MAKALAH
DASAR-DASAR AGRONOMI
TANAMAN DAN FAKTOR LINGKUNGAN
DISUSUN OLEH :
1.
Nur Rohmah Mayasari (D1B014013)
2.
Meida pane (D1B014025)
3.
Alfadholi Wafi
(D1B014032)
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kami, sehingga
makalah ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
Makalah yang berjudul “
Tanaman Dan Faktor Lingkungan” ini
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar-Dasar Agronomi. Makalah ini
memberikan penjelasan tentang Faktor-faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Tumbuhan
Tersusunnya makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Sehingga
dengan selesainya penulisan dan penyusun. Kami selaku penulis mengucapkan
terima kasih kepada :
1. Pak Ahmad Ridwan
2. Pihak- pihak
yang telah membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis berharap makalah ini dapat
bermanfaat bagi seluruh pembaca. Penulis menyadari makalah ini dapat bermanfaat bagi
seluruh pembaca. Penulis juga menyadari makalah ini memang masih jauh dari
sempurna. Untuk itu penulis selalu mengharapkan kritik dan saran para pembaca
agar dapat memperbaiki di waktu selanjutnya.
Jambi,17 September 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
Kata
pengantar ................................................................................................................
Daftar
isi .........................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN................................................................................
1.1
Latar Belakang ..................................................................................
1.2
Rumusan Masalah .............................................................................
1.3
Tujuan……………………………………………………………….
BAB
II
PEMBAHASAN………………………………………………………..
2.1 Faktor lingkungan yang mempengaruhi Tanaman………………..
1.
Faktor Abiotic……………………………………………………
2.
Faktor Biotik……………………………………………………
BAB
III KESIMPULAN DAN SARAN...........................................................
DAFTAR
PUSTAKA .....................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tumbuhan adalah organisme eukariotik multiseluler
dengan kemampuan untuk menghasilkan makanan mereka sendiri dengan proses fotosintesis
. ( Mereka autotror). lingkungan
adalah segala
sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan
manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi
lingkungan biotik dan abiotik. Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan
untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Abiotik adalah istilah yang digunakan
untuk menyebut benda mati.
Proses kehidupan tumbuhan pada
dasarnya merupakan hasil interaksi antara faktor eksternal dan internal,
faktor-faktor tersebut dapat dikatakan berpengaruh pada hampir seluruh tahapan
proses kehidupan tanaman yang berawal dari perkecambahan, perkembangan,
reproduksi sampai pada proses kematian tanaman).
Tanaman secara umum akan dapat tumbuh dan berkembang dengan
baik pada kondisi lingkungan yang favourable (menguntungkan) sesuai dengan
kebutuhan tanaman berdasarkan karakter sifat internal (genetik) dari tanaman
tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan suatu tanaman dalam
melangsungkan aktifitas hidupnya sangat ditentukan oleh kelangsungan interaksi
(saling mempengaruhi) dari faktor
eksternal (lingkungan) dan faktor internal (genetik). Tetapi perlu diketahui
bahwa disisi lain kondisi lingkungan di berbagai permukaan bumi sangat bervariasi
dan belum tentu sama antara lokasi yang satu dengan lokasi lainnya. Jangankan
pada suatu lokasi berbeda terkadang pada satu lokasi yang samapun kondisi
lingkungan bisa menjadi bervariasi dari waktu ke waktu, hal ini bisa saja
terjadi karena adanya perubahan-perubahan secara ekologis. (Yonny,2011)
Tumbuhan dan lingkungan mempunyai hubungan yang
sinergis, keduanya terjadi hubungan timbal balik Faktor lingkungan berpengaruh
terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, termasuk di dalamnya factor biotic dan
abiotik serta factor pengelolaan yang dilakukan oleh manusia. Kondisi tanah dan
iklim termasuk ke dalam factor abiotik sedangkan organisme lain baik yang
sejenis (antar individu tanaman dalam suatu populasi) maupun yang berlainan
jenis, misalnya : jenis tanaman lain dalam system tumpang sari, hama, penyakit
dan gulma termasuk pada factor biotic. (Cucan,2011)
1.2 Rumusan Masalah
- Apa saja faktor Abiotik lingkungan yang mempengaruhi Tanaman?
- Apa saja faktor Biotik lingkungan yang mempengaruhi Tanaman?
- Bagaimana Hubungan Diantara Faktor-Faktor Lingkungan yang mempengaruhi Tanaman?
1.3 Tujuan
- Untuk mengetahui Apa saja faktor Abiotik lingkungan yang mempengaruhi Tanaman?
- Untuk mengetahui Apa saja factor Biotik lingkungan yang mempengaruhi Tanaman?
- Untuk mengetahui Bagaimana Hubungan Diantara Faktor-Faktor Lingkungan yang mempengaruhi Tanaman?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Faktor lingkungan yang mempengaruhi Tanaman
Lingkungan
adalah sistem kompleks yang dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
perkembangan makhluk hidup dan merupakan ruang tiga dimensi, dimana makhluk
hidupnya sendiri merupakan salah satu bagiannya. Lingkungan bersifat
dinamis berubah setiap saat. Perubahan yang terjadi dari faktor lingkungan akan
mempengaruhi makhluk hidup dan respon makhluk hidup terhadap faktor tersebut
yang akan berbeda-beda menurut skala ruang dan waktu, serta kondisi makhluk
hidup.
Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman
dibedakan menjadi dua, yaitu faktor biotic dan abiotik :
1.
Faktor Abiotik
Faktor abiotic yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yaitu iklim (unsur
– unsur iklim seperti cahaya, angin, kelembaban, dan suhu), tanah, air, nutrisi
dan ruang.
- Iklim
Faktor iklim sangat menentukan
pertumbuhan dan produksi tanaman. Apabila tanaman ditanam di luar daerah
iklimnya, maka produktivitasnya sering kali tidak sesuai dengan yang
diharapkan. Dalam usaha pertanian, umumnya disesuaikan dengan kondisi iklim
setempat. Junghuhn mengklasifikasi daerah iklim di Pulau Jawa secara vertikal
sesuai dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan. Pembagian daerah iklim tersebut
adalah:
·
Daerah panas/tropis
Tinggi tempat : 0 – 600 m dari permukaan laut.
Suhu
: 26,3o C – 22o
C.
Tanaman : padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa,
coklat.
·
Daerah sedang
Tinggi tempat : 600 m – 1500 m dari permukaan laut.
Suhu
: 22 o C – 17,1 o C.
Tanaman
: padi, tembakau, teh, kopi,
coklat, kina, sayur-sayuran.
·
Daerah sejuk
Tinggi tempat : 1500 – 2500 m dari permukaan laut.
Suhu : 17,1 o C –
11,1 o C.
Tanaman
: kopi, teh, kina,
sayur-sayuran.
·
Daerah dingin
Tinggi tempat : lebih dari 2500 m dari permukaan laut.
Suhu
: 11,1 o C –
6,2 o C.
Tanaman
: Tidak ada tanaman budidaya.
Unsur – unsur iklim yang berpengaruh terhadap pertumbuhan
tanaman yaitu suhu, cahaya, angin, dan kelembaban udara.
Ø Cahaya
Cahaya
merupakan faktor utama sebagai energi dalam fotosintesis, untuk menghasilkan
energi. Kekurangan cahaya akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan,
meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Kekurangan cahaya
pada saat pertumbuhan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana
dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya
berukuran lebih kecil, tipis, pucat.
Pengaruh
cahaya bukan hanya tergantung kepada fotosintesis (kuat penyinaran) saja, namun
ada faktor lain yang terdapat pada cahaya, yaitu berkaitan dengan panjang
gelombangnya. Penelitian yang dilakukan oleh Hendrick & Berthwick pada
tahun 1984, menunjukan cahaya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan adalah pada
spectrum merah dengan panjang gelombang 660nm.
Percobaan
dengan menggunakan spectrum infra merah dengan panjang gelombang 730nm
memberikan pengaruh yang berlawanan. Substansi yang merspon spectrum cahaya
adalah fitakram suatu protein warna pada tumbuhan yang mengandung susunan atom
khusus yang mengabsorpsi cahaya.
Ø Suhu
Suhu
berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan antara lain bukaan stomata, laju transpirasi,
laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi. Suhu yang terlalu
tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses pertumbuhan. Fotosintesis
pada tumbuhan biasanya terjadi di daun, batang, atau bagian lain tanaman. Suhu
optimum (15°C hingga 30°C) merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan.
Suhu minimum (± 10°C) merupakan suhu terendah di mana tumbuhan masih dapat
tumbuh. Suhu maksimum (30°C hingga 38°C) merupakan suhu tertinggi dimana
tumbuhan masih dapat tumbuh. Peningkatan suhu sampai titik optimum akan
diikuti oleh peningkatan proses di atas
Setelah
melewati titik optimum, proses tersebut mulai dihambat: baik secara fisik
maupun kimia, menurunnya aktifitas enzim (enzim terdegradasi)
Peningkatan
suhu disekitar iklim mikro tanaman akan menyebabkan cepat hilangnya kandungan
lengas tanah
Peranan
suhu kaitannya dengan kehilangan lengas tanah melewati mekanisme transpirasi
dan evaporasi
Peningkatan
suhu terutama suhu tanah dan iklim mikro di sekitar tajuk tanaman akan mempercepat
kehilangan lengas tanah terutama pada musim kemarau. Pada musim kemarau,
peningkatan suhu iklim mikro tanaman berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan
dan perkembangan tanaman terutama pada daerah yang lengas tanahnya terbatas.
Meningkatnya
konsentrasi CO2 diatmosfer sebenarnya berdampak positif terhadap proses
fisiologis tanaman, tetapi pengaruh positif CO2 dihilangkan oleh peningkatan
suhu atmosfer yang cenderung berdampak negatif terhadap proses fisiologis
tersebut
Pengaruh
positif peningkatan CO2 atmosfer : merangsang proses fotosintesis, meningkatkan
pertumbuhan tanaman dan produktivitas pertanian tanpa diikuti oleh peningkatan
kebutuhan air (transpirasi).
Pengaruh
negatif peningkatan CO2: meningkatnya suhu iklim global, berdampak pada
peningkatan respirasi, menurunkan produktifitas tanaman. Peningkatan suhu
menghilangkan pengaruh positif dari peningkatan CO2.
Ø Angin
Angin
merupakan unsur penting bagi tanaman, karena angin dapat mengatur penguapan
atau temperature, membantu penyerbukan (lebih – lebih penyerbukan silang),
membawa uap air sehingga udara panas menjadi sejuk, dan membawa gas – gas yang
sangat dibutuhkan oleh tanaman. Hal – hal tersebut ditinjau dari keuntungannya,
tetapi dari segi kerugiannya adalah tanaman bisa terbkar karena angin, penyerbukan
karena angin bijinya tidak bisa menjadi murni sehingga tanaman perlu diisolasi,
dapat menyebarluaskan gulma, membawa serangga tertentu kemana mana, dan angin
yang kencang dapat merebahkan tanaman. Salah satu jalan untuk mengatasi
pengaruh buruk angin, ialah dengan jalan menanam pohon penahan angin yang dapat
menjamin perlindungan sejauh 15 – 20 kali tinggi pohon perlindung. Misalnya
tinggi pohon 10 meter, tanaman sejauh 150 – 200 meter dapat dilindungi sehingga
memperlambat kecepatan angin. Angin dengan kecepatan 4 – 5 sampai 6 -7 m / sec
sudah tidak mampu untuk merobohkan tanaman. Angin mempengaruhi transpirasi
dengan bergeraknya uap air disekitar tanaman, sehingga memberikan kesempatan
terjadinya penguapan lebih lanjut. Situasi ini merupakan tekanan yang kuat bagi
keseimbangan air, meskipun jumlah air dalam tanah cukup banyak. Pertumbuhan
vertical akan terbatas sesuai dengan kemampuan mengisap dan mentransformasikan
air ke atas untuk mengimbangi transpirasi yang cepat, hasilnya mungkin akan
membentuk tanaman yang kerdil.
Ø Kelembaban
Kelembapan
ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun karena transpirasi akan
terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut. Bila kondisi
lembap dapat dipertahankan maka banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih
sedikit yang diuapkan. Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga
sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuh bertambah besar. Pada
kondisi ini, faktor kehilangan air sangat kecil karena transpirasi yang kurang.
Adapun untuk mengatasi kelebihan air, tumbuhan beradaptasi dengan memiliki
permukaan helaian daun yang lebar. Untuk pemecahan senyawa bermolekul besar
(saat respirasi) agar menghasilkan energi yang diperlukan pada proses
pertumbuhan dan perkembangannya.
- Tanah
pengertian tentang tanah sangat beragam, tergantung dari
segi mana orang melihatnya. Ahli pertanian menyebutkan tanah merupakan medium
alam tempat tumbuhnya tumbuhan dan tanaman yang tersusun dari bahan-bahan
padat, cair dan gas. Bahan penyusun tanah dapat dibedakan atas partikel
mineral, Bahan organic, Jasad hidup, Air dan Gas.
Terdapat 3 fungsi
tanah yang primer terhadap tanaman, yaitu :
·
Melayani tanaman sebagai tempat berpegang dan bertumpu untuk
tegak
·
Memberikan unsure-unsur mineral, melayaninya baik sebagai
medium pertukaran maupun sebagai tempet persediaan.
·
Meberikan air dan
melayaninya sebagai reservoir
Pembentukan tanah merupakan proses yang terus-menerus. Ini dapat dilihat
dari potongan vertical melalui tanah yang dangkal, dimana batuan induk hanya
sedikit di bawah permukaan tanah. Ketiga gradasi yang agak nyata dari batuan
induk ke “top soil” disebut horizon-horison. Morfologi dari horizon-horison
inilah yang memungkinkan pengklasifikasian tanah dalam tipe-tipenya, supaya struktur
dan kesuburan dapat diramalkan.
Pada saat kebanyakan tanah matang, terbentuklah 3 buah
horizon penting A.B dan C. Horison D dimaksudkan untuk lapisan dibawahnya,
biasanya dari batuan induk.
·
Horison
A adalah zone pencucian (eluviasi).
Banyak mengandung akar, bakteri, cendawan, dan binatang kecil (misal
cacing/nematode). Miskin akan zat-zat terlarut dan telah kehilangan fraksi liat
dan besi dan oksida alumunium.
·
Horizon
B adalah zone penumpukan (iluviasi).
Kurang banyak mengandung bahan hidup. Lebih tinggi kandungan liat, besi dan
oksida alumunium, jadi lebih lengket bila basah dan lebih keras bila kering.
·
Horizon
C terdiri dari bahan batuan terlapuk,sering merupakan batuan induk. Tidaklah
semua profil menunjukan perkembangan lengkap, dan tanah-tanah yang telah
digunakan untuk tujuan pertanian dalam waktu lama, terutama kekurangan satu
atau lebih horison teratas. Gambaran yang paling menyolok adalah horizon bajak- horizon yang secara
berulang terganggu oleh pembajakan, penggaruan dan pencangkulan.
Tanah merupakan sumber utama zat
hara untuk tanaman dan tempat sejumlah perubahan penting dalam sikls
pangan.susunan anorganik dalam tanah yang dibentuk dari pelapukan padas dan
pengkristalan mineral-mineral. Dapat digolongkan pada liat,debu, pasir dan
kerikil.komponen tambahan yang sangat penting adalah bahan organic yang disebut
humus. Kaitan hubungan tekstur dan struktur tanah terhadap pertumbuhan tanaman
sangat erat. Ada hubungan timbal balik antara komponen satu dengan komponen
yang lainnya.
Pertumbuhan tanaman dapat
dipengaruhi oleh tekstur dan struktur tanah. Dalam keadaan tanah yang memiliki
tekstur yang dominan pasir, maka daya ikat tanah terhadap air serta bahan
organik lainnya kecil. Tanah dengan tekstur dominan pasir ini cenderung mudah melepas
unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Dalam keadaan tanah seperti ini,
pertumbuhan akar tanaman akan berkembang dengan baik. Akar mudah untuk
melakukan penetrasi ke dalam tanah. Drainase dan aerasi pada tekstur tanah
dominan berpasir ini cukup baik, namun tekstur tanah ini cenderung mudah
melepas unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tanaman akan sulit
mendapatkan unsur hara, dan pertumbuhan tanaman akan terganggu. Dalam keadaan
tanah yang dominan liat, akar pada tanaman akan sulit untuk melakukan penetrasi
karena keadaan lingkungan tanah yang lengket pada saat basah dan mengeras pada
saat kering. Air pada tanah dominan liat ini tidak mudah hilang. Tanaman dapat
mengalami kematian, karena kurangnya unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman untuk
melakukan proses-proses fisiologis yang semestinya. Untuk pertumbuhan tanaman
yang baik, tanah dengan aerasi, drainase, serta kemampuan menyimpan air
maupun unsur hara yang baik harus memiliki komponen pasir, debu, dan liat yang
seimbang. Sehingga tanaman mampu tumbuh dalam keadaan yang optimal.
- Air
Air
sangat penting bagi tanaman karena berfungsi sebagai:
(a)
Bahan baku (sumber hydrogen) dalam proses fotosintesis ,
(b).
Penyusun protoplasma ,
(c).
Memelihara tekanan turgor,
(d)
Bahan atau media dalam proses transpirasi dan
(e).
Pelarut unsure hara dalam tanah dan tubuh tanaman
(f).
sebagai media translokasi unsure hara dari dalam tanah ke akar untuk
selanjutnya dikirim ke daun.
Tanaman
mendapatkan air dari dalam tanah dan sedikit saja yang berasal dari udara,
misalnya embun dan kabut, meskipun pada beberapa jenis tanaman yang tergolong xerophyt dapat hidup hanya dengan
mengandalkan air dari udara ini. Dalam
tanah, tidak semua air tersedia bagi tanaman. Air yang tertinggal dalam tanah, yang tidak tersedia bagi tanaman dikenal sebagai air higroskopis. Tanaman yang tumbuh
pada kondisi seperti ini akan mengalami layu permanent dan mati karena
kekurangan air. Dalam hal ini kekurangan air bukan disebabkan oleh adanya
transpirasi yang berlebihan karena intensitas radiasi tinggi melainkan karena
tidak adanya absorbsi air oleh akar.
Pemanfaatan
air dari udara oleh tanaman bisa terjadi pada daerah kering, dimana air dalam
tanah tidak pernah tersedia bagi tanaman. Bentuk air yang dapat dimanfaatkan
adalah embun dan kabut yang diserap tanaman melalui proses transpirasi
negative.
Dalam
Buckman and Brady (1982) disebutkan bahwa keberadaan air berdasarkan
klasifikasi biologi air di dalam tanah ada tiga bentuk yaitu : air kelebihan,
air tersedia dan air tidak tersedia. Pada umumnya kelebihan air yang terikat
pada kapasitas lapangan tidak menguntungkan tanaman tingkat tinggi. Bila
terlalu banyak air, keadaannya merugikan pertumbuhan dan menjadi lebih buruk
ketika mencapai titik jenuh. Pengaruh buruk yang lain dari kelebihan air adalah
terlindinya unsur hara bersama gerakan air tersebut ke bawah. Pada tanah yang
bertekstur halus, hal ini mungkin hanya perpindahan unsur hara ke lapisan yang
lebih bawah dan tidak terlalu dalam sehingga masih dapat diserap oleh akar
tanaman.
Air merupakan pembatas pertumbuhan
tanaman karena jika jumlahnya terlalu banyak menimbulkan genangan dan
menyebabkan cekaman aerasi sedangkan jika jumlahnya sedikit sering menimbulkan
cekaman kekeringan.
- Ruang
Hasil analisis statistika pengujian
pengaturan jarak tanam, populasi dan pengolahan tanah memperlihatkan bahwa
perlakuan pengolahan tanah berpengaruh sangat nyata terhadap parameter
pertumbuhan dan produksi tanaman. Salah satu bentuk interaksi antara satu
populasi dengan populasi lain atau antara satu individu dengan individu lain
adalah bersifat persaingan (kompetisi). Persaingan terjadi bila kedua individu
mempunyai kebutuhan sarana pertumbuhan yang sama sedangkan lingkungan tidak
menyediakan kebutuhan tersebut dalam jumlah yang cukup. Persaingan ini akan
berakibat negatif atau menghambat pertumbuhan individu-individu yang terlibat.
Persaingan dapat terjadi diantara
sesama jenis atau antar spesies yang sama (intraspesific competition), dan
dapat pula terjadi diantara jenis-jenis yang berbeda (interspesific
competition). Persaingan sesama jenis pada umumnya terjadi lebih awal dan
menimbulkan pengaruh yang lebih buruk dibandingkan persaingan yang terjadi
antar jenis yang berbeda. Sarana pertumbuhan yang sering menjadi pembatas dan
menyebabkan terjadinya persaingan diantaranya air, cahaya, nutrisi dan ruang.
Ruang merupakan factor yang penting
dalam persaingan antar spesies karena ruang sebagai tempat hidup dan sumber
nutrisi bagi tumbuhan. Ruang yang besar dapat menyebabkan tingginya tingkat
persaingan. Faktor utama yang memengaruhi persaingan antar jenis tanaman yang
sama diantaranya adalah kerapatan.
Pengaruh kerapatan tanaman terhadap
diameter dan tinggi tanaman yaitu semakin besar kerapatan tanaman maka semakin
kecil diameter dan tinggi tanaman dan semakin kecil kerapatan tanaman maka
semakin besar diameter dan tinggi tanaman yang ada. Hal ini disebabkan karena
kerapatan yang besar berarti jumlah tanaman sejenis banyak tumbuh di ruang
sempit, saling berkompetisi untuk mendapatkan air, dan nutrisi yang jumlahnya
terbatas.
- Nutrisi
Nutrisi terdiri atas unsur-unsur
atau senyawa-senyawa kimia sebagai sumber energi dan sumber materi untuk
sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan. Nutrisi
umumnya diambil dari dalam tanah dalam bentuk ion dan kation, sebagian lagi
diambil dari udara. Unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak
disebut unsur makro (C, H, O, N, P, K, S, Ca, Fe, Mg). Adapun unsur-unsur yang
dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (B, Mn, Mo, Zn, Cu, Cl).
Jika salah satu kebutuhan unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi, akan
mengakibatkan kekurangan unsur yang disebut defisiensi. Defisiensi
mengakibatkan pertumbuhan menjadi terhambat.
2. Faktor
Biotik
Faktor biotik adalah faktor yang
berpengaruh menguntungkan atau merugikan
yang
disebabkan oleh tanaman lain dan hewan pada tanaman pertanian seperti Hama,
penyakit dan gulma
Hama, penyakit dan gulma merupakan factor
lingkungan yang sangat menentukan tingkat dan kualitas hasil tanaman dan bahkan
dapat menyebabkan gagalnya panen. Didaerah tropis kerugian hasil sebagai akibat
serangan hama dan penyakit pada umumnya lebih besar daripada daerah sub tropis,
karena kondisi iklim di tropis yang lembab dan panas sangat menguntungkan bagi
perkembangan dan penyebaran penyakit.
- Hama
Hama
tanaman dapat didefenisikan sebagai binatang yang memakan tanaman dan secara
ekonomis merugikan. Dari keseluruhan hama tanaman, klas Insecta merupakan
bagian yang terbesar. Insecta merupakan hama tanaman yang sangat mudah
berpindah dan mempunyai daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan baru. Selain
itu insecta cepat berkembang biak, apalagi pada kondisi yang menguntungkan.
Hama tanaman dapat dikendalikan dengan berbagai cara, antara lain penggunaan
varietas resisten, kultur teknis dan pengendalian secara kimiawi.
- Penyakit Tanaman
Penyakit
tanaman adalah gangguan tanaman yang disebabkan oleh virus, bakteri atau
cendawan. Ketiga macam organisme penyebab penyakit tersebut mempunyai
sifat-sifat yang spesifik, demikian pula gangguannya terhadap tanaman. Virus
merupakan bentuk organisme yang paling sederhana diantara bakteri dan cendawan.
Virus merupakan organisme yang non mobil dan masuk ke dalam sel tanaman melalui
perantara serangga atau manusia.
Penyakit
bakteri dapat menyebar luas melalui bagian tanaman yang terinfeksi dengan
perantara serangga, atau dapat juga menyebar melalui perantara air hujan dan
air irigasi. Penyakit cendawan menyerang tanaman dengan berbagai cara. Infeksi
langsung dapat terjadi pada bahan tanam, baik terhadap benih maupun bibit.
Infeksi tidak langsung biasanya terjadi melalui perantara angin (yang membawa
terbang spora cendawan), air (air dalam tanah atau air irigasi dan percikan air
hujan) serta partikel tanah yang terbawa oleh alat pengolah tanah.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi perkembangan penyakit adalah kelembaban udara yang tinggi,
kondisi tanaman, sifat pathogen, keberhasilan infeksi, tingkat populasi dan
perkembangan vector serta resistensi genetic tanaman.
Mengingat
bahwa pada beberapa penyakit menyebar begitu cepat dan sulitnya pemberantasan
bila infeksi terjadi, maka tindakan yang paling tepat adalah mencegah
terjadinya infeksi daripada membasmi penyakit yang telah menyerang tanaman.
Bahan-bahan kimia pembunuh penyakit harganya mahal dan meninggalkan residu yang
dapat merusak lingkungan. Penggunaan pestisida juga menyebabkan organisme
pengganggu menjadi resisten, sehingga sulit diberantas dengan pestisida yang
sama. Selain itu penggunaan pestisida dapat membunuh serangga dan organisme
lain yang menguntungkan.
Ada
beberapa cara perlindungan tanaman terhadap penyakit, yaitu :
(1)
Imunisasi (kekebalan tanaman) yang dapat diperoleh dengan penggunaan varietas
resisten,
(2).
Kemoterapi dengan menggunakan fungisida, dan
(3).
Propilaktik dengan cara pencegahan (proteksi), legislasi dan eradikasi.
- Gulma
Gulma
berpengaruh kepada tanaman melalui persaingannya terhadap cahaya, nutrisi dan
air. Selain itu gulma juga merugikan karena mengganggu operasi alat-alat
pertanian dan sebagai inang hama dan penyakit. Di lain pihak, gulma dapat saja
menguntungkan karena dapat sebagai penahan erosi pada tanah miring dan
bergelombang serta sebagai penyumbang bahan organic tanah pada tanah miskin.
Namun demikian, secara keseluruhan gulma dapat dinyatakan sebagai organisme
yang merugikan tanaman, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Cara
mengendalikan gulma dapat dipilih dari beberapa cara pengendalian yang ada
dengan mempertimbangkan efektivitas, efisiensi serta aman bagi manusia, hewan
dan lingkungan. Cara pengendalian gulma tersebut adalah dengan
pencabutan, rotasi tanaman, pengolahan tanah dan secara kimiawi.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat Disimpulkan
bahwa Tumbuhan dan lingkungan mempunyai hubungan yang sinergis, keduanya
terjadi hubungan timbal balik Faktor lingkungan berpengaruh terhadap
pertumbuhan dan hasil tanaman, termasuk di dalamnya factor biotic dan abiotik
serta factor pengelolaan yang dilakukan oleh manusiatanaman tumbuh tidak lepas
dari factor Abiotik dan factor biotic.
Faktor abiotic yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yaitu iklim (unsur
– unsur iklim seperti cahaya, angin, kelembaban, dan suhu), tanah, air, nutrisi
dan ruang.
Faktor
biotik adalah faktor yang berpengaruh menguntungkan atau merugikan
yang
disebabkan oleh tanaman lain dan hewan pada tanaman pertanian seperti Hama,
penyakit dan gulma
3.2
Saran
Gunakan lah isi
makalah ini dengan baik dan utamakan pelestarian alam dalam penanganan perkembangan
dan pertumbuhan tanaman agar factor-faktor abiotic maupun biotic yang
dibutuhkan tanaman dapat terjaga dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Yonny, 2011. Faktor Lingkungan Dan Pertumbuhan Tanaman. Diunduh dari
(diakses
pada 17 sep 2015)
Anina, 2012. Ekologi Tumbuhan - Faktor Lingkungan. Di unduh dari
(diakses
pada 17 sep 2015)
Cucan, 2011 Tumbuhan Dalam Lingkungan. Diunduh dari
(diakses
pada 17 sep 2015)
s
Tidak ada komentar:
Posting Komentar