Jumat, 03 Februari 2017

MAKALAH DASAR-DASAR AGRONOMI TANAMAN DAN FAKTOR LINGKUNGAN



MAKALAH
DASAR-DASAR AGRONOMI
TANAMAN DAN FAKTOR LINGKUNGAN

  
      DISUSUN OLEH :
                1.      Nur Rohmah Mayasari              (D1B014013)
                2.      Meida pane                               (D1B014025)
                3.      Alfadholi Wafi                            (D1B014032)
                                                    





PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015




KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kami, sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
            Makalah yang berjudul “ Tanaman Dan Faktor Lingkungan”  ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar-Dasar Agronomi. Makalah ini memberikan penjelasan tentang Faktor-faktor Lingkungan yang Mempengaruhi  Tumbuhan
            Tersusunnya makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Sehingga dengan selesainya penulisan dan penyusun. Kami selaku penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Pak Ahmad Ridwan
2.      Pihak- pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca. Penulis menyadari makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca. Penulis juga menyadari makalah ini memang masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis selalu mengharapkan kritik dan saran para pembaca agar dapat memperbaiki di waktu selanjutnya.




Jambi,17 September 2015


Penyusun


DAFTAR ISI

Kata pengantar       ................................................................................................................ 
Daftar isi                ......................................................................................... 
BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 
1.1              Latar Belakang .................................................................................. 
1.2              Rumusan Masalah ............................................................................. 
1.3              Tujuan……………………………………………………………….
BAB II  PEMBAHASAN……………………………………………………….. 
 2.1     Faktor  lingkungan yang mempengaruhi Tanaman………………..
            1. Faktor Abiotic……………………………………………………
            2. Faktor Biotik……………………………………………………
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN...........................................................
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Tumbuhan adalah organisme eukariotik multiseluler dengan kemampuan untuk menghasilkan makanan mereka sendiri dengan proses fotosintesis . ( Mereka autotror).         lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Abiotik adalah istilah yang digunakan untuk menyebut benda mati.
Proses kehidupan tumbuhan pada dasarnya merupakan hasil interaksi antara faktor eksternal dan internal, faktor-faktor tersebut dapat dikatakan berpengaruh pada hampir seluruh tahapan proses kehidupan tanaman yang berawal dari perkecambahan, perkembangan, reproduksi sampai pada proses kematian tanaman).
Tanaman secara umum akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada kondisi lingkungan yang favourable (menguntungkan) sesuai dengan kebutuhan tanaman berdasarkan karakter sifat internal (genetik) dari tanaman tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan suatu tanaman dalam melangsungkan aktifitas hidupnya sangat ditentukan oleh kelangsungan interaksi (saling mempengaruhi)  dari faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (genetik). Tetapi perlu diketahui bahwa disisi lain kondisi lingkungan di berbagai permukaan bumi sangat bervariasi dan belum tentu sama antara lokasi yang satu dengan lokasi lainnya. Jangankan pada suatu lokasi berbeda terkadang pada satu lokasi yang samapun kondisi lingkungan bisa menjadi bervariasi dari waktu ke waktu, hal ini bisa saja terjadi karena adanya perubahan-perubahan secara ekologis. (Yonny,2011)

Tumbuhan dan lingkungan mempunyai hubungan yang sinergis, keduanya terjadi hubungan timbal balik Faktor lingkungan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, termasuk di dalamnya factor biotic dan abiotik serta factor pengelolaan yang dilakukan oleh manusia. Kondisi tanah dan iklim termasuk ke dalam factor abiotik sedangkan organisme lain baik yang sejenis (antar individu tanaman dalam suatu populasi) maupun yang berlainan jenis, misalnya : jenis tanaman lain dalam system tumpang sari, hama, penyakit dan gulma termasuk pada factor biotic. (Cucan,2011)

1.2  Rumusan Masalah
  1. Apa saja faktor Abiotik lingkungan yang mempengaruhi Tanaman?
  2. Apa saja faktor Biotik lingkungan yang mempengaruhi Tanaman?
  3. Bagaimana Hubungan Diantara Faktor-Faktor Lingkungan yang mempengaruhi Tanaman?

1.3  Tujuan
  1. Untuk mengetahui Apa saja faktor Abiotik lingkungan yang mempengaruhi Tanaman?
  2. Untuk mengetahui Apa saja factor Biotik  lingkungan yang mempengaruhi Tanaman?
  3. Untuk mengetahui Bagaimana Hubungan Diantara Faktor-Faktor Lingkungan yang mempengaruhi Tanaman?


BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Faktor  lingkungan yang mempengaruhi Tanaman
            Lingkungan adalah sistem kompleks yang dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup dan merupakan ruang tiga dimensi, dimana makhluk hidupnya sendiri merupakan salah satu bagiannya. Lingkungan bersifat dinamis berubah setiap saat. Perubahan yang terjadi dari faktor lingkungan akan mempengaruhi makhluk hidup dan respon makhluk hidup terhadap faktor tersebut yang akan berbeda-beda menurut skala ruang dan waktu, serta kondisi makhluk hidup. 
Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dibedakan menjadi dua, yaitu faktor biotic dan abiotik :
1.      Faktor Abiotik
            Faktor abiotic yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yaitu iklim (unsur – unsur iklim seperti cahaya, angin, kelembaban, dan suhu), tanah, air, nutrisi dan ruang.
  1. Iklim
Faktor iklim sangat menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman. Apabila tanaman ditanam di luar daerah iklimnya, maka produktivitasnya sering kali tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dalam usaha pertanian, umumnya disesuaikan dengan kondisi iklim setempat. Junghuhn mengklasifikasi daerah iklim di Pulau Jawa secara vertikal sesuai dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan. Pembagian daerah iklim tersebut adalah:
·         Daerah panas/tropis
Tinggi tempat  : 0 – 600 m dari permukaan laut.
Suhu                            : 26,3o C – 22o C.
Tanaman          : padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, coklat.
·         Daerah sedang
Tinggi tempat  : 600 m – 1500 m dari permukaan laut.
Suhu                  : 22 o C – 17,1 o C.
Tanaman          : padi, tembakau, teh, kopi, coklat, kina, sayur-sayuran.
·         Daerah sejuk
Tinggi tempat  : 1500 – 2500 m dari permukaan laut.
Suhu                            : 17,1 o C – 11,1 o C.
Tanaman          : kopi, teh, kina, sayur-sayuran.
·         Daerah dingin
Tinggi tempat : lebih dari 2500 m dari permukaan laut.
Suhu                  : 11,1 o C – 6,2 o C.
Tanaman          : Tidak ada tanaman budidaya.
Unsur – unsur iklim yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yaitu suhu, cahaya, angin, dan kelembaban udara.

Ø  Cahaya
Cahaya merupakan faktor utama sebagai energi dalam fotosintesis, untuk menghasilkan energi. Kekurangan cahaya akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Kekurangan cahaya pada saat pertumbuhan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan  daunnya berukuran lebih kecil, tipis, pucat.
Pengaruh cahaya bukan hanya tergantung kepada fotosintesis (kuat penyinaran) saja, namun ada faktor lain yang terdapat pada cahaya, yaitu berkaitan dengan panjang gelombangnya. Penelitian yang dilakukan oleh Hendrick & Berthwick pada tahun 1984, menunjukan cahaya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan adalah pada spectrum merah dengan panjang gelombang 660nm.
Percobaan dengan menggunakan spectrum infra merah dengan panjang gelombang 730nm memberikan pengaruh yang berlawanan. Substansi yang merspon spectrum cahaya adalah fitakram suatu protein warna pada tumbuhan yang mengandung susunan atom khusus yang mengabsorpsi cahaya.

Ø  Suhu
Suhu berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan antara lain  bukaan stomata, laju transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses pertumbuhan. Fotosintesis pada tumbuhan biasanya terjadi di daun, batang, atau bagian lain tanaman. Suhu optimum (15°C hingga 30°C) merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan. Suhu minimum (± 10°C) merupakan suhu terendah di mana tumbuhan masih dapat tumbuh. Suhu maksimum (30°C hingga 38°C) merupakan suhu tertinggi dimana tumbuhan masih dapat tumbuh.  Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan proses di atas
Setelah melewati titik optimum, proses tersebut mulai dihambat: baik secara fisik maupun kimia, menurunnya aktifitas enzim (enzim terdegradasi)
Peningkatan suhu disekitar iklim mikro tanaman akan menyebabkan cepat hilangnya kandungan lengas tanah
Peranan suhu kaitannya dengan kehilangan lengas tanah melewati mekanisme transpirasi dan evaporasi
Peningkatan suhu terutama suhu tanah dan iklim mikro di sekitar tajuk tanaman akan mempercepat kehilangan lengas tanah terutama pada musim kemarau. Pada musim kemarau, peningkatan suhu iklim mikro tanaman berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman terutama pada daerah yang lengas tanahnya terbatas.
Meningkatnya konsentrasi CO2 diatmosfer sebenarnya berdampak positif terhadap proses fisiologis tanaman, tetapi pengaruh positif CO2 dihilangkan oleh peningkatan suhu atmosfer yang cenderung berdampak negatif terhadap proses fisiologis tersebut
Pengaruh positif peningkatan CO2 atmosfer : merangsang proses fotosintesis, meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas pertanian tanpa diikuti oleh peningkatan kebutuhan air (transpirasi).
Pengaruh negatif peningkatan CO2: meningkatnya suhu iklim global, berdampak pada peningkatan respirasi, menurunkan produktifitas tanaman. Peningkatan suhu menghilangkan pengaruh positif dari peningkatan CO2.
Ø  Angin
Angin merupakan unsur penting bagi tanaman, karena angin dapat mengatur penguapan atau temperature, membantu penyerbukan (lebih – lebih penyerbukan silang), membawa uap air sehingga udara panas menjadi sejuk, dan membawa gas – gas yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Hal – hal tersebut ditinjau dari keuntungannya, tetapi dari segi kerugiannya adalah tanaman bisa terbkar karena angin, penyerbukan karena angin bijinya tidak bisa menjadi murni sehingga tanaman perlu diisolasi, dapat menyebarluaskan gulma, membawa serangga tertentu kemana mana, dan angin yang kencang dapat merebahkan tanaman. Salah satu jalan untuk mengatasi pengaruh buruk angin, ialah dengan jalan menanam pohon penahan angin yang dapat menjamin perlindungan sejauh 15 – 20 kali tinggi pohon perlindung. Misalnya tinggi pohon 10 meter, tanaman sejauh 150 – 200 meter dapat dilindungi sehingga memperlambat kecepatan angin. Angin dengan kecepatan 4 – 5 sampai 6 -7 m / sec sudah tidak mampu untuk merobohkan tanaman. Angin mempengaruhi transpirasi dengan bergeraknya uap air disekitar tanaman, sehingga memberikan kesempatan terjadinya penguapan lebih lanjut. Situasi ini merupakan tekanan yang kuat bagi keseimbangan air, meskipun jumlah air dalam tanah cukup banyak. Pertumbuhan vertical akan terbatas sesuai dengan kemampuan mengisap dan mentransformasikan air ke atas untuk mengimbangi transpirasi yang cepat, hasilnya mungkin akan membentuk tanaman yang kerdil.

Ø  Kelembaban
Kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut. Bila kondisi lembap dapat dipertahankan maka banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuh bertambah besar. Pada kondisi ini, faktor kehilangan air sangat kecil karena transpirasi yang kurang. Adapun untuk mengatasi kelebihan air, tumbuhan beradaptasi dengan memiliki permukaan helaian daun yang lebar. Untuk pemecahan senyawa bermolekul besar (saat respirasi) agar menghasilkan energi yang diperlukan pada proses pertumbuhan dan perkembangannya.

  1. Tanah
pengertian tentang tanah sangat beragam, tergantung dari segi mana orang melihatnya. Ahli pertanian menyebutkan tanah merupakan medium alam tempat tumbuhnya tumbuhan dan tanaman yang tersusun dari bahan-bahan padat, cair dan gas. Bahan penyusun tanah dapat dibedakan atas partikel mineral, Bahan organic, Jasad hidup, Air dan Gas.
Terdapat 3  fungsi tanah yang primer terhadap tanaman, yaitu :
·         Melayani tanaman sebagai tempat berpegang dan bertumpu untuk tegak
·         Memberikan unsure-unsur mineral, melayaninya baik sebagai medium pertukaran maupun sebagai tempet persediaan.
·          Meberikan air dan melayaninya sebagai reservoir
                 Pembentukan tanah merupakan proses yang terus-menerus. Ini dapat dilihat dari potongan vertical melalui tanah yang dangkal, dimana batuan induk hanya sedikit di bawah permukaan tanah. Ketiga gradasi yang agak nyata dari batuan induk ke “top soil” disebut horizon-horison. Morfologi dari horizon-horison inilah yang memungkinkan pengklasifikasian tanah dalam tipe-tipenya, supaya struktur dan kesuburan dapat diramalkan.
             Pada saat kebanyakan tanah matang, terbentuklah 3 buah horizon penting A.B dan C. Horison D dimaksudkan untuk lapisan dibawahnya, biasanya dari batuan induk.
·         Horison A adalah zone pencucian (eluviasi). Banyak mengandung akar, bakteri, cendawan, dan binatang kecil (misal cacing/nematode). Miskin akan zat-zat terlarut dan telah kehilangan fraksi liat dan besi dan oksida alumunium.
·         Horizon B adalah zone penumpukan (iluviasi). Kurang banyak mengandung bahan hidup. Lebih tinggi kandungan liat, besi dan oksida alumunium, jadi lebih lengket bila basah dan lebih keras bila kering.
·         Horizon C terdiri dari bahan batuan terlapuk,sering merupakan batuan induk. Tidaklah semua profil menunjukan perkembangan lengkap, dan tanah-tanah yang telah digunakan untuk tujuan pertanian dalam waktu lama, terutama kekurangan satu atau lebih horison teratas. Gambaran yang paling menyolok adalah horizon bajak- horizon yang secara berulang terganggu oleh pembajakan, penggaruan dan pencangkulan.
Tanah merupakan sumber utama zat hara untuk tanaman dan tempat sejumlah perubahan penting dalam sikls pangan.susunan anorganik dalam tanah yang dibentuk dari pelapukan padas dan pengkristalan mineral-mineral. Dapat digolongkan pada liat,debu, pasir dan kerikil.komponen tambahan yang sangat penting adalah bahan organic yang disebut humus. Kaitan hubungan tekstur dan struktur tanah terhadap pertumbuhan tanaman sangat erat. Ada hubungan timbal balik antara komponen satu dengan komponen yang lainnya.
Pertumbuhan tanaman dapat dipengaruhi oleh tekstur dan struktur tanah. Dalam keadaan tanah yang memiliki tekstur yang dominan pasir, maka daya ikat tanah terhadap air serta bahan organik lainnya kecil. Tanah dengan tekstur dominan pasir ini cenderung mudah melepas unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Dalam keadaan tanah seperti ini, pertumbuhan akar tanaman akan berkembang dengan baik. Akar mudah untuk melakukan penetrasi ke dalam tanah. Drainase dan aerasi pada tekstur tanah dominan berpasir ini cukup baik, namun tekstur tanah ini cenderung mudah melepas unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tanaman akan sulit mendapatkan unsur hara, dan pertumbuhan tanaman akan terganggu. Dalam keadaan tanah yang dominan liat, akar pada tanaman akan sulit untuk melakukan penetrasi karena keadaan lingkungan tanah yang lengket pada saat basah dan mengeras pada saat kering. Air pada tanah dominan liat ini tidak mudah hilang. Tanaman dapat mengalami kematian, karena kurangnya unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman untuk melakukan proses-proses fisiologis yang semestinya. Untuk pertumbuhan tanaman yang baik, tanah  dengan aerasi, drainase, serta kemampuan menyimpan air maupun unsur hara yang baik harus memiliki komponen pasir, debu, dan liat yang seimbang. Sehingga tanaman mampu tumbuh dalam keadaan yang optimal.

  1. Air
Air sangat penting bagi tanaman karena berfungsi sebagai:
(a) Bahan baku (sumber hydrogen) dalam proses fotosintesis ,
(b). Penyusun protoplasma    ,
(c). Memelihara tekanan turgor,
(d) Bahan atau media dalam proses transpirasi dan
(e). Pelarut unsure hara dalam tanah dan tubuh tanaman
(f). sebagai media translokasi unsure hara dari dalam tanah ke akar untuk selanjutnya dikirim ke daun.
Tanaman mendapatkan air dari dalam tanah dan sedikit saja yang berasal dari udara, misalnya embun dan kabut, meskipun pada beberapa jenis tanaman yang tergolong xerophyt dapat hidup hanya dengan mengandalkan air dari udara ini.  Dalam tanah, tidak semua air tersedia bagi tanaman. Air yang tertinggal dalam tanah, yang tidak tersedia bagi tanaman dikenal sebagai air higroskopis. Tanaman yang tumbuh pada kondisi seperti ini akan mengalami layu permanent dan mati karena kekurangan air. Dalam hal ini kekurangan air bukan disebabkan oleh adanya transpirasi yang berlebihan karena intensitas radiasi tinggi melainkan karena tidak adanya absorbsi air oleh akar.
Pemanfaatan air dari udara oleh tanaman bisa terjadi pada daerah kering, dimana air dalam tanah tidak pernah tersedia bagi tanaman. Bentuk air yang dapat dimanfaatkan adalah embun dan kabut yang diserap tanaman melalui proses transpirasi negative.
Dalam Buckman and Brady (1982) disebutkan bahwa keberadaan air berdasarkan klasifikasi biologi air di dalam tanah ada tiga bentuk yaitu : air kelebihan, air tersedia dan air tidak tersedia. Pada umumnya kelebihan air yang terikat pada kapasitas lapangan tidak menguntungkan tanaman tingkat tinggi. Bila terlalu banyak air, keadaannya merugikan pertumbuhan dan menjadi lebih buruk ketika mencapai titik jenuh. Pengaruh buruk yang lain dari kelebihan air adalah terlindinya unsur hara bersama gerakan air tersebut ke bawah. Pada tanah yang bertekstur halus, hal ini mungkin hanya perpindahan unsur hara ke lapisan yang lebih bawah dan tidak terlalu dalam sehingga masih dapat diserap oleh akar tanaman.
Air merupakan pembatas pertumbuhan tanaman karena jika jumlahnya terlalu banyak menimbulkan genangan dan menyebabkan cekaman aerasi sedangkan jika jumlahnya sedikit sering menimbulkan cekaman kekeringan.


  1. Ruang
Hasil analisis statistika pengujian pengaturan jarak tanam, populasi dan pengolahan tanah memperlihatkan bahwa perlakuan pengolahan tanah berpengaruh sangat nyata terhadap parameter pertumbuhan dan produksi tanaman. Salah satu bentuk interaksi antara satu populasi dengan populasi lain atau antara satu individu dengan individu lain adalah bersifat persaingan (kompetisi). Persaingan terjadi bila kedua individu mempunyai kebutuhan sarana pertumbuhan yang sama sedangkan lingkungan tidak menyediakan kebutuhan tersebut dalam jumlah yang cukup. Persaingan ini akan berakibat negatif atau menghambat pertumbuhan individu-individu yang terlibat.
Persaingan dapat terjadi diantara sesama jenis atau antar spesies yang sama (intraspesific competition), dan dapat pula terjadi diantara jenis-jenis yang berbeda (interspesific competition). Persaingan sesama jenis pada umumnya terjadi lebih awal dan menimbulkan pengaruh yang lebih buruk dibandingkan persaingan yang terjadi antar jenis yang berbeda. Sarana pertumbuhan yang sering menjadi pembatas dan menyebabkan terjadinya persaingan diantaranya air, cahaya, nutrisi dan ruang.
Ruang merupakan factor yang penting dalam persaingan antar spesies karena ruang sebagai tempat hidup dan sumber nutrisi bagi tumbuhan. Ruang yang besar dapat menyebabkan tingginya tingkat persaingan. Faktor utama yang memengaruhi persaingan antar jenis tanaman yang sama diantaranya adalah kerapatan.
Pengaruh kerapatan tanaman terhadap diameter dan tinggi tanaman yaitu semakin besar kerapatan tanaman maka semakin kecil diameter dan tinggi tanaman dan semakin kecil kerapatan tanaman maka semakin besar diameter dan tinggi tanaman yang ada. Hal ini disebabkan karena kerapatan yang besar berarti jumlah tanaman sejenis banyak tumbuh di ruang sempit, saling berkompetisi untuk mendapatkan air, dan nutrisi yang jumlahnya terbatas.

  1. Nutrisi
Nutrisi terdiri atas unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia sebagai sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan. Nutrisi umumnya diambil dari dalam tanah dalam bentuk ion dan kation, sebagian lagi diambil dari udara. Unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak disebut unsur makro (C, H, O, N, P, K, S, Ca, Fe, Mg). Adapun unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (B, Mn, Mo, Zn, Cu, Cl). Jika salah satu kebutuhan unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi, akan mengakibatkan kekurangan unsur yang disebut defisiensi.  Defisiensi mengakibatkan pertumbuhan menjadi terhambat.

2.      Faktor Biotik
Faktor biotik adalah faktor yang berpengaruh menguntungkan atau merugikan
yang disebabkan oleh tanaman lain dan hewan pada tanaman pertanian seperti  Hama, penyakit dan gulma
Hama, penyakit dan gulma merupakan factor lingkungan yang sangat menentukan tingkat dan kualitas hasil tanaman dan bahkan dapat menyebabkan gagalnya panen. Didaerah tropis kerugian hasil sebagai akibat serangan hama dan penyakit pada umumnya lebih besar daripada daerah sub tropis, karena kondisi iklim di tropis yang lembab dan panas sangat menguntungkan bagi perkembangan dan penyebaran penyakit.
  1. Hama 
Hama tanaman dapat didefenisikan sebagai binatang yang memakan tanaman dan secara ekonomis merugikan. Dari keseluruhan hama tanaman, klas Insecta merupakan bagian yang terbesar. Insecta merupakan hama tanaman yang sangat mudah berpindah dan mempunyai daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan baru. Selain itu insecta cepat berkembang biak, apalagi pada kondisi yang menguntungkan. Hama tanaman dapat dikendalikan dengan berbagai cara, antara lain penggunaan varietas resisten, kultur teknis dan pengendalian secara kimiawi.
  1. Penyakit Tanaman
Penyakit tanaman adalah gangguan tanaman yang disebabkan oleh virus, bakteri atau cendawan. Ketiga macam organisme penyebab penyakit tersebut mempunyai sifat-sifat yang spesifik, demikian pula gangguannya terhadap tanaman. Virus merupakan bentuk organisme yang paling sederhana diantara bakteri dan cendawan. Virus merupakan organisme yang non mobil dan masuk ke dalam sel tanaman melalui perantara serangga atau manusia.
Penyakit bakteri dapat menyebar luas melalui bagian tanaman yang terinfeksi dengan perantara serangga, atau dapat juga menyebar melalui perantara air hujan dan air irigasi. Penyakit cendawan menyerang tanaman dengan berbagai cara. Infeksi langsung dapat terjadi pada bahan tanam, baik terhadap benih maupun bibit. Infeksi tidak langsung biasanya terjadi melalui perantara angin (yang membawa terbang spora cendawan), air (air dalam tanah atau air irigasi dan percikan air hujan) serta partikel tanah yang terbawa oleh alat pengolah tanah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit adalah kelembaban udara yang tinggi, kondisi tanaman, sifat pathogen, keberhasilan infeksi, tingkat populasi dan perkembangan vector serta resistensi genetic tanaman.
Mengingat bahwa pada beberapa penyakit menyebar begitu cepat dan sulitnya pemberantasan bila infeksi terjadi, maka tindakan yang paling tepat adalah mencegah terjadinya infeksi daripada membasmi penyakit yang telah menyerang tanaman. Bahan-bahan kimia pembunuh penyakit harganya mahal dan meninggalkan residu yang dapat merusak lingkungan. Penggunaan pestisida juga menyebabkan organisme pengganggu menjadi resisten, sehingga sulit diberantas dengan pestisida yang sama. Selain itu penggunaan pestisida dapat membunuh serangga dan organisme lain yang menguntungkan.
Ada beberapa cara perlindungan tanaman terhadap penyakit, yaitu :
(1) Imunisasi (kekebalan tanaman) yang dapat diperoleh dengan penggunaan varietas resisten,
(2). Kemoterapi dengan menggunakan fungisida, dan
(3). Propilaktik dengan cara pencegahan (proteksi), legislasi dan eradikasi.

  1. Gulma
Gulma berpengaruh kepada tanaman melalui persaingannya terhadap cahaya, nutrisi dan air. Selain itu gulma juga merugikan karena mengganggu operasi alat-alat pertanian dan sebagai inang hama dan penyakit. Di lain pihak, gulma dapat saja menguntungkan karena dapat sebagai penahan erosi pada tanah miring dan bergelombang serta sebagai penyumbang bahan organic tanah pada tanah miskin. Namun demikian, secara keseluruhan gulma dapat dinyatakan sebagai organisme yang merugikan tanaman, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Cara mengendalikan gulma dapat dipilih dari beberapa cara pengendalian yang ada dengan mempertimbangkan efektivitas, efisiensi serta aman bagi manusia, hewan dan lingkungan. Cara pengendalian gulma tersebut adalah dengan pencabutan, rotasi tanaman, pengolahan tanah dan secara kimiawi.



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat Disimpulkan bahwa Tumbuhan dan lingkungan mempunyai hubungan yang sinergis, keduanya terjadi hubungan timbal balik Faktor lingkungan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, termasuk di dalamnya factor biotic dan abiotik serta factor pengelolaan yang dilakukan oleh manusiatanaman tumbuh tidak lepas dari factor Abiotik dan factor biotic. 
            Faktor abiotic yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yaitu iklim (unsur – unsur iklim seperti cahaya, angin, kelembaban, dan suhu), tanah, air, nutrisi dan ruang.
Faktor biotik adalah faktor yang berpengaruh menguntungkan atau merugikan
yang disebabkan oleh tanaman lain dan hewan pada tanaman pertanian seperti  Hama, penyakit dan gulma


3.2  Saran
Gunakan lah isi makalah ini dengan baik dan utamakan pelestarian alam dalam penanganan perkembangan dan pertumbuhan tanaman agar factor-faktor abiotic maupun biotic yang dibutuhkan tanaman dapat terjaga dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA

Yonny, 2011. Faktor Lingkungan Dan Pertumbuhan Tanaman. Diunduh dari

(diakses pada 17 sep 2015)

Anina, 2012. Ekologi Tumbuhan - Faktor Lingkungan. Di unduh dari

(diakses pada 17 sep 2015)

Cucan, 2011 Tumbuhan Dalam Lingkungan. Diunduh dari

(diakses pada 17 sep 2015)


s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar