LAPORAN
PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI
PENGUKURAN
SUHU UDARA DAN SUHU TANAH DI BEBERAPA VEGETASI
Dosen
pengampu :
Yulfita
farni
Disusun
Oleh:
Meida
Pane (D1B014025)
PROGRAM
STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
A.
Suhu dan Kelembaban Udara di Hutan
Suhu udara adalah derajat panas dari aktifitas molekul dalam
atmosfer. Alat untuk mengukur suhu temperature atau derajat panas disebut
thermometer. Dimana pada praktikum ini menggunakan thermometer bola kering dan
thermometer bola basah. (arniko, 2013)
Suhu merupakan faktor lingkungan yang dapat berperan baik
langsung maupun tidak langsung terhadap organisme hidup. Berperan langsung
hampir pada setiap fungsi dari tumbuhan dengan mengontrol laju proses-proses
kimia dalam tumbuhan tersebut, sedangkan peran tidak langsung de-ngan
mempengaruhi faktor-faktor lainnya terutama suplai air. Suhu akan mempengaruhi
laju evaporasi dan menyebabkan tidak saja keefektifan hujan tetapi juga laju
kehilangan air dari organisme hidup.
Pengaruh suhu terhadap makhluk hidup sangat besar sehingga
pertumbuhannya sangat bergantung padanya, terutama dalam kegiataanya. Contoh,
tanaman memerlukan suhu tertentu, artinya tanaman itu tidak akan tumbuh dengan
baik bila syarat-syaratnya tidak dipenuhi. Pengaruhnya pada proses pematangan
buah adalah makin tinggi suhu makin cepat matang. Dengan suhu yang tinggi,
benih akan melakukan metabolisme lebih cepat. Benih yang dibiarkan atau ditanam
pada dataran atau tanah tinggi maka daya kecambahnya akan turun. Jadi, pada
tanaman juga ada suhu maksimum dan suhu optimum yang diperlukannya. Suhu
maksimum adalah suhu tertinggi dimana suatu tanaman masih dapat tumbuh. Suhu
minimum adalah suhu terendah dimana tanaman masih dapat hidup, sedangkan suhu
optimum adalah suhu yang terbaik yang dibutuhkan tanaman dimana proses
pertumbuhannya dapat berjalan lancar (Kartasapoetra, 2004 dalam Sianturi 2012).
B.
Suhu Tanah
Tanah adalah
kumpulan benda alam di permukaan bumi, setempat-setempat dimodifikasi atau
bahkan dibuat oleh manusia dari bahan bumi, mengandung gejala-gejala kehidupan
dan menompang atau mampu menopang pertumbuhan tanaman diluar rumah. Tanah
meliputi horison-horison tanah yang terletak di atas bahan batuan dan berbentuk
sebagai hasil interaksi sepanjang waktu dari iklim, organisme hidup, bahan
induk dan relief. Definisi lainnya, tanah itu adalah tubuh alam (natural body)
yang terbentuk dan berkembang sebagai akibat bekerjanya gaya-gaya alam (natural
forces) terhadap bahan-bahan alam (natural material) di permukaan bumi.(Anonim, 2011)
Tanah dapat dipandang sebagai campuran antara partikel, mineral, dan
organik dengan berbagai ukuran dan komposisi. Suhu tanah dapat diukur dengan
menggunakan alat yang dinamakan termometer tanah selubung logam. Suhu tanah
ditentukan oleh panas matahari yang menyinari bumi. Intensitas panas tanah
dipengaruhi oleh kedudukan permukaan yang menentukan besar sudut datang, letak
garis lintang utara dan selatan dan tinggi dari permukaan laut. Sejumlah sifat
tanah juga menentukan suhu tanah antara lain intensitas warna tanah, komposisi,
panasienis tanah, kemampuan dan kadar legas tanah.
Salah satu fungsi tanah yang terpenting adalah tempat tumbuhnya tanaman.
Akar tanaman dalam tanah menyerap kebutuhan utama tumbuhan yaitu air, nutrisi,
dan oksigen. Oksigen sangat penting untuk mendukung kehidupan makhluk hidup dan
memungkinkan terjadinya pembakaran bahan bakar. Nitrogen merupakan penyubur
tanah. Udara juga melindungi bumi dari radiasi berbahaya yang berasal dari
ruang angkasa.
Untuk
mengetahui bagaimana perbedaan kelembaban relative udara pada Hutan dan
mengetahui suhu tanah. serta untuk melatih para mahasiswa dalam menggunakan
peralatan sederhana dalam mengukur kelembaban relatif udara, maka dilakukanlah
percobaan ini.
1.2 Prinsip
Teori
A. Suhu dan
Kelembaban Udara di Hutan
Hutan adalah suatu wilayah yang memiliki banyak
tumbuh-tumbuhan lebat yang berisi antara lain pohon, semak, paku-pakuan,
rumput, jamur dan lain sebagainya serta menempati daerah yang cukup luas.
Negara Kita Indonesia memiliki kawasan hutan yang sangat luas dan beraneka
ragam jenisnya dengan tingkat kerusakan yang cukup tinggi akibat pembakaran
hutan, penebangan liar, dan lain sebagainya (Godam, 2012)
Suhu adalah suatu sifat fisika dari suatu benda yang menggambarkan
energi Kinetik rata-rata pergerakan molekul suatu benda. Suhu dinyatakan dalam
satuan derajat Celcius (oC), Fahreinheit (oF), Reamur (oR), Kelvin (oK).(Daldjumi. 1983 dalam Hariono 2013)
Kelembaban
adalah persentase kandungan uap air dalam udara. Semua uap air dalam udara itu
berasal dari penguapan sedangkan penguapan itu sendiri adalah perubahan pase
cair menjadi fase uap air yang ringan dan akan naik ke atmosfir . Dalam
atmosfir senantiasa terdapat uap air dan kadar uap air ini selalu berubah-ubah
tergantung pada temperatur udara setempat. Meskipun uap air hanya
merupakan sebagian kecil saja dari semua atmosfir kira-kira 2% dari masa
seluruhnya tetapi merupakan komponen udara yang penting dari segi cuaca dan
iklim. Data klimatologi untuk kelembaban udara yang umum dilaporkan adalah
kelembaban relative (RH) (Mustanil, 2011 dalam Rizky, 2014)
Suhu dan kelembaban udara sangat erat hubungannya, karena
jika kelembaban udara berubah, maka suhu juga akan berubah. Di musim penghujan
suhu udara rendah, kelembaban tinggi, memungkinkan tumbuhnya jamur pada kertas,
atau kertas menjadi bergelombang karena naik turunnya suhu udara.
Suhu
udara bervariasi menurut tempat dan dari waktu ke waktu di permukaan bumi.
Menurut tempat suhu udara bervariasi secara vertical dan horizontal dan menurut
waktu dari jam ke jam dalam sehari, dan menurut bulanan dalam setahun. Beberapa
unsure yang mempengaruhi suhu secara horizontal di permukaan bumi antara lain :
1. Letak lintang suatu tempat.
2. Pengaruh arus laut
3. Distribusi antara daratan dan lautan
4. Penyebaran suhu udara menurut waktu
dapat kita kaji dalam dua pola :
5. Pola suhu diurnal (suhu udara setiap
jam selama 24 jam)
6. Pola suhu udara rata-rata harian
menurut bulanan dan tahunan.
Tabel kelembaban relative (RH)
(%) dari suhu bola kering dan bola basah
|
Suhu
bola kering (0C)
|
Selisih suhu bola kering dan bola basah (0C)
|
||||||||||||
|
0
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
|
|
40
|
100
|
94
|
88
|
82
|
76
|
71
|
66
|
61
|
56
|
52
|
47
|
43
|
39
|
|
39
|
100
|
94
|
88
|
81
|
76
|
71
|
65
|
60
|
55
|
51
|
46
|
42
|
38
|
|
38
|
100
|
94
|
88
|
81
|
76
|
70
|
65
|
60
|
54
|
50
|
45
|
40
|
37
|
|
37
|
100
|
94
|
88
|
81
|
75
|
70
|
64
|
59
|
54
|
49
|
44
|
39
|
36
|
|
36
|
100
|
93
|
87
|
80
|
75
|
69
|
64
|
59
|
53
|
48
|
43
|
38
|
35
|
|
35
|
100
|
93
|
87
|
80
|
74
|
69
|
63
|
58
|
52
|
47
|
42
|
37
|
33
|
|
34
|
100
|
93
|
87
|
80
|
74
|
68
|
62
|
57
|
51
|
46
|
41
|
36
|
32
|
|
33
|
100
|
93
|
86
|
80
|
73
|
67
|
62
|
56
|
50
|
45
|
40
|
35
|
31
|
|
32
|
100
|
93
|
86
|
79
|
73
|
67
|
61
|
55
|
50
|
44
|
39
|
34
|
30
|
|
31
|
100
|
93
|
86
|
79
|
73
|
66
|
60
|
54
|
49
|
43
|
38
|
33
|
29
|
|
30
|
100
|
92
|
85
|
79
|
72
|
65
|
59
|
53
|
48
|
42
|
37
|
32
|
27
|
|
29
|
100
|
92
|
85
|
78
|
71
|
65
|
59
|
52
|
47
|
41
|
36
|
31
|
25
|
|
28
|
100
|
92
|
85
|
78
|
71
|
64
|
58
|
51
|
45
|
40
|
34
|
29
|
23
|
|
27
|
100
|
92
|
84
|
77
|
70
|
63
|
57
|
50
|
44
|
38
|
32
|
27
|
22
|
|
26
|
100
|
92
|
84
|
77
|
70
|
63
|
56
|
49
|
43
|
37
|
31
|
26
|
20
|
|
25
|
100
|
92
|
84
|
76
|
69
|
62
|
55
|
48
|
42
|
36
|
30
|
24
|
18
|
|
24
|
100
|
91
|
83
|
76
|
68
|
61
|
54
|
47
|
40
|
34
|
28
|
22
|
16
|
|
23
|
100
|
90
|
83
|
75
|
67
|
60
|
53
|
45
|
38
|
32
|
26
|
20
|
14
|
|
22
|
100
|
90
|
82
|
74
|
67
|
59
|
52
|
44
|
37
|
31
|
24
|
18
|
12
|
|
21
|
100
|
90
|
82
|
73
|
66
|
58
|
50
|
43
|
36
|
29
|
22
|
16
|
9
|
|
20
|
100
|
90
|
82
|
73
|
65
|
57
|
49
|
41
|
34
|
27
|
20
|
13
|
6
|
|
19
|
100
|
90
|
81
|
72
|
64
|
55
|
47
|
39
|
32
|
24
|
17
|
10
|
|
|
18
|
100
|
90
|
81
|
71
|
63
|
54
|
45
|
37
|
30
|
21
|
14
|
7
|
|
|
17
|
100
|
90
|
80
|
71
|
62
|
53
|
44
|
36
|
28
|
19
|
12
|
||
|
16
|
100
|
89
|
80
|
70
|
60
|
51
|
42
|
34
|
25
|
17
|
9
|
||
|
15
|
100
|
89
|
80
|
70
|
59
|
49
|
40
|
31
|
23
|
14
|
6
|
||
B. Suhu
Tanah
Suhu tanah merupakan hasil dari keseluruhan radiasi yang merupakan
kombinasi emisi panjang gelombang dan aliran panas dalam tanah. Suhu tanah juga
disebut intensitas panas dalam tanah dengan satuan derajat Celcius, derajat
Fahrenheit, derajat Kelvin dan lain-lain(Nurtanfita, 2011)
Faktor-faktor
yang mempengaruhi suhu tanah:
a. Faktor lingkunagn
·
Radiasi matahari
·
Radiasi dari awan
·
Konduksi panas dari atmosfer
·
Kondensasi
·
Penguapan
·
Curah hujan
·
Vegetasi
b. Faktor tanah
·
Keterhantaran dan difusivitas panas
·
Kapasitas panas
·
Aktifitas biologis
·
Radiasi dari matahari
·
Struktur, tekstur dan kelembaban
·
Garam-garam terlaru
Suhu tanah beraneka ragam dengan cara khas pada perhitungan
harian dan musiman. Fluktasi terbesar dipermukaan tanah dan akan berkurang
dengan bertambahnya kedalaman tanah. Kelembapan waktu musiman yang jelas
terjadi, karena suhu tanah musiman lambat bantuk fluktasi suhu pada peralihan
suhu diudara atau dibawah tanah yang lebih besar. Suhu total untuk semalam
tanaman mungkin terjadi pada tengah hari. Dibawah 6 inch atau 15 inch terdapat
variasi harian pada suhu tanah (Sostrodarsono, 2006 dalam Anonim 2011)
Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika nomor:
SK.32/TL.202/KB/BMG-2006. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu tanah
berumput dan gundul yaitu termometer tanah. Satuannya derajat
Celcius. Pengukuran suhu tanah umumnya dilakukan pada kedalaman 0
cm, 2 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm dan 100 cm. Untuk mungukur suhu tanah pada
kedalaman kurang dari 50 cm dipakai termometer tanah yang dibengkokkan dan
skalanya menghadap ke atas sehingga mudah dibaca tanpa mengganggu
termometernya.
(Nurtanfita, 2011)
1.3
Tujuan Praktikum
Tujuan yang akan dicapai pada
percobaan ini adalah :
- Untuk mengetahui perbedaan kelembaban relatif udara pada tempat / lokasi Hutan yang berbeda.
- Untuk mengetahui tanah pada beberapa tempat
- Untuk melatih keterampilan mahasiswa dalam membaca dan mengoperasikan peralatan sederhana dalam mengukur suhu udara dan suhu tanah
BAB II
METODOLOGI PRAKTIKUM
2.1 Waktu dan Tempat
Praktikum dengan Judul “Pengukuran
Suhu Udara dan Suhu Tanah di Beberapa Tempat” dilaksanakan pukul 13.00 WIB
sampai dengan selesai pada tanggal 11 November 2015 di Hutan UNJA, Hutan Belakang
Balairung dan Hutan Fakultas Peternakan, serta Lapanagn Terbuka dan Dirusunawa Universitas
Jambi.
3.2
Alat
dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini
adalah :
|
No
|
Suhu Udara di
Hutan
|
Suhu Tanah
|
|
1
|
Termometer Bola Basah
Dan Termometer Bola Kering
|
Termometer Suhu Tanah
Digital
|
|
2
|
Tiang penyangga (Bambu)
|
Penggaris
|
|
3
|
Payung
|
Alat Pelobang Tanah
|
|
4
|
Stopwatch
|
Alat Tulis
|
|
5
|
Tali Rapia
|
|
|
6
|
Kapas
|
|
|
7
|
Table RH
|
|
|
8
|
Air mineral
|
|
1.3 Prosedur Percobaan
A.
Suhu dan Kelembaban Udara di Hutan
Prosedur Kerja yang
dialakukan pada praktikum mengukur suhu dan kelembaban di hutan adalah:
1. Siapkan
alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum.
- Membuat penyangga berbentuk +. sebagai tempat gantungan thermometer Bola Basah dan Termometer bola Kering
- Diikat payung keatas tiang penyangga dan diikat menggunakan tali rafia.
- Mengikatt thermometer bola kering dan thermometer bola basah pada bagian kiri dan kanan penyangga sepanjang 1,5 meter.
- Membungkus thermometer bola basah dengan kapas dan di ikat kemudian ditetesi dengan air mineral.
- Meletakkan tongkat yang telah siap dengan thermometer di beberapa hutan yang ingin diketahui suhu dan kelembapann udaranya, yaitu di Hutan dekat Unja, Di huan belakang Balairung dan di Hutan Samping Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Dengan waktu 10 menit, dengan 3x percobaan pada setiap hutan.
- catat hasil perubahan dalam setiap 1 x 10 menit pada setiap tempat dengan 3 kali percobaan, setiap 1 kali pengulangan thermometer bola basah di tetesi tengan air mineral.
B.
Suhu Tanah
Prosedur Kerja yang dialakukan pada praktikum mengukur suhu
Tanah adalah:
1.
Siapkan thermometer Tanah Digital.
2.
Pilih tempat yang ingin diukur. Untuk menghindari
kemungkinan alat rusak, maka pilih lahan yang bertanah gembur agar mudah
menanamkan alat atau gali tanah lebih dulu, masukkan alat, kemudian bagian alat
yang terbenam ditimbun.
3.
Ukur suhu tepat dipermukaan tanah (0 cm), 5 cm dan 10 cm dari permukaan tanah
4. Catat perubahan suhu yang terjadi pada setiap
perbedaan kedalaman Tanah.
BAB III
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.1
Hasil
Berikut
merupakan data hasil praktikum “Pengukuran Suhu &
Kelembaban Udara Di Hutan Serta Suhu Tanah”dengan menggunakan termometer bola
basah dan termometer bola kering serta Alat pengukur suhu Tanah Digital.
A.
Suhu dan Kelembaban Udara di Hutan
|
Waktu
|
Bola kering (0C)
|
Bola Basah
(0C)
|
Selisih
(BK-BB)
|
Kelembaban (%)
|
|
10 menit
|
30
|
28
|
2
|
85
|
|
20 menit
|
30
|
28
|
2
|
85
|
|
30 menit
|
30
|
26
|
4
|
72
|
|
Rata-Rata
|
30
|
27,33
|
2,67
|
80,66
|
|
Waktu
|
Bola kering (0C)
|
Bola Basah
(0C)
|
Selisih
(BK-BB)
|
Kelembaban (%)
|
|
10 menit
|
31
|
26
|
5
|
66
|
|
20 menit
|
31
|
26
|
5
|
66
|
|
30 menit
|
31
|
26
|
5
|
66
|
|
Rata - Rata
|
31
|
26
|
5
|
66
|
|
Waktu
|
Bola Kering (0C)
|
Bola Basah
(0C)
|
Selisih
(BK-BB)
|
Kelembaban (%)
|
|
10 menit
|
30
|
27
|
3
|
79
|
|
20 menit
|
31
|
27
|
4
|
73
|
|
30 menit
|
30
|
26
|
3
|
79
|
|
Rata-Rata
|
30,33
|
26,67
|
33,3
|
77
|
B.
Suhu Tanah
|
Ketinggian
|
Suhu (0C)
|
|
|
Lapangan
terbuka
|
Dirusunawa
|
|
|
0 cm
|
36,6 0C
|
34,4 0C
|
|
5 cm
|
35, 7 0C
|
33,5 0C
|
|
10 cm
|
34,7 0C
|
33,4 0C
|
|
15 cm
|
34,4 0C
|
32,9 0C
|
|
Rata-rata
|
35,35 0C
|
34,05 0C
|
2.2 Pembahasan
A. Suhu dan
Kelembaban Udara di Hutan
Suhu
udara adalah derajat panas dari aktifitas molekul dalam atmosfer. Alat untuk
mengukur suhu temperature atau derajat panas disebut thermometer. Dimana pada
praktikum ini menggunakan thermometer bola kering dan thermometer bola basah.
Untuk
menentukan kelembaban relative (%) dari suhu bola kering dan suhu bola basah
adalah dengan melihat tabel pada penuntun praktikum,dengan rumus :
|
% Kelembaban
Relatif = Suhu Bola Kering – Suhu Bola
Basah
|
|
Suhu & Kelembaban di Hutan Unja
|
||
|
Pengulanagn Pertama
|
Pengulangan Kedua
|
Pengulaman
|
|
% Kelembaban = TBK – TBB
= 30 – 28
= 2
Kelembaban = 85 %
|
% Kelembaban = TBK – TBB
= 30 – 28
= 2
Kelembaban = 85 %
|
% Kelembaban = TBK – TBB
= 30 – 26
= 4
Kelembaban = 72 %
|
|
Suhu & Kelembaban di Hutan Unja
|
||
|
Pengulanagn Pertama
|
Pengulangan Kedua
|
Pengulaman
|
|
% Kelembaban = TBK – TBB
= 31 – 26
= 5
Kelembaban = 66 %
|
% Kelembaban = TBK – TBB
= 31 – 26
= 5
Kelembaban = 66 %
|
% Kelembaban = TBK – TBB
= 31 – 26
= 5
Kelembaban = 66 %
|
|
Suhu & Kelembaban di Hutan Unja
|
||
|
Pengulanagn Pertama
|
Pengulangan Kedua
|
Pengulaman
|
|
% Kelembaban = TBK – TBB
= 30 – 27
= 3
Kelembaban = 79 %
|
% Kelembaban = TBK – TBB
= 31 – 27
= 4
Kelembaban = 73 %
|
% Kelembaban = TBK – TBB
= 30 – 26
= 3
Kelembaban = 79 %
|
Dari data hasil pengamatan bahwa data
yang diperoleh dari termometer bola kering (TBK) dan
termometer bola basah (TBB) berbeda.
Dengan 3 kali ulangan dan dengan selang waktu 10 menit. Pengukuran
dilakukan hutan Unja, lahan hutan belakang balairung, dan hutan fakultas
petrrnakan.
Hasil pengukuran suhu dan kelembapan
udara pada berbagai hutan yang berbeda
didapat rata-rata kelembaban udara di atas 60%.Hal ini sesuai dengan literatur
dari Housenbuiller (2000 dalam sianturi 2012) yang menyatakan bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi suhu juga sangat erat dengan faktor-faktor yang
mempengaruhi kelembapan udara dalam berbagai hubungan yaitu :
1.
Pengaruh
tanah dan air, semakin banyak jumlah uap air baik diudara maupun didalam tanah,
maka kelembapan akan semakin tinggi.
2.
Ada atau tidaknya vegetasi, semakin rapatnya jarak
antara vegetasi maka kelembaban makin tinggi,namun suhu akan menjadi sangat
rendah.
3.
Pengaruh
ketinggian tempat, semakin tingginya suatu tempat maka suhu ditempat tersebut
akan semakin rendah dan kelembapan udara semakin tinggi.
4.
Pengaruh
aktivitas manusia dipersemaian terbuka.
Dari hasil percobaan yang dilakukan
pada hutan, dapat kita lihat bahwa pada
TBK suhu tidak mengalami penurunan dari 3x perobaan di hutan unja dan hutan
belakang Balairung. Dan pada hutan Fakultas Peternakan Pada ulanagn kedua suhu
mengalami kenaikan dan pada ulangan ke kita suhu kembali turun. Sedangkan TBB
di hutan Unja dan hutan Fakultas peternakan
pada ulangan ketiga suhu turun, dan hutan di belakang Balairung dari
ulangan 1 sampai 3 suhu tetap sama. Artinya suhu mengalami penurun dan sebaliknya
kelembaban akan meningkat. Hal ini sesuai pernyataan Guslim (2007) yang
menyatakan bahwa suhu berbanding terbalik dengan kelembaban. Jika suhu tinggi
maka kelembaban akan rendah, begitu pula sebaliknya.
Dari
hasil pengukuran suhu dan kelembapan udara pada berbagai hutan yang berbeda
dapat dinyatakan bahwa suhu dan kelembabannya berbeda-beda. Hal ini dapat
dibuktikan dari pengukuran yang telah dilakukan di Hutan unja, Hutan belakang
balairung, Dan hutan fakultas Peternakan.
B. Suhu Tanah
Pengukuran suhu tanah dilakukan pada
lokasi serta kedalaman tanah yang berbeda. Pengukuran suhu tanah menggunakan
alat yang dinamakan thermometer tanah, denagn cara memasukkan kaki thermometer
kedalam tanah, sesuai dengan beberaa kedalaman yang ingin di ukur.
Pada
pengukuran di atas suhu tanah, hasil
pengukuran suhu tanah di tempat yang terbuka ternyata berbeda dengan hasil
pengukuran suhu tanah di tempat yang
bervegetasi (Dirusunawa). Kawasan tempat terbuka
dan tanah bervegetasi diperoleh hasil
pengamatan. Pada Lapangan terbuka dengan kedalaman 0 cm 5cm, 10cm
dan 15 cm diperoleh data yang beraturan. Dimana semakin dalam tanah, maka suhu
mengalami perubahan ( semakin menurun). Hal ini menunjukkan bahwa pengamatan
yang, yakni 36,60C ; 35,7 0C ; 34,70C ; 34,40C. dengan rata-rata suhunya
adalah 35,35 0C.
Sedangkan pada lahan bervegetsi
(Dirusunawa) diperoleh secara berturut-turut sama halnya dengan lapangan
terbuka, hal demikian ditemukan pada data suhu tanah. Pada kedalaman 0 cm, 5cm,
10cm dan 15 cm diperoleh data yang beraturan. Dimana semakin dalam tanah, maka
suhu semakin rendah. Hal ini menunjukkan bahwa pengamatn sesuai dengan sifat
fluktuasi tanah. Data yang diperoleh secara berturut-turut, yakni 34,40C ;
33,50C ; 33,40C ; 32,90C dengan rata-rata suhunya adalah 34,050C
. Kedua lahan tersebut memiliki suhu
yang berbeda disebabkan karena adanya perbedaan jumlah cahaya/ panas yang masuk
pada lahan tersebut.
Terjadinya perbedaan suhu udara dan
tanah pada dua lokasi disebabkan karena adaya faktor lingkungan yang
mempengaruhi suhu. Pada tempat terbuka suhu tanah sangat tinggi karena di
pengaruhi oleh sinar radiasi matahari sedangkan pada tempat/lahan tertutup
radiasi yang masuk ke permukaan tanah
sangat kurang sekali karena ditutupi oleh daun yang merambat sehingga suhu
tanah sangat lambat Dan karena permukaan tanah menerima radiasi secara langsung
dan energinya paling besar. Lalu radiasi matahari tersebut ada yang
dipantulkan/direfleksikan dan ada yang diserap/diteruskan kedalam tanah yang
jumlah energinya semakin kedalam semakin kecil, sehingga suhu dipermukaan tanah
yang paling tinggi baik ditempat terbuka maupun di tempat yang ternaungi.
Selain perbedaan lokasi suhu juga dipengaruhi oleh
waktu yaitu antara pagi hari dan sore hari. Biasaya dipagi hari suhu tanah
sangat rendah karena sinar matahari yang sampai kebumi tidak begitu panas dan
juga kelembapan tanah masih basah. Sedangkan pada sore hari suhu tanah
meningkat karena sinar matahari yang disampaikan kebumi sangat tinggi sekali
pada waktu jam 2 siang dan tidak ada lagi kelembapan tanah karena semua sudah
kering diserap oleh panas matahari menjadi partikel-partikel kecil yang akan
membentuk awan.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
A.
Suhu dan Kelembaban Udara di Hutan
Dari
hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa:
1. Suhu pada bola basah lebih rendah
dari pada suhu pada bola kering karena pada suhu bola basah selalu ditetesi air
dan diberi kapas yang menghalangi sinar matahari langsung ke alat sedangkan
pada bola kering tidak..
2. Hasil pengukuran suhu dan kelembapan
udara pada berbagai hutan yang berbeda
didapat rata-rata kelembaban udara di atas 60%.
3. Jika suhu mengalami penurun dan
sebaliknya kelembaban akan meningkat. Hal ini sesuai pernyataan Guslim (2007)
yang menyatakan bahwa suhu berbanding terbalik dengan kelembaban. Jika suhu
tinggi maka kelembaban akan rendah, begitu pula sebaliknya
B.
Suhu Tanah
Dari hasil pengukuran dapat disimpulkan :
1.
Pengukuran
suhu tanah dilakukan pada lokasi serta kedalaman tanah yang berbeda. Pengukuran
suhu tanah menggunakan alat yang dinamakan thermometer tanah, denagn cara
memasukkan kaki thermometer kedalam tanah, sesuai dengan beberaa kedalaman yang
ingin di ukur.
2.
Hasil
pengukuran suhu tanah di tempat yang terbuka ternyata berbeda dengan hasil
pengukuran suhu tanah di tempat yang
bervegetasi (Dirusunawa) dengan rata-rata Suhu di tanah lapangan terbuka adalah
35,35 0C. sedangkan Rata-rata Suhu di tanah bervegetasi adalah 34,050C
3.
Kedua
lahan tersebut memiliki suhu yang berbeda disebabkan karena adanya perbedaan
jumlah cahaya/ panas yang masuk pada lahan tersebut.
4.2 Saran
Harus adanya keseriusan dan
ketelitian terutama pada saat menentukan titik d Basah and wet suhu pada
thermometer. Dan Pada saat melaksanakan
praktikum thermometer jangan sampai terkena cahaya matahari secara langsung,
karena hal ini juga akan dapat mempengaruhi hasil praktikum tidak optimum.
Serta jumlah thermometer ditambah agar memudahkan mahasiswa dalam melakukan
praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Arniko 2013, Penetapan Suhu Dan Kelembaban Di Beberapa Permukaan Bervegetasi.
Di unduh dari https://weldyarnikhosiregar.wordpress.com/laporan-kuliah-2/laporan-agroklimatologi/penetapan-suhu-dan-kelembaban-di-beberapa-permukaan-bervegetasi/
( diakses pada 13 November 2015)
Godam, 2012.
Pengertian Hutan, Manfaat Hutan &
Yang Mempengaruhi Persebaran Hutan Di Unduh Dari http://www.organisasi.org/1970/01/pengertian-hutan-manfaat-hutan-yang-mempengaruhi-persebaran-hutan.html
( diakses pada 13 November 2015)
HAriono, 2013. Laporan Praktikum Agroklimatologi Pengukuran Suhu Tanah. Di unduh dari. Di unduh dari https://onoe21.wordpress.com/laporan-agroklimatologi-tentang-stasiun-klimatologi/pengukuran-suhu-tanah/ (diakses pada 13 November 2015)
Nurtafita. S. 2011. Suhu Tanah. Di unduh dari http://nitanurtafita.blogspot.co.id/2011/10/suhu-tanah.html. (diakses pada 13 November 2015)
Sianturi R. 2012. Pengukuran Suhu Dan Kelembaban Udara Di
Berbagai VegetasiDi unduh dari https://onoe21.wordpress.com/laporan-agroklimatologi-tentang-stasiun-klimatologi/pengukuran-suhu-dan-kelembaban-udara-di-berbagai-vegetasi/
(Diakses pada, 13 November 2015)
Syaiful, 2012. Pengaruh Suhu Terhadap Tumbuhan. Di unduh dari http://semutuyet.blogspot.co.id/2012/11/pengaruh-suhu-terhadap-tumbuhan.html (Diakses pada, 13 November 2015)
Waykambas, 2012. Iklim
suhu dan kelembaban. di unduh dari http://way-kambas.blogspot.co.id/2012/05/iklim.html
( diakses pada 13 November 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar