Sabtu, 13 Februari 2016

LAPORAN PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI PENGUKURAN SUHU UDARA DAN SUHU TANAH DI BEBERAPA VEGETASI



LAPORAN PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI
PENGUKURAN SUHU UDARA DAN SUHU TANAH DI BEBERAPA VEGETASI

Dosen pengampu :
Yulfita farni

 

Disusun Oleh:
Meida Pane (D1B014025)


PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
A.    Suhu dan Kelembaban Udara di Hutan
Suhu udara adalah derajat panas dari aktifitas molekul dalam atmosfer. Alat untuk mengukur suhu temperature atau derajat panas disebut thermometer. Dimana pada praktikum ini menggunakan thermometer bola kering dan thermometer bola basah. (arniko, 2013)
Suhu merupakan faktor lingkungan yang dapat berperan baik langsung maupun tidak langsung terhadap organisme hidup. Berperan langsung hampir pada setiap fungsi dari tumbuhan dengan mengontrol laju proses-proses kimia dalam tumbuhan tersebut, sedangkan peran tidak langsung de-ngan mempengaruhi faktor-faktor lainnya terutama suplai air. Suhu akan mempengaruhi laju evaporasi dan menyebabkan tidak saja keefektifan hujan tetapi juga laju kehilangan air dari organisme hidup.
Pengaruh suhu terhadap makhluk hidup sangat besar sehingga pertumbuhannya sangat bergantung padanya, terutama dalam kegiataanya. Contoh, tanaman memerlukan suhu tertentu, artinya tanaman itu tidak akan tumbuh dengan baik bila syarat-syaratnya tidak dipenuhi. Pengaruhnya pada proses pematangan buah adalah makin tinggi suhu makin cepat matang. Dengan suhu yang tinggi, benih akan melakukan metabolisme lebih cepat. Benih yang dibiarkan atau ditanam pada dataran atau tanah tinggi maka daya kecambahnya akan turun. Jadi, pada tanaman juga ada suhu maksimum dan suhu optimum yang diperlukannya. Suhu maksimum adalah suhu tertinggi dimana suatu tanaman masih dapat tumbuh. Suhu minimum adalah suhu terendah dimana tanaman masih dapat hidup, sedangkan suhu optimum adalah suhu yang terbaik yang dibutuhkan tanaman dimana proses pertumbuhannya dapat berjalan lancar (Kartasapoetra, 2004 dalam Sianturi 2012).

B. Suhu Tanah
Tanah adalah kumpulan benda alam di permukaan bumi, setempat-setempat dimodifikasi atau bahkan dibuat oleh manusia dari bahan bumi, mengandung gejala-gejala kehidupan dan menompang atau mampu menopang pertumbuhan tanaman diluar rumah. Tanah meliputi horison-horison tanah yang terletak di atas bahan batuan dan berbentuk sebagai hasil interaksi sepanjang waktu dari iklim, organisme hidup, bahan induk dan relief. Definisi lainnya, tanah itu adalah tubuh alam (natural body) yang terbentuk dan berkembang sebagai akibat bekerjanya gaya-gaya alam (natural forces) terhadap bahan-bahan alam (natural material) di permukaan bumi.(Anonim, 2011)
Tanah dapat dipandang sebagai campuran antara partikel, mineral, dan organik dengan berbagai ukuran dan komposisi. Suhu tanah dapat diukur dengan menggunakan alat yang dinamakan termometer tanah selubung logam. Suhu tanah ditentukan oleh panas matahari yang menyinari bumi. Intensitas panas tanah dipengaruhi oleh kedudukan permukaan yang menentukan besar sudut datang, letak garis lintang utara dan selatan dan tinggi dari permukaan laut. Sejumlah sifat tanah juga menentukan suhu tanah antara lain intensitas warna tanah, komposisi, panasienis tanah, kemampuan dan kadar legas tanah.
Salah satu fungsi tanah yang terpenting adalah tempat tumbuhnya tanaman. Akar tanaman dalam tanah menyerap kebutuhan utama tumbuhan yaitu air, nutrisi, dan oksigen. Oksigen sangat penting untuk mendukung kehidupan makhluk hidup dan memungkinkan terjadinya pembakaran bahan bakar. Nitrogen merupakan penyubur tanah. Udara juga melindungi bumi dari radiasi berbahaya yang berasal dari ruang angkasa.

Untuk mengetahui bagaimana perbedaan kelembaban relative udara pada Hutan dan mengetahui suhu tanah. serta untuk melatih para mahasiswa dalam menggunakan peralatan sederhana dalam mengukur kelembaban relatif udara, maka dilakukanlah percobaan ini.


1.2  Prinsip Teori
A.     Suhu dan Kelembaban Udara di Hutan
Hutan adalah suatu wilayah yang memiliki banyak tumbuh-tumbuhan lebat yang berisi antara lain pohon, semak, paku-pakuan, rumput, jamur dan lain sebagainya serta menempati daerah yang cukup luas. Negara Kita Indonesia memiliki kawasan hutan yang sangat luas dan beraneka ragam jenisnya dengan tingkat kerusakan yang cukup tinggi akibat pembakaran hutan, penebangan liar, dan lain sebagainya (Godam, 2012)
Suhu adalah suatu sifat fisika dari suatu benda yang menggambarkan energi Kinetik rata-rata pergerakan molekul suatu benda. Suhu dinyatakan dalam satuan derajat Celcius (oC), Fahreinheit (oF), Reamur (oR), Kelvin (oK).(Daldjumi. 1983 dalam  Hariono 2013)
Kelembaban adalah persentase kandungan uap air dalam udara. Semua uap air dalam udara itu berasal dari penguapan sedangkan penguapan itu sendiri adalah perubahan pase cair menjadi fase uap air yang ringan dan akan naik ke atmosfir . Dalam atmosfir senantiasa terdapat uap air dan kadar uap air ini selalu berubah-ubah tergantung pada temperatur  udara setempat. Meskipun uap air hanya merupakan sebagian kecil saja dari semua atmosfir kira-kira 2% dari masa seluruhnya tetapi merupakan komponen udara yang penting dari segi cuaca dan iklim. Data klimatologi untuk kelembaban udara yang umum dilaporkan adalah kelembaban relative (RH) (Mustanil, 2011 dalam Rizky, 2014)
Suhu dan kelembaban udara sangat erat hubungannya, karena jika kelembaban udara berubah, maka suhu juga akan berubah. Di musim penghujan suhu udara rendah, kelembaban tinggi, memungkinkan tumbuhnya jamur pada kertas, atau kertas menjadi bergelombang karena naik turunnya suhu udara.
Suhu udara bervariasi menurut tempat dan dari waktu ke waktu di permukaan bumi. Menurut tempat suhu udara bervariasi secara vertical dan horizontal dan menurut waktu dari jam ke jam dalam sehari, dan menurut bulanan dalam setahun. Beberapa unsure yang mempengaruhi suhu secara horizontal di permukaan bumi antara lain :
1.      Letak lintang suatu tempat.
2.      Pengaruh arus laut
3.      Distribusi antara daratan dan lautan
4.      Penyebaran suhu udara menurut waktu dapat kita kaji dalam dua pola :
5.      Pola suhu diurnal (suhu udara setiap jam selama 24 jam)
6.      Pola suhu udara rata-rata harian menurut bulanan dan tahunan.
   
Tabel kelembaban relative (RH) (%) dari suhu bola kering dan bola basah
Suhu bola kering (0C)
Selisih suhu bola kering dan bola basah (0C)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
40
100
94
88
82
76
71
66
61
56
52
47
43
39
39
100
94
88
81
76
71
65
60
55
51
46
42
38
38
100
94
88
81
76
70
65
60
54
50
45
40
37
37
100
94
88
81
75
70
64
59
54
49
44
39
36
36
100
93
87
80
75
69
64
59
53
48
43
38
35
35
100
93
87
80
74
69
63
58
52
47
42
37
33
34
100
93
87
80
74
68
62
57
51
46
41
36
32
33
100
93
86
80
73
67
62
56
50
45
40
35
31
32
100
93
86
79
73
67
61
55
50
44
39
34
30
31
100
93
86
79
73
66
60
54
49
43
38
33
29
30
100
92
85
79
72
65
59
53
48
42
37
32
27
29
100
92
85
78
71
65
59
52
47
41
36
31
25
28
100
92
85
78
71
64
58
51
45
40
34
29
23
27
100
92
84
77
70
63
57
50
44
38
32
27
22
26
100
92
84
77
70
63
56
49
43
37
31
26
20
25
100
92
84
76
69
62
55
48
42
36
30
24
18
24
100
91
83
76
68
61
54
47
40
34
28
22
16
23
100
90
83
75
67
60
53
45
38
32
26
20
14
22
100
90
82
74
67
59
52
44
37
31
24
18
12
21
100
90
82
73
66
58
50
43
36
29
22
16
9
20
100
90
82
73
65
57
49
41
34
27
20
13
6
19
100
90
81
72
64
55
47
39
32
24
17
10

18
100
90
81
71
63
54
45
37
30
21
14
7

17
100
90
80
71
62
53
44
36
28
19
12


16
100
89
80
70
60
51
42
34
25
17
9


15
100
89
80
70
59
49
40
31
23
14
6



B.      Suhu Tanah
Suhu tanah merupakan hasil dari keseluruhan radiasi yang merupakan kombinasi emisi panjang gelombang dan aliran panas dalam tanah. Suhu tanah juga disebut intensitas panas dalam tanah dengan satuan derajat Celcius, derajat Fahrenheit, derajat Kelvin dan lain-lain(Nurtanfita, 2011)
Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu tanah:
a.       Faktor lingkunagn
·         Radiasi matahari
·         Radiasi dari awan
·         Konduksi panas dari atmosfer
·         Kondensasi
·         Penguapan
·         Curah hujan
·         Vegetasi
b.      Faktor tanah
·         Keterhantaran dan difusivitas panas
·         Kapasitas panas
·         Aktifitas biologis
·         Radiasi dari matahari
·         Struktur, tekstur dan kelembaban
·         Garam-garam terlaru
Suhu tanah beraneka ragam dengan cara khas pada perhitungan harian dan musiman. Fluktasi terbesar dipermukaan tanah dan akan berkurang dengan bertambahnya kedalaman tanah. Kelembapan waktu musiman yang jelas terjadi, karena suhu tanah musiman lambat bantuk fluktasi suhu pada peralihan suhu diudara atau dibawah tanah yang lebih besar. Suhu total untuk semalam tanaman mungkin terjadi pada tengah hari. Dibawah 6 inch atau 15 inch terdapat variasi harian pada suhu tanah (Sostrodarsono, 2006 dalam Anonim 2011)
Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika nomor: SK.32/TL.202/KB/BMG-2006. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu tanah berumput dan gundul yaitu termometer tanah. Satuannya derajat Celcius. Pengukuran suhu tanah umumnya dilakukan pada kedalaman  0 cm, 2 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm dan 100 cm. Untuk mungukur suhu tanah pada kedalaman kurang dari 50 cm dipakai termometer tanah yang dibengkokkan dan skalanya menghadap ke atas sehingga mudah dibaca tanpa mengganggu termometernya. (Nurtanfita, 2011)

1.3 Tujuan Praktikum
            Tujuan yang akan dicapai pada percobaan ini adalah :
  1. Untuk mengetahui perbedaan kelembaban relatif udara pada tempat / lokasi Hutan yang berbeda.
  2. Untuk mengetahui tanah pada beberapa tempat
  3. Untuk melatih keterampilan mahasiswa dalam membaca dan mengoperasikan peralatan sederhana dalam mengukur suhu udara dan suhu tanah

BAB II
METODOLOGI PRAKTIKUM

2.1     Waktu dan Tempat
            Praktikum dengan Judul “Pengukuran Suhu Udara dan Suhu Tanah di Beberapa Tempat” dilaksanakan pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai pada tanggal 11 November 2015 di Hutan UNJA, Hutan Belakang Balairung dan Hutan Fakultas Peternakan, serta Lapanagn Terbuka dan Dirusunawa Universitas Jambi.

3.2         Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
No
Suhu Udara di Hutan
Suhu Tanah
1
Termometer Bola Basah Dan Termometer Bola Kering
Termometer Suhu Tanah Digital
2
Tiang penyangga (Bambu)
Penggaris
3
Payung
Alat Pelobang Tanah
4
Stopwatch
Alat Tulis
5
Tali Rapia

6
Kapas

7
Table RH

8
Air mineral


1.3  Prosedur Percobaan
A.    Suhu dan Kelembaban Udara di Hutan
Prosedur Kerja yang dialakukan pada praktikum mengukur suhu dan kelembaban di hutan adalah:
1.      Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum.
  1. Membuat penyangga berbentuk +. sebagai tempat gantungan thermometer Bola Basah dan Termometer bola Kering
  2. Diikat payung keatas tiang penyangga dan diikat menggunakan tali rafia.
  3. Mengikatt thermometer bola kering dan thermometer bola basah pada bagian kiri dan kanan penyangga sepanjang 1,5 meter.
  4. Membungkus thermometer bola basah dengan kapas dan di ikat kemudian ditetesi dengan air mineral.
  5. Meletakkan tongkat yang telah siap dengan thermometer di beberapa hutan yang ingin diketahui suhu dan kelembapann udaranya, yaitu di Hutan dekat Unja, Di huan belakang Balairung dan di Hutan Samping Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Dengan waktu 10 menit, dengan 3x percobaan pada setiap hutan.
  6. catat  hasil perubahan dalam setiap 1 x 10 menit pada setiap tempat dengan 3 kali percobaan, setiap 1 kali pengulangan thermometer bola basah di tetesi tengan air mineral.

B.     Suhu Tanah
Prosedur Kerja yang dialakukan pada praktikum mengukur suhu Tanah adalah:
1.      Siapkan  thermometer  Tanah Digital.
2.      Pilih  tempat yang ingin diukur. Untuk menghindari kemungkinan alat rusak, maka pilih lahan yang bertanah gembur agar mudah menanamkan alat atau gali tanah lebih dulu, masukkan alat, kemudian bagian alat yang terbenam ditimbun.
3.      Ukur suhu tepat dipermukaan tanah (0 cm),  5 cm dan 10 cm dari permukaan tanah
4.      Catat  perubahan suhu yang terjadi pada setiap perbedaan kedalaman Tanah.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

1.1        Hasil
Berikut merupakan data hasil praktikum “Pengukuran Suhu & Kelembaban Udara Di Hutan Serta Suhu Tanah”dengan menggunakan termometer bola basah dan termometer bola kering serta Alat pengukur suhu Tanah Digital.
A.    Suhu dan Kelembaban Udara di Hutan
*      Pengamatan Suhu dan Kelembaban di Hutan UNJA
Waktu
Bola kering (0C)
Bola Basah
 (0C)
Selisih
(BK-BB)
Kelembaban (%)
10 menit
30
28
2
85
20 menit
30
28
2
85
30 menit
30
26
4
72
Rata-Rata
30
27,33
2,67
80,66

*      Pengamatan Suhu dan Kelembaban di Hutan Belakang Balairung
Waktu
Bola kering (0C)
Bola Basah
(0C)
Selisih
(BK-BB)
Kelembaban (%)
10 menit
31
26
5
66
20 menit
31
26
5
66
30 menit
31
26
5
66
Rata - Rata
31
26
5
66

*      Pengamatan Suhu dan Kelembaban di Hutan Fakultas Peternakan
Waktu
Bola Kering (0C)
Bola Basah
(0C)
Selisih
(BK-BB)
Kelembaban (%)
10 menit
30
27
3
79
20 menit
31
27
4
73
30 menit
30
26
3
79
Rata-Rata
30,33
26,67
33,3
77

B.     Suhu Tanah
*      Tabel Pengamatan Suhu Tanah Diberbagai Tempat
Ketinggian
Suhu (0C)
Lapangan terbuka
Dirusunawa
0 cm
36,6  0C
34,4  0C
5 cm
35, 7 0C
33,5  0C
10 cm
34,7  0C
33,4 0C
15 cm
34,4  0C
32,9 0C
Rata-rata
35,35  0C
34,05  0C

2.2 Pembahasan
A.    Suhu dan Kelembaban Udara di Hutan
Suhu udara adalah derajat panas dari aktifitas molekul dalam atmosfer. Alat untuk mengukur suhu temperature atau derajat panas disebut thermometer. Dimana pada praktikum ini menggunakan thermometer bola kering dan thermometer bola basah.
Untuk menentukan kelembaban relative (%) dari suhu bola kering dan suhu bola basah adalah dengan melihat tabel pada penuntun praktikum,dengan rumus  :
% Kelembaban Relatif  = Suhu Bola Kering – Suhu Bola Basah

*      Pengamatan Suhu dan Kelembaban pada Hutan Unja
Suhu & Kelembaban di Hutan Unja
Pengulanagn Pertama
Pengulangan Kedua
Pengulaman
% Kelembaban = TBK – TBB
                        = 30 – 28
                        = 2
Kelembaban = 85 %
% Kelembaban = TBK – TBB
                        = 30 – 28
                        = 2
Kelembaban = 85 %
% Kelembaban = TBK – TBB
                        = 30 – 26
                        = 4
Kelembaban = 72 %



*      Pengamatan Suhu dan Kelembaban di Belakang Balairung
Suhu & Kelembaban di Hutan Unja
Pengulanagn Pertama
Pengulangan Kedua
Pengulaman
% Kelembaban = TBK – TBB
                        = 31 – 26
                        = 5
Kelembaban = 66 %
% Kelembaban = TBK – TBB
                        = 31 – 26
                        = 5
Kelembaban = 66 %
% Kelembaban = TBK – TBB
                        = 31 – 26
                        = 5
Kelembaban = 66 %

*      Pengamatan Suhu dan Kelembaban di Hutan Fakultas Peternakan
Suhu & Kelembaban di Hutan Unja
Pengulanagn Pertama
Pengulangan Kedua
Pengulaman
% Kelembaban = TBK – TBB
                        = 30 – 27
                        = 3
Kelembaban = 79 %
% Kelembaban = TBK – TBB
                        = 31 – 27
                        = 4
Kelembaban = 73 %
% Kelembaban = TBK – TBB
                        = 30 – 26
                        = 3
Kelembaban = 79 %

Dari data hasil pengamatan bahwa data yang diperoleh dari termometer bola kering (TBK) dan termometer  bola basah (TBB) berbeda. Dengan  3 kali ulangan  dan dengan selang waktu 10 menit. Pengukuran dilakukan hutan Unja, lahan hutan belakang balairung, dan hutan fakultas petrrnakan.
Hasil pengukuran suhu dan kelembapan udara pada berbagai hutan yang berbeda  didapat rata-rata kelembaban udara di atas 60%.Hal ini sesuai dengan literatur dari Housenbuiller (2000 dalam sianturi 2012) yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi suhu juga sangat erat dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kelembapan udara dalam berbagai hubungan yaitu :
1.      Pengaruh tanah dan air, semakin banyak jumlah uap air baik diudara maupun didalam tanah, maka kelembapan akan semakin tinggi.
2.      Ada atau tidaknya vegetasi, semakin rapatnya jarak antara vegetasi maka kelembaban makin tinggi,namun suhu akan menjadi sangat rendah.
3.      Pengaruh ketinggian tempat, semakin tingginya suatu tempat maka suhu ditempat tersebut akan semakin rendah dan kelembapan udara semakin tinggi.
4.      Pengaruh aktivitas manusia dipersemaian terbuka.
Dari hasil percobaan yang dilakukan pada  hutan, dapat kita lihat bahwa pada TBK suhu tidak mengalami penurunan dari 3x perobaan di hutan unja dan hutan belakang Balairung. Dan pada hutan Fakultas Peternakan Pada ulanagn kedua suhu mengalami kenaikan dan pada ulangan ke kita suhu kembali turun. Sedangkan TBB di hutan Unja dan hutan Fakultas peternakan  pada ulangan ketiga suhu turun, dan hutan di belakang Balairung dari ulangan 1 sampai 3 suhu tetap sama.  Artinya suhu mengalami penurun dan sebaliknya kelembaban akan meningkat. Hal ini sesuai pernyataan Guslim (2007) yang menyatakan bahwa suhu berbanding terbalik dengan kelembaban. Jika suhu tinggi maka kelembaban akan rendah, begitu pula sebaliknya.
Dari hasil pengukuran suhu dan kelembapan udara pada berbagai hutan yang berbeda dapat dinyatakan bahwa suhu dan kelembabannya berbeda-beda. Hal ini dapat dibuktikan dari pengukuran yang telah dilakukan di Hutan unja, Hutan belakang balairung, Dan hutan fakultas Peternakan.
B.     Suhu Tanah
Pengukuran suhu tanah dilakukan pada lokasi serta kedalaman tanah yang berbeda. Pengukuran suhu tanah menggunakan alat yang dinamakan thermometer tanah, denagn cara memasukkan kaki thermometer kedalam tanah, sesuai dengan beberaa kedalaman yang ingin di ukur.
Pada pengukuran di atas  suhu tanah, hasil pengukuran suhu tanah di tempat yang terbuka ternyata berbeda dengan hasil pengukuran suhu tanah  di tempat yang bervegetasi (Dirusunawa). Kawasan tempat terbuka dan tanah bervegetasi  diperoleh hasil pengamatan. Pada Lapangan terbuka dengan kedalaman 0 cm 5cm, 10cm dan 15 cm diperoleh data yang beraturan. Dimana semakin dalam tanah, maka suhu mengalami perubahan ( semakin menurun). Hal ini menunjukkan bahwa pengamatan yang, yakni 36,60C  ; 35,7 0C  ; 34,70C  ; 34,40C. dengan rata-rata suhunya adalah 35,35 0C.
Sedangkan pada lahan bervegetsi (Dirusunawa) diperoleh secara berturut-turut sama halnya dengan lapangan terbuka, hal demikian ditemukan pada data suhu tanah. Pada kedalaman 0 cm, 5cm, 10cm dan 15 cm diperoleh data yang beraturan. Dimana semakin dalam tanah, maka suhu semakin rendah. Hal ini menunjukkan bahwa pengamatn sesuai dengan sifat fluktuasi tanah. Data yang diperoleh secara berturut-turut, yakni 34,40C   ;  33,50C  ; 33,40C  ; 32,90C  dengan rata-rata suhunya adalah 34,050C .  Kedua lahan tersebut memiliki suhu yang berbeda disebabkan karena adanya perbedaan jumlah cahaya/ panas yang masuk pada lahan tersebut.
Terjadinya perbedaan suhu udara dan tanah pada dua lokasi disebabkan karena adaya faktor lingkungan yang mempengaruhi suhu. Pada tempat  terbuka suhu tanah sangat tinggi karena di pengaruhi oleh sinar radiasi matahari sedangkan pada tempat/lahan tertutup radiasi  yang masuk ke permukaan tanah sangat kurang sekali karena ditutupi oleh daun yang merambat sehingga suhu tanah sangat lambat Dan karena permukaan tanah menerima radiasi secara langsung dan energinya paling besar. Lalu radiasi matahari tersebut ada yang dipantulkan/direfleksikan dan ada yang diserap/diteruskan kedalam tanah yang jumlah energinya semakin kedalam semakin kecil, sehingga suhu dipermukaan tanah yang paling tinggi baik ditempat terbuka maupun di tempat yang ternaungi.
Selain perbedaan lokasi suhu juga dipengaruhi oleh waktu yaitu antara pagi hari dan sore hari. Biasaya dipagi hari suhu tanah sangat rendah karena sinar matahari yang sampai kebumi tidak begitu panas dan juga kelembapan tanah masih basah. Sedangkan pada sore hari suhu tanah meningkat karena sinar matahari yang disampaikan kebumi sangat tinggi sekali pada waktu jam 2 siang dan tidak ada lagi kelembapan tanah karena semua sudah kering diserap oleh panas matahari menjadi partikel-partikel kecil yang akan membentuk awan.


BAB IV
PENUTUP
4.1  Kesimpulan
A.    Suhu dan Kelembaban Udara di Hutan
Dari hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa:
1.      Suhu pada bola basah lebih rendah dari pada suhu pada bola kering karena pada suhu bola basah selalu ditetesi air dan diberi kapas yang menghalangi sinar matahari langsung ke alat sedangkan pada bola kering tidak..
2.      Hasil pengukuran suhu dan kelembapan udara pada berbagai hutan yang berbeda  didapat rata-rata kelembaban udara di atas 60%.
3.      Jika suhu mengalami penurun dan sebaliknya kelembaban akan meningkat. Hal ini sesuai pernyataan Guslim (2007) yang menyatakan bahwa suhu berbanding terbalik dengan kelembaban. Jika suhu tinggi maka kelembaban akan rendah, begitu pula sebaliknya

B.     Suhu Tanah
Dari hasil pengukuran dapat disimpulkan :
1.      Pengukuran suhu tanah dilakukan pada lokasi serta kedalaman tanah yang berbeda. Pengukuran suhu tanah menggunakan alat yang dinamakan thermometer tanah, denagn cara memasukkan kaki thermometer kedalam tanah, sesuai dengan beberaa kedalaman yang ingin di ukur.
2.      Hasil pengukuran suhu tanah di tempat yang terbuka ternyata berbeda dengan hasil pengukuran suhu tanah  di tempat yang bervegetasi (Dirusunawa) dengan rata-rata Suhu di tanah lapangan terbuka adalah 35,35 0C. sedangkan Rata-rata Suhu di tanah bervegetasi adalah 34,050C
3.      Kedua lahan tersebut memiliki suhu yang berbeda disebabkan karena adanya perbedaan jumlah cahaya/ panas yang masuk pada lahan tersebut.

4.2 Saran
Harus adanya keseriusan dan ketelitian terutama pada saat menentukan titik d Basah and wet suhu pada thermometer.  Dan Pada saat melaksanakan praktikum thermometer jangan sampai terkena cahaya matahari secara langsung, karena hal ini juga akan dapat mempengaruhi hasil praktikum tidak optimum. Serta jumlah thermometer ditambah agar memudahkan mahasiswa dalam melakukan praktikum.





DAFTAR PUSTAKA
Arniko 2013, Penetapan Suhu Dan Kelembaban Di Beberapa Permukaan Bervegetasi. Di unduh dari https://weldyarnikhosiregar.wordpress.com/laporan-kuliah-2/laporan-agroklimatologi/penetapan-suhu-dan-kelembaban-di-beberapa-permukaan-bervegetasi/ ( diakses pada 13 November 2015)
Godam, 2012. Pengertian Hutan, Manfaat Hutan & Yang Mempengaruhi Persebaran Hutan Di Unduh Dari  http://www.organisasi.org/1970/01/pengertian-hutan-manfaat-hutan-yang-mempengaruhi-persebaran-hutan.html ( diakses pada 13 November 2015)

HAriono, 2013. Laporan Praktikum Agroklimatologi Pengukuran Suhu Tanah. Di unduh dari. Di unduh dari https://onoe21.wordpress.com/laporan-agroklimatologi-tentang-stasiun-klimatologi/pengukuran-suhu-tanah/ (diakses pada 13 November 2015)

Nurtafita. S. 2011. Suhu Tanah. Di unduh dari http://nitanurtafita.blogspot.co.id/2011/10/suhu-tanah.html. (diakses pada 13 November 2015)

 

Sianturi R. 2012. Pengukuran Suhu Dan Kelembaban Udara Di Berbagai VegetasiDi unduh dari https://onoe21.wordpress.com/laporan-agroklimatologi-tentang-stasiun-klimatologi/pengukuran-suhu-dan-kelembaban-udara-di-berbagai-vegetasi/ (Diakses pada, 13 November 2015)
Syaiful, 2012. Pengaruh Suhu Terhadap Tumbuhan. Di unduh dari http://semutuyet.blogspot.co.id/2012/11/pengaruh-suhu-terhadap-tumbuhan.html (Diakses pada, 13 November 2015)
Waykambas, 2012. Iklim suhu dan kelembaban. di unduh dari http://way-kambas.blogspot.co.id/2012/05/iklim.html ( diakses pada 13 November 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar