Selasa, 31 Januari 2017

Tugas Studi kelayakan Agribisnis, kumpulan soal-soal beserta jawabannya,



1.      Apa yang dimaksud dengan direct benefit dan indirect benefit?
a.       Direct benefit adalah keuntungan langsung yang diperoleh baik akibat adanya kenaikan dalam output fisik atau nilai output seperti ; perbaikan kualitas, perubahan lokasi, perubahan dalam waktu penjualan, penurunan dan sebagainya maupun karena adanya penurunan biaya (cost)
b.      Indirect benefit adalah manfaat yang diperoleh dari kegiatan secara tidak langsung, biasanya manfaat ini berkenaan dengan pihak lingkungan sekitar proyek.

2.      Apa yang dimaksud dengan
a.       Mutually exclusive alternative project
b.      Gross over discount rate
Jawab :
a.       Mutually exclusive alternatif project  adalah metode pemilihan proyek dari beberapa alternatif proyek yang ada. Hal ini dilakukan oleh mereka karena proyek-proyek tersebut tidak bisa dijalankan dalam waktu yang bersamaan. Selain itu, keterbatasan dana, waktu dan tenaga menjadi bahan pertimbangan untuk memilih salah satu saja dari beberapa usulan proyek. Metode ini dapat memberikan gambaran nilai benefit dari tiap-tiap proyek yang akan diterima oleh investor. Dengan demikian, investor dapat memilih proyek yang benar-benar menghasilkan benefit maksimum.
b.      Gross over discount rate adalah metode yang digunakan dalam pemilihan suatu proyek  yang kemungkinan dihadapkan pada dua proyek yang mempunyai biaya/investasi yang sama , atau dua proyek yang mempunyai benefit yang sama.

3.      Dalam merencanakan proyek mengapa kita perlu melakukan studi kelayakan ?
Jawab:
Studi kelayakan bisnis merupakan penelitian yang sangat penting untuk dilakukan sebelum seseorang atau sekelompok orang memulai sebuah usaha. Beberapa manfaat studi kelayakan bisnis, antara lain
a.       Menghindari resiko kerugian,
Untuk menghindari resiko kerugian di masa yang akan datang, karena di masa yang akan datang terdapat ketidakpastian. Kondisi ini yang dapat diramalkan akan terjadi atau memang dengan sendirinya terjadi tanpa dapat diramalkan


b.      Memudahkan perencanaan,
Jika dapat meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akandatang, maka akan mempermudah kita dalam melakukan perencanaan.
c.       Mempermudah pelaksanaan pekerjaan,
Dengan adanya berbagai rencana yang sudah disusun akan sangat memudahkan pelaksanaan bisnis. Para pelaksana yang mengerjakan bisnis tersebut telah memiliki pedoman yang dapat dikerjakan
d.      Memudahkan pengawasan
Studi kelayakan bisnis memiliki banyak aspek untuk diteliti. Laporan dari berbagai aspek yang diteliti dalam studi kelayakan bisnis ini nantinya akan memudahkan pelaku bisnis untuk melakukan pengawasan pada perusahaannya. Studi kelayakan bisnis juga memudahkan pelaku pengawasan untuk memberikan data jika sewaktu-waktu dilaksanakan audit, baik secara internal maupun eksternal.
e.       Memudahkan pengawasan
Studi kelayakan bisnis memiliki banyak aspek untuk diteliti. Laporan dari berbagai aspek yang diteliti dalam studi kelayakan bisnis ini nantinya akan memudahkan pelaku bisnis untuk melakukan pengawasan pada perusahaannya. Studi kelayakan bisnis juga memudahkan pelaku pengawasan untuk memberikan data jika sewaktu-waktu dilaksanakan audit, baik secara internal maupun eksternal.

4.      Coba anda bedakan pengaruh pajak dan subsidi pada perhitungan analisis proyek?
Jawab:
a.        Pajak
Pada analisis finansial, besarnya pajak tidak diperhitungkan
Pada analisis ekonomis, pajak merupakan transfer payment.  Oleh karena itu pajak tidak diperhitungkan dalam proyek. Atau
Pajak
Di dalam analisis ekonomi pembayaran pajak tidak dikurangi/dikeluarkan dari manfaat proyek. Pajak adalah bagian dari hasil neto proyek yang diserahkan kepada pemerintah untuk digunakan bagi kepentingan masyarakat sebagai keseluruhan. Oleh karena itu pajak tidak dianggap sebagai biaya.



b.      Subsidi
Pada analisis finansial, besarnya subsidi merupakan keringanan proyek menambah benefit, sehingga subsidi tidak diperhitungkan dalam biaya proyek.
Pada analisis ekonomis, besarnya subsidi merupakan biaya, oleh karena adanya subsidi iniharus ditambahkan pada harga pasar barang-barang yang digunakan dalam proyek. Atau
Subsidi
Subsidi menimbulkan persoalan di dalam perhitungan biaya suatu proyek. Subsidi ini sesungguhnya sebagai suatu pembayaran transfer dari masyarakat kepada proyek, sehingga dalam:
Analisis finansial subsidi mengurangi (menurunkan) biaya proyek, jadi berarti menambah manfaat proyek
Dalam analisis ekonomi harga pasar harus disesuaikan (adjusted) untuk menghilangkan pengaruh subsidi. Jika subsidi ini menurunkan harga barang­barang input, maka besarnya subsidi harus ditambahkan ke harga pasar barang-barang input tersebut.

5.      Apa yang dimaksud dengan opportunity cost, NPV, IRR, Net B/C < 1
Jawab
a.       opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Atau
Opportunity Cost (biaya peluang) didefinisikan sebagai suatu kesempatan mendapatkan keuntungan yang hilang karena keputusan mengambil suatu pilihan.
Ex:Keputusan menginvestasikan dunia perusahaan pada pembelian mesin baru seharga Rp 1 Miliar akan menghilangkan kesempatan perusahaan memperoleh pendapatan bunga yang diperoleh seandainya uang tersebut didepositokan ke rekening bank.
Opportunity Cost layaknya digunakan dalam memilih alternatif investasi di mana pendapatan yang diharapkan diperoleh dari alternatif investasi yang akan diambil diharapkan harus lebih tinggi dari opportunity cost, karena opportunity cost merupakan pilihan yang tidak mengeluarkan usaha.
b.      NPV adalah antara present value dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih di masa yang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan.
Net Present Value juga merupakan selisih antara present value arus manfaat (benefit) dengan present value arus biaya (cost). NPV menunjukkan manfaat bersih yang diterima dari suatu usaha selama umur usaha tersebut pada tingkat discount rate tertentu.
Kriteria NPV :
a) NPV > 0 (nol) → usaha/proyek layak (feasible) untuk dilaksanakan.
b) NPV < 0 ( nol) → usaha/proyek ) /p y tidak layak (feasible) untuk dilaksanakan.
c) NPV = 0 (nol) → usaha/proyek berada dalam keadaan BEP dimana TR=TC
dalam bentuk present value.
c.       IRR merupakan Merupakan tingkat pengembalian internal yaitu kemampuan suatu proyek menghasilkan return (satuannya %). IRR ini merupakan tingkat discount rate yang membuat NPV proyek = 0.
Tujuan perhitungan IRR adalah untuk mengetahui persentase keuntungan dari suatu proyek tiap-tiap tahun. Selain itu, IRR juga merupakan alat ukur kemampuan proyek dalam mengembalikan bunga pinjaman.
d.      Net B/C adalah perbandingan antara jumlah NPV positif dengan jumlah NPV negatif. Net B/C ini menunjukkan gambaran berapa kali lipat manfaat (benefit) yang diperoleh dari biaya (cost) yang dikeluarkan. Apabila net B/C > 1, maka proyek atau gagasan usaha yang akan didirikan layak untuk dilaksanakan. Demikian pula sebaliknya, apabila net B/C < 1, maka proyek atau gagasan usaha yang akan didirikan tidak layak untuk dilaksanakan.

6.      Sebutkan perbedaan pokok antara analist dari sis finansial dan analisis ekonomi dalam evaluasi proyek?
Jawab:
a.       Analisis finansial menitik beratkan pada pendekatan individu. Artinya analisis yang melihat suatu hasil kegiatan proyek dilihat dari segi indivdu. Dalam hal ini bisa perorangan, perseoran, cv,  ataupun kelompok usaha lainnya yang berhubgungan langsung  dengan proyek. Hasilnya disebut private return, yaitu hasil untuk modal saham yang ditanamkan dalam proyek.
b.      Analisis ekonomis menitik beratkan pada pendekatan negara.  Artinya adalah melihat kegiatan proyek dari segi perekonomian makro /secara keseluruhan.hasil analisis ekonomis ini adalah hasil total atau produktivitas suatu proyek untuk masyarakat. Hasil ini disebut the economic return.

7.      Jika proyek itu akan menghasilkan the economic return maka proyek itu menggambarkan analisis apa? Jelaskan!
Jawab :
analisis ekonomis  karena proyek dilihat dari segi perekonomian secara keseluruhan. Dalam analisa ekonomi yang diperhatikan ialah hasil keseluruhan berupa produktivitas atau keuntungan yang diperoleh dari semua sumber yang dipakai dalam proyek untuk masyarakat, atau perekonomian secara menyeluruh tanpa melihat siapa yang menyediakan sumber-sumber tersebut dan siapa dalam masyarakat yang menerima hasil dari proyek tersebut. Hasil ekonomi ini disebut "The Social Returns" atau "The Economic Returns".

8.      Apa yang dimaksud dengan discount factor  dan dan compounding faktor dan mengapa perlu dalam analisis proyek, jelaskan?
Jawab:
a.    compounding faktor adalah mencari  Nilai yang akan datang (future)  yang disingkat dengan F dari nilai uang saat ini (present) yang disingkat dengan P, jika diketahui besarnya bunga (i) dan lamanya periode investasi (n).atau
nilai uang diwaktu akan datang dari sejumlah uang saat ini atau serangkaian pembayaran yang dievaluasi pada tingkat bunga yang berlaku.
b.    discount factor  adalah kebalikan dari compounding, artinya mencari nilai investasi pada masa sekarang (present) yang disingkat dengan p dari nilai uang pada waktu yang akan datang (future) desinkat dengan F, jika diketahui besranya atingkat bunga (i) dan lamanya periode (n)
keduanya perlu dalama analisis proyek karena  membantu mengambil keputusan dalam menentukan pemilihan penanaman investasi di dalam suatu proyek yang tepat, dari berbagai alternatif yang dapat dilaksanakan.



9.      Dalam analisis proyek ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan , sebutkan dan jelaskan aspek-aspek tersebut?
a.       Aspek Pasar
Peranan aspek pasar dalam pendirian maupun perluasan usaha pada studi kelayakan proyek maupun studi kelayakan bisnis merupakan variabel pertama atau yang utama untuk mendapatkan perhatian. Terdapat dua masalah utama dalam aspek pasar pengukuran pasar potensial saat sekarang dan pada saat yang akan datang, pengertian dari pasar potensial adalah keseluruhan jumlah produk atau sekelompok produk yang mungkin dapat dijual dalam pasar tertentu dalam periode tertentu.
b.      Aspek teknis
Aspek ini berubungan dengan penerimaan dan pengeluaran dari barang/jasa yang akan digunakan dan dihasilakan dalam suatu proyek
Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasiannya, pelaksanaan aspek teknis dilakukan setelah evaluasi aspek pasar yang menunjukan adanya kesempatan pemasaran yang memadai untuk jangka waktu yang relatif panjang. Disamping itu aspek teknis menyangkut berbagai pertanyaan penting tentang : Apakah studi dalam pengujian terlebih dahulu pernah dilakukan, dan Apakah skala produksi yang dipilih sudah optimal ? serta bagaimana dengan pemilihan lokasi perusahaan tersebut.
c.       Aspek Manajemen
Manajemen berfungsi untuk aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Dalam menyusun suatu rencana hendaknya dapat dikaji dari beberapa sisi, seperti sisi pendekatan pembuatan perencanaan, sisi fungsi perencanaan, sisi jangka waktu pelaksanaan, setelah itu buatlah suatu rekomendasinya
d.      Aspek organisasi
Aspek ini terutama ditujukan pada hubungan antara administrasi proyek dengan administrasi pemerintah.
e.       Aspek manajerial administrasi
Asppek ini menyangkut kemampuan staf dalam menjalankan administrasi dan pengambilan keputusan yang tepat dan realistis.
f.       Aspek komersial
Aspek ini menyangkut maslah penawaran faktor produksi dan penganalisaan penawaran produk yang akan diproduksi proyek.

g.      Aspek financial
Aspek ini menyangkut maslah pengeluaran dan penerimaan dari proyek, dengan kata lain menyangkut masalah kemampuna proyek dalam mengembalikan dana-dana proyek, dan lebih jauh lagi apakah proyek itu akan berkembang sehingga secara finansial  dapat berdiri sendiri.
h.      Aspek ekonomis
Aspek ini menyangkut sejauh mana sumbangan atau peranan proyek tersebut terhadap pembangunan ekonomi secara keseluruhan, denagn kata lain dilihat dari peranannya terhadap pemerintah/negara.

10.  Mencari contoh proyek yag beriorentasi sosial dan proyek yang beriorentasi laba . masing-masing 3 contoh
Jawab:
Pada prinsipnya melakukan studi kelayakan dimaksudkan untuk menghindari dilaksanakannya proyek-proyek baik yang bertujuan mencari laba maupun bukan pencari laba yang tidak memberikan keuntungan dan manfaat.
Usaha pencari laba biasanya ditangani swasta, memiliki tekanan pada besarnya keuntungan yang diperoleh oleh proyek yang bersangkutan di masa yang akan datang. Sebaliknya, usaha bukan pencari laba  atau tujuan sosial  memiliki penilaian pada besarnya manfaat yang akan diperoleh masyarakat di masa yang akan datang.
Contoh proyrk berirentai sosial:
-          Proyek irigasi / bentungan untuk memudahkan pengairan pada lahan-lahan petani
-          Proyek jembatan dan jalan raya untuk melanjarkan arus transfortasi
-          Proyek pendidikan untuk mencerdaskan bangsa
Contoh proyek yang beriorentasi laba
-          Proyek sewa menyewa kendaraan
-          Proyek pembangunan gedung, restoran, hotel
-          Proyrek pembangunan tempat wisata



Sumber:
http://rimantho.blogspot.co.id/2010/01/aspek-aspek-yang-dikaji-dalam-studi.html
http://nilamahandika.blogspot.co.id/2011/07/kriteria-investasi.html
http://ciputrauceo .net/blog/2015/11/12/studi-kelayakan-bisnis
http://noteisawesome.blogspot.co.id/2014/01/opportunity-cost-biaya-peluang.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar