994 dalam Junita 2011)
Salah satu alat pengukur kecepatan Angin adalah Anemometer..
Kegunaan Anemometer yaitu sebagai
perangkat atau alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin. Dengan
anemometer dapat diperkirakaan cuaca pada hari itu. Selain itu anemometer juga
dapat difungsikan sebagai alat pendeteksi cuaca buruk seperi angin topan
ataupun badai. Pada dasarnya anemometer adalah alat untuk mengukur kecepatan
udara atau kecepatan gas dalam femonema terjadinya hembusan angin, contohnya
untuk mengukur aliran udara di dalam saluran, atau juga pengukuran arus
terbatasi, seperti angin atmosfer. Untuk menentukan kecepatan, anemometer
mendeteksi perubahan di beberapa sifat fisik dari fluida atau efek fluida pada
alat mekanis dimasukkan ke dalam aliran.
D.
Suhu
Maximum & Suhu Minimum
Suhu Maksimum adalah
suhu dimana tanaman akan dpt berproduksi secara maksimal pd suhu yg telah
ditentukan biasanya diantara suhu minimum dan maksimum. Sedangkan suhu minimum
adalah batas dimana tanaman masih dpt tumbuh dibatas seminimal mungkin hal ini
juga tidak berbeda dg suhu maksimum,dimana tanaman hanya dapat tumbuh dikisiran
suhu maksimal, lebih atau kurang dari suhu tersebut tanaman tidak dpt hidup
atau pertumbuhannya terhenti
Besarnya
suhu maksimum disuhu atmosfer terjadi pada sekitar jam 15.00 sedangkan suhu
maksimum didalam tanah akan terjadi setelah waktu suhu maksimum udara. Suhu
maksimum tanah untuk kedalamam tanah 5 cm terjadi pada jam 14.00 untuk
kedalaman 10 cm terjadi pada jam 15.30 dan untuk kedalaman tanah 20 cm terjadi
pada jam 18.00. Pada suhu minimum diatmosfer terjadi setelah matahari terbit
yaitu sekitar jam 06.00 pagi hari sedangkan suhu minimum tanah akan mengalami
keterlambatan untuk kedalaman tanah 5 cm suhu minimum. terjadi pada jam 08.00
untuk kedalaman 10 cm terjadi pada jam 09.00 dan untuk kedalaman 20 cm
terjadi pada jam 11.00 (Makmum, 2011)
Alat
untuk mengukur suhu maximum dan suhu minimum adalah termomeetr maximum dan
thermometer minimum. Thermometer di pasang dengan alat penunjuk skala yang
terletak di atas permukaan raksa.
E.
Thermometer
Bola Basah dan Bola Kering
Thermometer Bola Basah
dan Bola Kering adalah thermometer yang digunakan untuk mengukur temperature
suatu tempat. Temperature bola basah adalah suhu yang didapat bila udara
didinginkan pada tekanan konstan sampai jenuh (100 % kelembaban) oleh penguapan
air yang panas laten untuk penguapan air berasal dari udara tersebut.
Temperatur bola basah yang actual mengindikasikan suatu temperature yang
mendekati temperatur bola basah yang sebenarnya (thermodinamik). Temperature
bola basah merupakan temperature terendah yang dicapai hanya dengan penguapan
air (dalam keadaan ambein).
Suhu bola kering adalah
temperatutr yang di ukur menggunakan thermometer biasa yang terkena aliran
udara. Berbeda denan thermometer bola basa, temperature bola kering tiidak
menunjukkan jumlah air dalam udara. (Susanto,2012)
1.3 Tujuan
Paktikum ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penguapan air, suhu udara,
kecepatan angin dan curah hujan disetiap harinya.
BAB
II
METODE PENGAMATAN
2.1 Waktu dan tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 18 November 2015 sampai 05 Desember 2015 di Stasiun Agroklimatologi Universitas Jambi.
Pelaksanaan pengamatan pada pukul 13.00 Wib.
2.2 Alat dan Bahan
Adapaun alat dan bahan yang diperlukan
selama praktikum adalah :
1. Penakar
hujan tipe Hellman
2.
Anemometer
3. Thermometer
maksimum
4. Termometer
minimum
5.
Thermometer bola basah
6. Thermometer
bola kering
7. Alat
tulis
2.3 Prosedur Kerja
Prosedur utama :
·
Menyiapkan segala perlengkapan yang
diperlukan untuk melakukan praktikum seperti alat-alat tulis
·
Pengukuran
dilakukan pada Siang hari jam 13.00 Wib
1.
Mengukur curah hujan
-
Buka
pintu bagian muka penakar hujan jenis
hellman.
-
Mengambil
corong yang ada dalam penakar hujan,
-
Memasukkan
air yg ada dalam corong ke gelas ukur
-
Catat
hasil berapa ml aiar dalam gelas ukur tersebut.
2. Mengkur
kecepatan angin
- Lihatlah
angka yang ditunjukkan pada anemometer, angka tersebut menunjukkan kecepatan
angin pada saat itu.
3. Mengukur
Suhu Udara
-
Bukalah sangkar cuaca dimana thermometer
diletakkan
-
Lihatlah skala pada thermometer
maksimum, catat suhu pada saat itu
-
Lihatlah skala pada thermometer minimum,
catat suhu pada saat itu
-
Lihatlah skala pada thermometer bola
basah, catat suhu pada saat itu
-
Lihatlah skala pada thermometer bola
kering, catat suhu pada saat itu.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Table hasil pengamatan cuaca di stasiun
Agroklimatologi selama 19 hari, tepatnya pada tanggal 18 november – 6 desember 2015 setiap pukul 13.00
|
kelompok
|
Tanggal
|
Curah Hujan
|
Kecepatan Angin
|
Suhu max
( oC)
|
Suhu min
( oC)
|
TBK
( oC)
|
TBB
( oC)
|
|
1-6
|
18 Nov
|
0,1
|
439755
|
37
|
33,3
|
32,2
|
32,8
|
|
1
|
19 Nov
|
39
|
439891
|
37
|
34,3
|
33,3
|
33,1
|
|
2
|
20 Nov
|
0
|
440212
|
37
|
34,2
|
34,1
|
34,0
|
|
3
|
21 Nov
|
0
|
440520
|
37
|
31
|
31,2
|
31,1
|
|
4
|
22 Nov
|
0
|
440632
|
37
|
33
|
33,2
|
32,8
|
|
5
|
23 Nov
|
40
|
440813
|
37
|
31,8
|
31,6
|
31,2
|
|
6
|
24 Nov
|
6
|
440865
|
37
|
32,5
|
33,7
|
33
|
|
1
|
25 Nov
|
18
|
441088
|
37
|
31,8
|
35
|
34
|
|
2
|
26 Nov
|
380
|
441155
|
37
|
29,2
|
29
|
28,4
|
|
3
|
27 Nov
|
0,01
|
441237
|
35,2
|
27,8
|
31,0
|
26,8
|
|
4
|
28 Nov
|
0
|
441275
|
37
|
31,2
|
32
|
31,8
|
|
5
|
29 Nov
|
35
|
441602
|
37
|
26,4
|
26,4
|
27
|
|
6
|
30 Nov
|
12
|
441700
|
37,2
|
33,3
|
32,5
|
30,8
|
|
1
|
1 Des
|
39
|
441798
|
37,3
|
34,0
|
33,8
|
30,6
|
|
2
|
2 Des
|
0
|
442065
|
35,1
|
34,4
|
32,1
|
31,4
|
|
3
|
3 Des
|
0
|
442096
|
36,1
|
31,0
|
31,0
|
30,3
|
|
4
|
4 Des
|
0,2
|
442219
|
38,2
|
36,4
|
33,4
|
32,6
|
|
5
|
5 Des
|
0
|
442283
|
36,1
|
29,2
|
29,2
|
28,5
|
|
6
|
6 Des
|
0
|
442475
|
36,2
|
30,0
|
30,4
|
30,2
|
|
Σ Rata-rata
|
29,96 ml
|
441246
|
36,76 oC
|
31,83 oC
|
31,84 oC
|
31,07 oC
|
|
3.2
Pembahasan
1.
Curah
Hujan
Curah hujan adalah jumlah air hujan yang
jatuh di permukaan tanah selama periode tertentu yang diukur dalam satuan
tinggi diatas permukaan horizontal apabila tidak terjadi penghilangan oleh
proses evaporasi, pengaliran dan peresapan. Curah hujan dinyatakan dalam mm,
sebagai contoh curah hujan 1 mm berarti banyaknya hujan yang jatuh diatas
sebidang tanah seluas 1 m2 adalah 1 mm x 1 m2 = 1 dm3 = 1 liter. Hari dikatakan
sebagai hari hujan apabila terkumpul curah hujan lebih dari sama dengan ( ≥ )
0,5 mm. Dan hari hujan tanaman jika air tersebut dapat dimanfaatkan oleh
tanaman yaitu sekitar ≥ 2,5 mm perhari. Alat yang digunakan yaitu penakar hujan
tipe hellman dengan tinggi 120 cm, luas mulut penakar 100 cm2. Didapatkan
Tinggi CH = Volume / luas mulut penakar (Contoh : terukur 200 ml atau 200 cc
maka CH = 200 cm3 / 100 cm2=2cm=20mm) (Wildan,2011)
Pada
pengamatan, diperoleh curah hujan yang bervariasi
ada yang 0 ml dan ada yang 18, 40 ,bahkan 380 ml. banyaknya air dalam penakar
hujan ditentukan oleh cuaca hari sebelum dilakukan pengamantan apakah sedang
ada hujan atau tidak. Jika 0 ml berarti sebelum pengamatan tidak ada hujan. Dan
jika 18,40,380 ml berarti sehari sebelim pengamatan turun hujan yang cukup
deras. Rata- rata curah hujan selama 3 minggu pengamatan adalah 29,96 ml
2.
Angin
Angin
merupakan gerakan atau perpindahan dari suatu massa udara dari satu tempat ke
tempat lain secara horisontal. Yang dimaksud dengan massa udara yaitu udara
dalam ukuran yang sangat besar yang mempunyai sifat fisik (temperatur dan kelembaban)
yang seragam dalam arah yang horisontal. Kecepatan angin sangat
berpengaruh terhadap vegetasi tanaman dan daerah di sekitarnya. Pengaruh angin
pada tanaman antara lain dapat meningkatkan laju transpirasi, karena dengan
kecepatan angin yang tinggi disertai dengan suhu tinggi dan kelembaban rendah
maka akan ada pemasukan CO2 sehingga laju transpirasinya tinggi. Untuk
menentukan arah angin diperlukan alat penunjuk angin yang disebut Wind Vane.
Posisi vane yang menunjukkan arah angin dapat dilihat dengan mudah dan
sekaligus dapat dicatat arah angin pada waktu itu. Pada saat pengamatan arah
angin menunjukkan ke arah barat laut. Kecepatan angin diukur dengan alat yang
disebut anemometer.
Di
stasiun-stasiun Klimatologi, pengamatan kecepatan angin biasanya dipasang pada
ketinggian 2 m. Nilai dari kecepatan angin diperoleh dengan menghitung selisih
antara skala awal dan skala akhir yang ada pada anemometer.
Pada pengamatan, diperoleh rata-rata kecepatan angin yaitu 441246. Kecepatan angin dipengaruhi oleh
berbagai faktor antara lain :
·
Gradien barometer, yaitu perbedaan
tekanan udara antara dua isobar yang berjarak 1°. Makin besar nilai gradien,
maka semakin besar kecepatan angin.
·
Ketinggian tempat, makin tinggi posisi
suatu tempat kecepatan angin semakin besar dan makin renday posisi suatu tempat
kecepatan angin semakin kecil.
·
Tinggi lintang, semakin tinggi letak
lintang suatu tempat maka kecepan anginnya semakin kecil, dan sebalikny
3.
Suhu
Suhu udara pada praktikum ini diukur
dengan menggunakan termometer bola basah, termometer bola kering, termometer
maksimum dan termometer minimum. Termometer bola basah dan bola kering dapat
digunakan untuk menentukan kelembaban relatif secara tidak langsung karena
nilai kelembaban udara diperoleh dari selisih suhu yang ditunjukkan oleh
termometer bola basah dan bola kering.
Nilai rata-rata setiap pengukurn suhu
adalah Suhu maksimum = 36,76 oC, suhu minimum = 31,83 oC,
TBK= 31,84 oC dan TBB = 31,07 oC
Suhu rata-rata harian terendah terjadi
di pagi hari dan tertinggi (maksimum) setelah siang hari atau setelah insolasi
maksimum. Naik turunnya suhu udara dalam waktu satu hari disebut siklus harian.
Siklus tersebut akibat dari perbandingan antara matahari dengan radiasi bumi
yang diradiasikan ke atmosfer setiap saat dalam waktu satu hari.
Contoh
perhitungan suhu udara pada termometer bola basah 32,2,° C sedangkan pada
termometer bola kering 32,8° C, sehingga selisih antara thermometer bola basah
dan bola kering adalah Selisih BK-BB=
32,8 - 32,2= 0,6° C.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari hasi praktikum dapat disimpulkan:
1.
Curah hujan adalah jumlah air hujan yang
jatuh di permukaan tanah selama periode tertentu yang diukur dalam satuan
tinggi diatas permukaan horizontal apabila tidak terjadi penghilangan oleh
proses evaporasi, pengaliran dan peresapan.
2.
Pada pengamatan, diperoleh curah hujan yang bervariasi ada yang 0 ml dan
ada yang 18, 40 ,bahkan 380 ml. banyaknya air dalam penakar hujan ditentukan
oleh cuaca hari sebelum dilakukan pengamantan apakah sedang ada hujan atau
tidak. Jika 0 ml berarti sebelum pengamatan tidak ada hujan. Dan jika 18,40,380
ml berarti sehari sebelim pengamatan turun hujan yang cukup deras. Rata- rata
curah hujan selama 3 minggu pengamatan adalah 29,96 ml
3.
Kecepatan
angin adalah jarak yang ditempuh oleh angin dalam persatuan waktu. Kecepatan
angina dinyatakan dalam dalam km/jam dan m/dtk.
rata-rata
kecepatan angin yang diperoleh yaitu 441246. Kecepatan angin dipengaruhi oleh
berbagai faktor antara lain : Gradien , Ketinggian tempat, dan Tinggi lintang.
4.
Nilai rata-rata setiap pengukurn suhu
adalah Suhu maksimum = 36,76 oC, suhu minimum = 31,83 oC,
TBK= 31,84 oC dan TBB = 31,07 oC
4.2 Saran
Diharapkan
setiap kali pengamatan sesuai dengan jam ditentukan yaitu pukul 13.00 dan harus teliti dalam mengamati setiap unsur-unsur cuaca agar dapat diperoleh
data yang benar,
DAFTAR
PUSTAKA
Haki.2015.Pengertian
Cuaca dan Iklim Serta Unsur-unsurnya. Di unduh dari http://ipspa.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-cuaca-dan-iklim-serta-unsur.html.
(diakses pada 30 November 2015)
Makmum.
2011. Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Tanaman. Di unduh dari http://paretmesjed.blogspot.co.id/2011/04/pengaruh-suhu-terhadap-tanamanan.html
. (diakses pada 30 November 2015)
Susanto.2012.
Termometer Bola basah Bola keing. Di unduh dari http://metkliminstrumen.blogspot.co.id/2012/08/termometer-bola-basah-dan-bola-kering.html
(diakses pada 30 November 2015)
Wildan.i.2011.
pengamatan unsur-unsur cuaca. Diunduh dari http://imaswildan.blogspot.co.id/2011/12/laporan-agroklimat-sem-2.html
(diakses pada 30 November 2015)