LAPORAN PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI
PENENTUAN WAKTU SETEMPAT

Disusun
Oleh:
Meida
Pane (D1B014025)
PROGRAM
STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Waktu adalah saat orang menghabisi atau melewati
aktivitasnya.Dengan waktu manusia bisa melakukan
dan merencanakan segala hal. Tanpa waktu yang ditunjukkan dengan jarum jam,
maka manusia akan kesulitan untuk melakukan apapun. Penentuan waktu pada zaman
dahulu menggunakan tanda-tanda alam
seperti dengan cara melihat matahari,,
hal ini bisa saja sangat mudah tapi bisa saja menjadi sangat sulit dilakukan
karena kondisi alam yang sewaktu-waktu bisa saja tidak dapat diprediksi. Dengan
adanya jarum jam yang menunjukkan waktu, waktu bisa dibagi dalam hitungan jam,
menit dan detik serta kontinyu sepanjang masa.
Pembagian Wilayah Waktu Di Indonesia -
Secara Astronomis,bumi terdiri atas garis bujur dan garis lintang. Garis bujur
adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara & Kutub Selatan bumi.
Garis lintang adalah garis khayal yang melintang mengelilingi bumi dari barat
ke timur. Garis bujur
digunakan sebagai pedoman untuk pembagian wilayah waktu. garis lintang sebagai
pedoman untuk pembagian wilayah iklim.
Menetapkan
garis bujur memang sulit sekali karena dibutuhkan perhitungan waktu yang tepat.
Sebagai contoh: Bayangkan Anda tinggal di London. Pada siang hari, Anda
menerima telepon dari seseorang yang tinggal di garis lintang yang sama dengan
Anda, tetapi jam di tempatnya baru menunjuk pukul 6.00 pada hari yang sama. Itu
berarti Anda enam jam lebih awal. Karena Anda mengenal peta bumi, Anda dapat
menyimpulkan bahwa si penelepon itu berada di Amerika Utara, dan di sana
matahari baru saja terbit. Nah, andaikan Anda mengetahui waktu setempat orang
itu secara akurat hingga hitungan detik, bukan menurut zona waktu, melainkan
posisinya yang aktual sehubungan dengan matahari. Maka, Anda
dapat menghitung garis bujurnya dengan sangat akurat.
Ada
begitu banyak manfaat yang diperoleh dengan mengetahui berbagai jenis waktu,
seperti waktu wilayah, waktu setempat dan yang lainnya, hal ini akan lebih
memudahkan kita menentukan waktu-waktu pada daerah lain yang tempatnya jauh
sekalipun, dengan catatan mengetahui berbagai syarat-syarat yang diperlukan
untuk mengetahuinya.
1.2 Tujuan
Praktikum
Tujuan
dari melaksanakan praktikum ini adalah :
1. Untuk
mengetahui keseragaman waktu pengamatan di berbagai tempat di permukaan bumi.
2. Mengetahui
perbedaan waktu wilayah dengan waktu setempat
1.3 Prinsip Teori
Pengaturan
zona waktu dunia memang telah mengalami pergeseran, dari yang dulu berada dalam
ranah astronomis menjadi ranah politis-ekonomis di masa kini. Secara astronomis
rumus dasar pengaturan zona waktu dunia cukup sederhana. Bumi berputar pada
sumbunya sehingga setiap titik di permukaan Bumi (kecuali kutub utara dan
selatan) pada hakikatnya akan berputar tepat 360 derajat terhadap sumbu rotasi
Bumi. Periode rotasi Bumi rata-rata adalah 24 jam. Ini adalah angka rata-rata,
sebab nilai senyatanya bervariasi dimana pada satu kesempatan bisa lebih dari
24 jam dan di lain waktu bisa kurang dari 24 jam. Dalam astronomi, selisih
periode rotasi Bumi senyatanya dengan nilai rata-rata dinamakan perata waktu
atau equation of time atau ta’diluzzaman, yang amat penting peranannya dalam
penentuan waktu Matahari (SUDIBYO,2014)
Perbedaan waktu setiap belahan bumi juga bisa dihitung berdasarkan
posisi kita di garis bujur. Karena satu putaran bumi itu memakan waktu 24 jam,
perbedaan waktu satu jam adalah pada 360 derajat/24 = 15 derajat garis bujur.
Artinya, setiap tempat yang memiliki perbedaan posisi bujur sebesar 15 derajat
akan memiliki perbedaan waktu satu jam. Inilah pembagian zona yang dirintis
oleh orang Kanada, Sir Stanford Fleming (1827-1915).( renzdtama, 2011)
Indonesia terletak di antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT,
antara Lautan Pasifik dan Lautan Hindi,
antara benua Asia dan benua Australia, dan pada pertemuan
dua rangkaian pergunungan, yaitu Sirkum Pasifik dan
Sirkum Mediterranean.
Wilayah Negara
Indonesia dibagi menjadi tiga daerah waktu.
1.
Waktu Indonesia bagian
Barat (WIB), meliputi Pulau Jawa, Pulau Sumatra, Pulau Madura, dan Wilayah
Kalimantan Barat.
2.
Waktu Indonesia bagian
Tengah (WITA), meliputi Pilau Bali, wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan
Tengah, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, wilayah Nusa Tenggara Barat, dan Nusa
Tenggara Timur.
3.
Waktu Indonesia bagian
Timur (WIT), meliputi wilayah Maluku, dan Papua. Tiap daerah waktu yang satu
dengan daerah waktu yang lain mempunyai selisih waktu satu jam.
Misalnya,
Jakarta (WIB) pukul 07.00 TIB maka di Makassar (WITA) pukul 08.00 WITA dan di
Papua (WIT) pukul 09.00 WIT.
(Anonim,2012)
Untuk menentukan
waktu setempat dalam waktu wilayah dan kemudian dikoreksi dengan waktu revolusi
dapat dipakai rumus :
WW = Wst + B + K
Dimana :
WW = Waktu Wilayah (WIB, WITA, WIT)
Wst = Waktu
Setempat
B = Beda Waktu dalam menit, nilainya
bisa positif atau negatif
K = Koreksi waktu akibat revolusi bumi
menurut tabel yang
ditentukan.
Untuk menentukan nilai B (Beda
Waktu dalam menit) adalah :
B = 4
(dww-dbt) menit
Dimana
:
dww = derajat waktu wilayah
105ountuk tempat yang memakai
waktu wilayah WIB
120ountuk tempat yang memakai
waktu wilayah WITA
135ountuk tempat yang memakai
waktu wilayah WIT
dbt = derajat bujur timur
BAB II
METODOLOGI PRAKTIKUM
2.1 Waktu
dan Tempat
Praktikum
dengan judul “Penentuan Waktu Setempat” dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB sampai dengan
selesai pada tanggal 07
Oktober 2015
di Laboratorium Agroklimatologi Fakultas Pertanian Universitas Jambi.
2.2 Alat
dan Bahan
1.
peta atau Globe
2. Alat Tulis
2.3
Prosedur
Percobaan
1. Menyiapkan
segala perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan praktikum
2. Mendengar
penjelasan dari dosen pengampu mengenai penentuan waktu setempat
3. Gunakan
peta/globe untuk mengetahui letak derajat Bujur Timur pada daerah yang ingin
diketahui waktu setempatnya.
4. Mengerjakan
soal yang diberikan dosen mengenai waktu setempat dengan bantuan globe untuk
menentukan derajat bujur timur suatu wilayah
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
Pengamatan
Berikut ini adalah tabel hasil
pengamatan waktu setempat wilayah Jambi dari tanggal 08 Oktober
wst 07.30, 15.30 dan 17.30 sampai tanggal 31 Oktober 2015.
Tanggal
|
K
|
Oktober
|
||
07.30
|
13.30
|
17.30
|
||
8
|
-13
|
07.21
|
13.21
|
17.21
|
9
|
-13
|
07.21
|
13.21
|
17.21
|
10
|
-13
|
07.21
|
13.21
|
17.21
|
11
|
-13
|
07.21
|
13.21
|
17.21
|
12
|
-13
|
07.21
|
13.21
|
17.21
|
13
|
-14
|
07.20
|
13.20
|
17.20
|
14
|
-14
|
07.20
|
13.20
|
17.20
|
15
|
-14
|
07.20
|
13.20
|
17.20
|
16
|
-14
|
07.20
|
13.20
|
17.20
|
17
|
-15
|
07.19
|
13.19
|
17.19
|
18
|
-15
|
07.19
|
13.19
|
17.19
|
19
|
-15
|
07.19
|
13.19
|
17.19
|
20
|
-15
|
07.19
|
13.19
|
17.19
|
21
|
-15
|
07.19
|
13.19
|
17.19
|
22
|
-15
|
07.19
|
13.19
|
17.19
|
23
|
-16
|
07.18
|
13.18
|
17.18
|
24
|
-16
|
07.18
|
13.18
|
17.18
|
25
|
-16
|
07.18
|
13.18
|
17.18
|
26
|
-16
|
07.18
|
13.18
|
17.18
|
27
|
-16
|
07.18
|
13.18
|
17.18
|
28
|
-16
|
07.18
|
13.18
|
17.18
|
29
|
-16
|
07.18
|
13.18
|
17.18
|
30
|
-16
|
07.18
|
13.18
|
17.18
|
31
|
-16
|
07.18
|
13.18
|
17.18
|
3.2 Pembahasan
Keterangan :
WW = Waktu Wilayah ( WIB, WITA, WITIM)
Wst =
Waktu Setempat
B =
Beda waktu dan menit (nilainya + atau -)
K =
Koreksi waktu akibat revolusi bumi
Untuk menentukan nilai B maka :
Keterangan :
B = Beda waktu dan menit (nilainya +
atau -)
dww = derajat waktu wilayah (WIB = 105 , WITA
= 120 dan WITIM = 135)
v Tanggal 8, 9, 10, 11 dan 12
B
= 4 (105 – 104)
=
4 (1) menit
= 4 menit
K = -13 menit
WW = 07.30 + 4 menit - 13 menit
= 07.21 menit
WW = 13.30 + 4 menit – 13 menit
= 13.21 menit
WW = 17.30 + 4 menit – 13 menit
= 17.21
menit
v Tanggal 13, 14, 15, dan 16
B
= 4 (105 – 104)
= 4 (1) menit
= 4 menit
K = -14 menit
WW = 07.30 + 4 menit - 124menit
= 07.20 menit
WW = 13.30 + 4 menit – 14 menit
= 13.20 menit
WW = 17.30 + 4 menit – 14 menit
= 17.20
menit
v Tanggal 17, 18, 19, 20, 21, dan 22
B = 4 (105 – 104)
= 4 (1) menit
=
4 menit
K = -15
menit
WW = 07.30
+ 4 menit - 15
menit
= 07.19 menit
WW = 13.30
+ 4 menit – 15
menit
= 13.19 menit
WW = 17.30
+ 4 menit – 15
menit
= 17.19
menit
v Tanggal 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, dan 31
B
= 4 (105 – 104)
= 4 (1) menit
= 4 menit
K = -16 menit
WW = 07.30 + 4 menit - 16 menit
= 07.18 menit
WW = 13.30 + 4 menit – 16 menit
= 13.18 menit
WW = 17.30 + 4 menit – 16 menit
= 17.18
menit
Soal latihan
1. Wst 13.30 pada 07 oktober di Bali ( K = -12 )
2. Wst 07.30 pada 08 oktober di Medan ( K = -12 )
3. Wst 17.30 pada 10 oktober di Palangkaraya ( K = -13 )
4. Wst 07.30 pada 18 oktober di Jaya Pura ( K = -15 )
5. Wst 13.30 pada 17 juli
di Palembang ( K = +6 )
v Wst 13.30 pada 07 oktober di Bali ( K = -12 )
B = 4 (120 – 115)
= 4 (5)
menit
=
20 menit
K = -12
menit
WW = 13.30
+ 4 menit – 12
menit
= 13.38 menit
Jam 13.30 Wst = 13.38 WITA
v Wst 07.30 pada 08 oktober di Medan ( K = -12 )
B
= 4 (105 – 98)
= 4 (7)
menit
= 28
menit
K = -12 menit
WW = 07.30 + 28
menit
- 12 menit
= 07.46 menit
Jam 07.30 Wst =
07.46 WIB
v Wst 17.30 pada 10 oktober di Palangkaraya ( K = -13 )
B
= 4 (120 – 114)
= 4 (6)
menit
= 24
menit
K = -13 menit
WW = 17.30 + 24
menit – 13
menit
= 17.41
menit
Jam 17.30 = 17. 41 WITA
v Wst 07.30 pada 18 oktober di Jaya Pura ( K = -15 )
B
= 4 (135 – 140)
= 4 (-5)
menit
= -20
menit
K = -15 menit
WW = 07.30 -20 menit - 15 menit
= 06.55
menit
Jam 07.30 Wst = 06.55 WITA
v Wst 13.30 pada 17 juli
di Palembang ( K = +6 )
B = 4 (105 – 105)
= 4 (0)
menit
= 0
menit
K = +6 menit
WW = 13.30 + 0
menit
+ 6
menit
= 13.36 menit
Wst
13.30 = 13.36 WIB
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapatkan dari
praktikum penentuan waktu setempat adalah :
- diperolah
keseragaman waktu pengamatan di berbagai tempat di permukaan bumi serta diketahui
perbedaan waktu wilayah dengan waktu setempat. Pengamatan yang kami
lakukan di daerah jambi dalam bulan Oktober.
- Untuk
menentukan berbagai perbedaan waktu tersebut diperoleh dengan menggunakan
formula :
B
= 4(dww-dbt)menit dan WW = Wst + B + K
1.1
Saran
Sebaiknya
dalam melakukan
pengamatan
bahan-bahan yg digunakan lebih lengkap seperti jumlah
globe ditambah dan Ada baiknya nengetahui semua
petunjuk-petunjuk dan memahami rumus-rumus yang digunakan dengan baik agar
tidak terjadi kesulitan dalam melakukan pengamatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar