1. Apa
yang dimaksud dengan direct benefit dan indirect benefit?
a.
Direct benefit adalah keuntungan
langsung yang diperoleh baik akibat adanya kenaikan dalam output fisik atau
nilai output seperti ; perbaikan kualitas, perubahan lokasi, perubahan dalam
waktu penjualan, penurunan dan sebagainya maupun karena adanya penurunan biaya
(cost)
b.
Indirect benefit adalah manfaat yang
diperoleh dari kegiatan secara tidak langsung, biasanya manfaat ini berkenaan
dengan pihak lingkungan sekitar proyek.
2. Apa
yang dimaksud dengan
a.
Mutually exclusive alternative project
b.
Gross over discount rate
Jawab
:
a.
Mutually exclusive alternatif
project adalah metode pemilihan proyek
dari beberapa alternatif proyek yang ada. Hal ini dilakukan oleh mereka karena
proyek-proyek tersebut tidak bisa dijalankan dalam waktu yang bersamaan. Selain
itu, keterbatasan dana, waktu dan tenaga menjadi bahan pertimbangan untuk
memilih salah satu saja dari beberapa usulan proyek. Metode ini dapat
memberikan gambaran nilai benefit dari tiap-tiap proyek yang akan diterima oleh
investor. Dengan demikian, investor dapat memilih proyek yang benar-benar
menghasilkan benefit maksimum.
b.
Gross over discount rate adalah metode
yang digunakan dalam pemilihan suatu proyek
yang kemungkinan dihadapkan pada dua proyek yang mempunyai
biaya/investasi yang sama , atau dua proyek yang mempunyai benefit yang sama.
3. Dalam
merencanakan proyek mengapa kita perlu melakukan studi kelayakan ?
Jawab:
Studi kelayakan bisnis merupakan
penelitian yang sangat penting untuk dilakukan sebelum seseorang atau
sekelompok orang memulai sebuah usaha. Beberapa manfaat studi kelayakan bisnis,
antara lain
a. Menghindari resiko kerugian,
Untuk menghindari resiko kerugian di
masa yang akan datang, karena di masa yang akan datang terdapat ketidakpastian.
Kondisi ini yang dapat diramalkan akan terjadi atau memang dengan sendirinya
terjadi tanpa dapat diramalkan
b. Memudahkan perencanaan,
Jika dapat
meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akandatang, maka akan
mempermudah kita dalam melakukan perencanaan.
c. Mempermudah pelaksanaan pekerjaan,
Dengan
adanya berbagai rencana yang sudah disusun akan sangat memudahkan pelaksanaan
bisnis. Para pelaksana yang mengerjakan bisnis tersebut telah memiliki pedoman
yang dapat dikerjakan
d.
Memudahkan pengawasan
Studi
kelayakan bisnis memiliki banyak aspek untuk diteliti. Laporan dari berbagai
aspek yang diteliti dalam studi kelayakan bisnis ini nantinya akan memudahkan
pelaku bisnis untuk melakukan pengawasan pada perusahaannya. Studi kelayakan
bisnis juga memudahkan pelaku pengawasan untuk memberikan data jika
sewaktu-waktu dilaksanakan audit, baik secara internal maupun eksternal.
e. Memudahkan
pengawasan
Studi
kelayakan bisnis memiliki banyak aspek untuk diteliti. Laporan dari berbagai
aspek yang diteliti dalam studi kelayakan bisnis ini nantinya akan memudahkan
pelaku bisnis untuk melakukan pengawasan pada perusahaannya. Studi kelayakan
bisnis juga memudahkan pelaku pengawasan untuk memberikan data jika
sewaktu-waktu dilaksanakan audit, baik secara internal maupun eksternal.
4.
Coba anda bedakan pengaruh pajak dan
subsidi pada perhitungan analisis proyek?
Jawab:
a. Pajak
Pada
analisis finansial, besarnya pajak tidak diperhitungkan
Pada
analisis ekonomis, pajak merupakan transfer payment. Oleh karena itu pajak tidak diperhitungkan
dalam proyek. Atau
Pajak
Di dalam analisis
ekonomi pembayaran pajak tidak dikurangi/dikeluarkan dari manfaat proyek. Pajak
adalah bagian dari hasil neto proyek yang diserahkan kepada pemerintah untuk
digunakan bagi kepentingan masyarakat sebagai keseluruhan. Oleh karena itu
pajak tidak dianggap sebagai biaya.
b. Subsidi
Pada
analisis finansial, besarnya subsidi merupakan keringanan proyek menambah
benefit, sehingga subsidi tidak diperhitungkan dalam biaya proyek.
Pada
analisis ekonomis, besarnya subsidi merupakan biaya, oleh karena adanya subsidi
iniharus ditambahkan pada harga pasar barang-barang yang digunakan dalam
proyek. Atau
Subsidi
Subsidi menimbulkan
persoalan di dalam perhitungan biaya suatu proyek. Subsidi ini sesungguhnya
sebagai suatu pembayaran transfer dari masyarakat kepada proyek, sehingga
dalam:
Analisis finansial
subsidi mengurangi (menurunkan) biaya proyek, jadi berarti menambah manfaat
proyek
Dalam analisis ekonomi
harga pasar harus disesuaikan (adjusted) untuk menghilangkan pengaruh
subsidi. Jika subsidi ini menurunkan harga barangbarang input, maka
besarnya subsidi harus ditambahkan ke harga pasar barang-barang input tersebut.
5.
Apa yang dimaksud dengan opportunity cost, NPV, IRR,
Net B/C < 1
Jawab
a. opportunity
cost atau
biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis
tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Atau
Opportunity
Cost (biaya peluang) didefinisikan sebagai suatu kesempatan mendapatkan
keuntungan yang hilang karena keputusan mengambil suatu pilihan.
Ex:Keputusan
menginvestasikan dunia perusahaan pada pembelian mesin baru seharga Rp 1 Miliar
akan menghilangkan kesempatan perusahaan memperoleh pendapatan bunga yang
diperoleh seandainya uang tersebut didepositokan ke rekening bank.
Opportunity
Cost layaknya digunakan dalam memilih alternatif investasi di mana pendapatan
yang diharapkan diperoleh dari alternatif investasi yang akan diambil
diharapkan harus lebih tinggi dari opportunity cost, karena opportunity cost
merupakan pilihan yang tidak mengeluarkan usaha.
b. NPV adalah antara
present value dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan
kas bersih di masa yang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang perlu
ditentukan tingkat bunga yang relevan.
Net
Present Value juga merupakan selisih antara present value arus manfaat
(benefit) dengan present value arus biaya (cost). NPV menunjukkan manfaat
bersih yang diterima dari suatu usaha selama umur usaha tersebut pada tingkat
discount rate tertentu.
Kriteria
NPV :
a) NPV > 0 (nol) →
usaha/proyek layak (feasible) untuk dilaksanakan.
b) NPV < 0 ( nol) →
usaha/proyek ) /p y tidak layak (feasible) untuk dilaksanakan.
c) NPV = 0 (nol) → usaha/proyek
berada dalam keadaan BEP dimana TR=TC
dalam bentuk present value.
c.
IRR merupakan Merupakan
tingkat pengembalian internal yaitu kemampuan suatu proyek menghasilkan return
(satuannya %). IRR ini merupakan tingkat discount rate yang membuat NPV proyek = 0.
Tujuan perhitungan IRR adalah untuk mengetahui
persentase keuntungan dari suatu proyek tiap-tiap tahun. Selain itu, IRR juga
merupakan alat ukur kemampuan proyek dalam mengembalikan bunga pinjaman.
d. Net B/C
adalah perbandingan antara jumlah NPV positif dengan jumlah NPV negatif. Net
B/C ini menunjukkan gambaran berapa kali lipat manfaat (benefit) yang diperoleh
dari biaya (cost) yang dikeluarkan.
Apabila net B/C > 1, maka proyek atau gagasan usaha yang akan didirikan
layak untuk dilaksanakan. Demikian pula sebaliknya, apabila net B/C < 1,
maka proyek atau gagasan usaha yang akan didirikan tidak layak untuk
dilaksanakan.
6. Sebutkan
perbedaan pokok antara analist dari sis finansial dan analisis ekonomi dalam
evaluasi proyek?
Jawab:
a.
Analisis finansial menitik beratkan pada
pendekatan individu. Artinya analisis yang melihat suatu hasil kegiatan proyek
dilihat dari segi indivdu. Dalam hal ini bisa perorangan, perseoran, cv, ataupun kelompok usaha lainnya yang
berhubgungan langsung dengan proyek.
Hasilnya disebut private return, yaitu hasil untuk modal saham yang ditanamkan
dalam proyek.
b.
Analisis ekonomis menitik beratkan pada
pendekatan negara. Artinya adalah
melihat kegiatan proyek dari segi perekonomian makro /secara keseluruhan.hasil
analisis ekonomis ini adalah hasil total atau produktivitas suatu proyek untuk
masyarakat. Hasil ini disebut the economic return.
7. Jika
proyek itu akan menghasilkan the economic return maka proyek itu menggambarkan
analisis apa? Jelaskan!
Jawab :
analisis ekonomis karena proyek dilihat dari segi perekonomian
secara keseluruhan. Dalam analisa ekonomi yang diperhatikan ialah hasil
keseluruhan berupa produktivitas atau keuntungan yang diperoleh dari semua
sumber yang dipakai dalam proyek untuk masyarakat, atau perekonomian secara
menyeluruh tanpa melihat siapa yang menyediakan sumber-sumber tersebut dan
siapa dalam masyarakat yang menerima hasil dari proyek tersebut. Hasil ekonomi
ini disebut "The Social Returns" atau "The Economic
Returns".
8. Apa
yang dimaksud dengan discount factor dan
dan compounding faktor dan mengapa perlu dalam analisis proyek, jelaskan?
Jawab:
a.
compounding faktor adalah mencari Nilai yang akan datang (future)
yang disingkat dengan F dari nilai uang
saat ini (present) yang disingkat dengan P, jika diketahui besarnya bunga (i)
dan lamanya periode investasi (n).atau
nilai
uang diwaktu akan datang dari sejumlah uang saat ini atau serangkaian
pembayaran yang dievaluasi pada tingkat bunga yang berlaku.
b.
discount factor adalah kebalikan dari compounding, artinya
mencari nilai investasi pada masa sekarang (present) yang disingkat dengan p
dari nilai uang pada waktu yang akan datang (future) desinkat dengan F, jika
diketahui besranya atingkat bunga (i) dan lamanya periode (n)
keduanya
perlu dalama analisis proyek karena membantu mengambil keputusan dalam menentukan
pemilihan penanaman investasi di dalam suatu proyek yang tepat, dari berbagai
alternatif yang dapat dilaksanakan.
9. Dalam
analisis proyek ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan , sebutkan dan
jelaskan aspek-aspek tersebut?
a.
Aspek Pasar
Peranan
aspek pasar dalam pendirian maupun perluasan usaha pada studi kelayakan proyek
maupun studi kelayakan bisnis merupakan variabel pertama atau yang utama untuk
mendapatkan perhatian. Terdapat dua masalah utama dalam aspek pasar pengukuran
pasar potensial saat sekarang dan pada saat yang akan datang, pengertian
dari pasar potensial adalah keseluruhan jumlah produk atau sekelompok produk
yang mungkin dapat dijual dalam pasar tertentu dalam periode tertentu.
b.
Aspek teknis
Aspek
ini berubungan dengan penerimaan dan pengeluaran dari barang/jasa yang akan
digunakan dan dihasilakan dalam suatu proyek
Aspek
teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek
secara teknis dan pengoperasiannya, pelaksanaan aspek teknis dilakukan setelah
evaluasi aspek pasar yang menunjukan adanya kesempatan pemasaran yang memadai
untuk jangka waktu yang relatif panjang. Disamping itu aspek teknis menyangkut
berbagai pertanyaan penting tentang : Apakah studi dalam pengujian terlebih
dahulu pernah dilakukan, dan Apakah skala produksi yang dipilih sudah optimal ?
serta bagaimana dengan pemilihan lokasi perusahaan tersebut.
c. Aspek Manajemen
Manajemen
berfungsi untuk aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,
dan pengendalian. Dalam menyusun suatu rencana hendaknya dapat dikaji dari
beberapa sisi, seperti sisi pendekatan pembuatan perencanaan, sisi fungsi
perencanaan, sisi jangka waktu pelaksanaan, setelah itu buatlah suatu
rekomendasinya
d.
Aspek organisasi
Aspek
ini terutama ditujukan pada hubungan antara administrasi proyek dengan
administrasi pemerintah.
e.
Aspek manajerial administrasi
Asppek
ini menyangkut kemampuan staf dalam menjalankan administrasi dan pengambilan
keputusan yang tepat dan realistis.
f.
Aspek komersial
Aspek
ini menyangkut maslah penawaran faktor produksi dan penganalisaan penawaran
produk yang akan diproduksi proyek.
g.
Aspek financial
Aspek
ini menyangkut maslah pengeluaran dan penerimaan dari proyek, dengan kata lain
menyangkut masalah kemampuna proyek dalam mengembalikan dana-dana proyek, dan
lebih jauh lagi apakah proyek itu akan berkembang sehingga secara
finansial dapat berdiri sendiri.
h.
Aspek ekonomis
Aspek
ini menyangkut sejauh mana sumbangan atau peranan proyek tersebut terhadap
pembangunan ekonomi secara keseluruhan, denagn kata lain dilihat dari
peranannya terhadap pemerintah/negara.
10. Mencari
contoh proyek yag beriorentasi sosial dan proyek yang beriorentasi laba .
masing-masing 3 contoh
Jawab:
Pada prinsipnya melakukan studi
kelayakan dimaksudkan untuk menghindari dilaksanakannya proyek-proyek baik yang
bertujuan mencari laba maupun bukan pencari laba yang tidak memberikan
keuntungan dan manfaat.
Usaha pencari laba biasanya ditangani
swasta, memiliki tekanan pada besarnya keuntungan yang diperoleh oleh proyek
yang bersangkutan di masa yang akan datang. Sebaliknya, usaha bukan pencari
laba atau tujuan sosial memiliki penilaian pada besarnya manfaat yang
akan diperoleh masyarakat di masa yang akan datang.
Contoh proyrk berirentai sosial:
-
Proyek irigasi / bentungan untuk
memudahkan pengairan pada lahan-lahan petani
-
Proyek jembatan dan jalan raya untuk
melanjarkan arus transfortasi
-
Proyek pendidikan untuk mencerdaskan
bangsa
Contoh
proyek yang beriorentasi laba
-
Proyek sewa menyewa kendaraan
-
Proyek pembangunan gedung, restoran,
hotel
-
Proyrek pembangunan tempat wisata
Sumber:
http://rimantho.blogspot.co.id/2010/01/aspek-aspek-yang-dikaji-dalam-studi.html
http://nilamahandika.blogspot.co.id/2011/07/kriteria-investasi.html
http://ciputrauceo
.net/blog/2015/11/12/studi-kelayakan-bisnis
http://noteisawesome.blogspot.co.id/2014/01/opportunity-cost-biaya-peluang.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar