Jumat, 03 Februari 2017

LAPORAN PRAKTEK LAPANG DASAR-DASAR AGRONOMI TEKNIK BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK DI PAAL MERAH KOTA JAMBI



LAPORAN PRAKTEK LAPANG DASAR-DASAR AGRONOMI
TEKNIK BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK DI PAAL MERAH
KOTA JAMBI
Disusun Oleh:
MEIDA PANE (D1B014025)

DOSEN PRNGAMPU
Dr. Ir. AHMAD RIDUAN, M.Si
Ir. SARMAN S, M.P.
Dr. Ir. RAINIYATI, M.Si

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Mata kuliah Dasar-Dasar Agronomi adalah mata kuliah yang berisikan prinsip-prinsip dasar pengusahaan tanaman, pengenalan faktor-faktor produksi dan pengaruhnya terhadap tumbuhan tanaman. Kegiatan praktikum diselenggarakan sebagai sarana untuk melengkapi dan mendukung pemahaman teori yang diberikan dalam perkuliahan. 
Istilah umum pertanian berarti kegiatan menanami tanah dengan tanaman yang nantinya menghasilkan sesuatu yang dapat dipanen, dan kegiatan pertanian merupakan campur tangan manusia terhadap tetumbuhan asli dan daur hidupnya.
Dalam pertanian modern campur tangan ini semakin jauh dalam bentuk masukan bahan kimia pertanian, termasuk: pupuk kimia, pestisida dan bahan pembenah tanah lainnya. Bahan-bahan tersebut mempunyai peranan yang cukup besar dalam meningkatkan produksi tanaman.
Dalam perkembangan produksi pertanian yang ada saat ini adalah pertanian intensif dengan menggunakan bahan-bahan kimia seperti pemberian pupuk kimia. Hal ini terjadi dengan alasan akan semakin meningkatkan produksi pertanian dengan waktu yang lebih maksimal. Padahal adakalanya tidak meningkatkan produksi pertanian yang disebabkan oleh degradasi kesuburan lahan pertanian karena pemberian jenis pupuk dan dosis yang tidak rasional. Degradasi kesuburan tanah ini dapat dilihat dari rendahnya kandungan bahan organik dan unsure hara yang ada di dalam tanah. Sehingga membuat sifat fisik, kimia dan biologi tanah menjadi kurang baik.
Hal ini tidak dapat dibiarkan dan diperlukan langkah yang lebih nyata agar dapat terus mempertahankan produksi pangan yang ada. Dalam hal ini munculah sistem pertanian organik, Sejak tahun 1990, isu pertanian organik mulai berhembus keras di dunia. Sejak saat itu mulai bermunculan berbagai organisasi dan perusahaan yang memproduksi produk organik.
Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan.
Program Dinas Pertanian Kota Jambi mengembangkan pertanian organik terutama untuk komoditi sayuran. Sayuran merupakan bahan pangan yang berasal dari tumbuhan dengan kadar air dan serat yang tinggi. Sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Di negara kita Indonesia yang merupakan daerah beriklim tropis, disini kita dapat membudidayakan tanaman sayuran sepanjang tahun karena tersedianya sinar matahari yang cukup. Tanaman sayuran dapat tumbuh dengan baik di berbagai daerah di Indonesia.
Pengembangan pertanian organik terutama untuk komoditi sayuran selaras, dengan meningkatnya kemajuan pembangunan Kota Jambi sebagai Pemerintahan Kota dan Ibukota Provinsi Jambi yang diindikasikan dengan peningkatan jumlah penduduk dan pendapatan masyarakat semakin baik. Sejalan dengan Program tersebut, Prima Tani yang secara langsung menerapkan konsep baru diseminasi di wilayah sentra produksi berdasarkan kesesuaian agroekosistem dan kebutuhan inovasi teknologi oleh petani. Tujuan pengkajian untuk mengetahui teknologi budidaya dan analisis komparatif usahatani sayuran ditingkat petani. Pengkajian dilaksanakan pada kawasan Prima Tani Kelurahaan Paal Merah Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi, pada tiga kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan “Pandu Tani”. (Anonim,2009)
Salah satu ketua Gapoktan di Paal Merah Kota Jambi adalah pak Asrori yang mengembangkan pertanian organik pada komoditi sayuran. Ada beberapa komoditi sayuran yang umum di budidayakan petani yaitu : kangkung, bayam, selada, seledri, kemangi, kacang panjang dan pakchoi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa, teknologi budidaya sayuran ditingkat petani telah menggunakan pupuk organik, sedikit pupuk kimia sebagai starter dan sebagian petani sudah menggunakan pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit.
Pertanian organik ini dapat membawa keuntungan besar bagi para petani sayur. Contohnya pada pupuk organik yang telah diperkenalkan pada tahun 2003 oleh kelompok tani sayur di Paal Merah telah mendapat sertifikasi dari Padang. Pada Era tahun 2012 ada perubahan sertifikasi yang mengatasnakan orang- perorang yang dulunya perkelompok.
Melalui praktik Lapang ini mahasiswa  diharapkan akan memperoleh pengetahuan tentang melakukan kegiatan mulai dari pengenalan tanaman, prinsip-prinsip penggunaan sarana produksi (benih, pupuk, pestisida), penanaman benih, pembibitan tanaman, pemeliharaan tanaman yang meliputi penyulaman, penyiraman, pemupukan, pengendalian hama penyakit dan pengendalian gulma serta pemanenan secara organik. Memperoleh wawasan kegiatan budidaya sebagai salah satu subsistem dari sistem agribisnis.

1.2 Tujuan Praktikum
1.      Untuk mengetahui dan mempelajari teknik-teknik budidaya tanaman organik.
2.      Untuk mengetahui teknik budidaya sayur di Paal Merah Kota Jambi





BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Defenisi budidaya
Usaha Budidaya Tanaman adalah serangkaian kegiatan pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam nabati melalui upaya manusia yang dengan modal, teknologi, dan sumber daya lainnya menghasilkan barang guna memenuhi kebutuhan manusia secara lebih baik. (Anonim,2010)
Pelaku Usaha Budidaya Tanaman yang selanjutnya disebut pelaku usaha adalah perorangan warga negara Indonesia atau badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia yang mengelola usaha budidaya tanaman.
2.2 Pengertian Pertanian Organik
Ada dua pemahaman tentang pertanian organik yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Pertanian organik dalam artian sempit yaitu pertanian yang bebas dari bahan – bahan kimia. Mulai dari perlakuan untuk mendapatkan benih, penggunaan pupuk, pengendalian hama dan penyakit sampai perlakuan pascapanen tidak sedikiti pun melibatkan zat kimia, semua harus bahan hayati, alami. Sedangkan pertanian organik dalam arti yang luas, adalah sistem produksi pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami dan menghindari atau membatasi penggunaan bahan kimia sintetis (pupuk kimia/pabrik, pestisida, herbisida, zat pengatur tumbuh dan aditif pakan). Dengan tujuan untuk menyediakan produk – produk pertanian (terutama bahan pangan) yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumen serta menjaga keseimbangan lingkungan dengan menjaga siklus alaminya.
Konsep awal pertanian organik yang ideal adalah menggunakan seluruh input yang berasal dari dalam pertanian organik itu sendiri, dan dijaga hanya minimal sekali input dari luar atau sangat dibatasi. (FG Winarno 2002 dalam Prawira,2007)


2.3 Prinsip- Prinsip Pertanian Organik
Pertanian organik merupakan jawaban atas revolusi hijau yang digalakkan pada tahun 1960-an dalam rangka peningkatan produksi pangan telah menyebabkan berkurangnya kesuburan tanah dan kerusakan lingkungan sebagai akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang kurang mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.  Eksploitasi lahan sawah secara intensif yang berlangsung secara terus menerus dan berlangsung bertahun-tahun telah mengakibatkan penurunan kesuburan dan sifat fisik maupun kimia tanah.  Pemberian pupuk kimia (anorganik) secara terus menerus untuk  mengejar tingkat produktivitas, tanpa diimbangi dengan upaya-upaya memperbaiki kondisi fisik tanah melalui penambahan bahan organik menyebabkan kandungan bahan organik tanah menurun, tanah menjadi kompak, kerusakan struktur tanah dan aerasi tanah berkurang yang mengakibatkan penurunan kemampuan tanah dalam menyimpan dan melepaskan hara dan air bagi tanaman sehingga mengurangi efisiensi penggunaan pupuk dan air irigasi, dan kondisi ini dikenal sebagai tanah sakit. (Simantri,2014)
Pertanian organik sebenarnya sudah sejak lama dikenal, sejak ilmu bercocok tanam dikenal manusia, dimana semuanya dilakukan secara tradisional dengan menggunakan bahan-bahan alamiah.  Pertanian organik modern didefinisikan sebagai sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintettis.  Pertanian organik adalah sistem pertanian yang holistic yang mendukung dan mempercepat biodiversity, siklus biologi dan aktivitas biologi tanah.  Filosofi pertanian organik sesungguhnya merupakan himbauan moral untuk berbuat kebajikan pada lingkungan sumberdaya alam dalam melakukan praktek pertanian dengan mempertimbangkan 3 (tiga) aspek, yaitu :
a.      Aspek Ekonomi.
Dalam sistem pertanian organik, selalu mempertimbangkan efisiensi terhdap penggunaan sumberdaya, efisiensi terhadap penggunaan bahan input eksternal, meminimalkan biaya pengobatan dan meningkatkan pendapatan/nilai tambah.



b.      Aspek Ekologi
Dalam usahatani organik, selalu diupayakan semaksimal mungkin memanfaatkan input lokal, meminimalkan polusi dari proses kegiatan produksi, memperbaiki tekstur dan kesuburan tanah, menyeimbangkan keanekaragaman biologi, mengedepankan usahataniberkelanjutan, konservasi sumberdaya alam dan berupaya menjaga keseimbangan ekosistem.
c.       Aspek Sosial.
Dalam usahatani organik selalu berupaya meningkatkan kepekaan yang lebih baik terhadap lingkungan, penghargaan terhadap budaya lokal, pemenuhan kebutuhan produk yang sehat dan aman dikonsumsi, mengutamakan lingkungan kerja yang aman dan sehat serta menjaga keharmonisan sosial di pedesaan.
Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumen serta tidak merusak lingkungan.  Dalam prakteknya pertanian organik dilakukan dengan cara, antara lain :
  1. Menghindari penggunaan benih/bibit hasil rekayasa genetika (GMO = Genetikally  Modified Organisme).
  2. Menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis, pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis, rotasi tanaman dan menggunakan pestisida organik.
  3. Menghindari penggunaan  zat pengatur tumbuh (growth regulator) dan pupuk kimia sintetis.  Kesuburan dan produktivitas tanah ditingkatkan dan dipelihara dengan menambah residu tanaman,  pupuk kandang dan bantuan mineral alami, serta penanaman legum dan rotasi tanaman.
  4. Menghindari penggunaan hormon tumbuhan dan bahan aditif sintetis dalam makanan ternak.
Sesuai dengan definisi dan tujuan dari pelaksanaan pertanian organik, maka dalam pengelolaan  pertanian organik harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
  1. Prinsip kesehatan : pertanian organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan dan manusia serta Bumi sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.
  2. Prinsip ekologi : pertanian organik harus didasarkan pada sistem dan siklus ekologi kehidupan, bekerja, meniru dan berusaha memelihara sistem dan siklun ekologi kehidupan.  Prinsip ekologi meletakkan pertanian organik dalam sistem ekologi kehidupan, dimana produksi didasarkan atas proses dan daur ulang ekologis.  Siklus ini bersifat universal tetapi dalam opersionalnya bersifat lokal sepesifik.
  3. Prinsip keadilan : pertanian organik harus membangun hubungan yang mampu menjamin keadilan terkait dengan lingkungan dan kesempatan hidup bersama.
  4. Prinsip perlindungan : pertanian organik harus dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan  dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang serta lingkungan hidup.
2.4  Kelebihan dan Kekurangan Pertanian Organik
Sistem pertanian organik mempunyai kelebihan antara lain: tidak  menggunakan  pupuk  maupun  pestisida  kimia,  sehingga.tidak  menimbulkan  pencemaran lingkungan,  baik  pencemaran tanah,  air,  maupun  udara,  serta produknya tidak mengandung racun; tanaman organik mempunyai rasa yang lebih manis dibandingkan tanaman non-organik; dan harga jual produk tanaman organik lebih mahal.
Sedangkan kekurangan dari sistem pertanian organik antara lain: kebutuhan tenaga kerja lebih banyak, terutama untuk    pengendalian hama dan penyakit karena pada umumnya pengendalian hama dan penyakit masih dilakukan secara manual sehingga apabila menggunakan pestisida alami, maka perlu dibuat sendiri karena pestisida ini belum ada di pasaran; dan penampilan fisik tanaman  organik kurang  bagus (misalnya berukuran lebih kecil dan daun  berlubang-lubang) dibandingkan dengan tanaman yang dipelihara secara non-organik.
Sehingga, dalam bercocok tanam perlu diperhatikan seperti varietas, teknologi bercocok tanam hingga aspek – aspek produksi pertanian lainnya. Dengan demikian, pertanian organik merupakan suatu teknologi yang  pada  penerapannya  kita  menyesuaikan  dengan lingkungan, agar ekosistem tetap berjalan seperti apa adanya secara alami tanpa harus memutuskan salah satu mata rantai makhluk hidup.
Lahan yang digunakan untuk produksi pertanian organik harus bebas dari bahan kimia sintetis (pupuk dan pestisida). Terdapat dua pilihan lahan: (1) lahan pertanian yang baru dibuka atau, (2) lahan pertanian intensif yang telah dikonversi menjadi lahan pertanian organik. Lama masa konversi tergantung sejarah penggunaan lahan, pupuk, pestisida, dan jenis tanaman. (Aldi,2012)

2.5 Tanaman Sayur
Sayuran merupakan bahan pangan yang berasal dari tumbuhan dengan kadar air dan serat yang tinggi. Sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayuran adalah semua jenis tanaman atau bagian tanaman yang bisa diolah menjadi makanan. Beberapa jenis sayuran bisa dimakan begitu saja atau secara mentah sedangkan sebagian lainnya hanya bisa dikonsumsi setelah dimasak terlebih dahulu. Makanan ini mengandung banyak nutrisi penting untuk kesehatan tubuh seperti karbohidrat, garam, mineral, vitamin, lemak, protein, dll.(Polapelo,2012)
Sayuran dapat dikategorikan menjadi delapan jenis berdasarkan bagian tubuh tumbuhan yang digunakan sebagai makanan oleh manusia, yaitu sebagai berikut:
a.       Bunga (Flower Vegetables)
Bagian tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai sayur adalah bagian bunganya. Sayuran bunga berkualitas baik adalah kembang atau bunga dengan susunan kompak, memiliki warna segar atau cerah, ukurannya besar, serta tidak terdapat cacat atau bekas digigit hama. Beberapa contoh bunga tumbuhan untuk sayuran adalah bunga kol, brokoli, dan bunga turi.

b.      Buah (Fruit Vegetables)
Untuk jenis sayuran ini, bagian yang dimanfaatkan sebagai sayur adalah pada buahnya. Sayuran buah berkualitas bagus adalah buah dengan tingkat umur cukup atau tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Buah sebaiknya segar dan memiliki warna cerah. Selain itu, buah berkualitas baik memiliki ukuran besar dan tidak ada bagian yang busuk atau rusak. Beberapa contoh jenis sayuran buah adalah tomat, cabai, jipang, oyong, terong, timun, paprika.
c.       Polong (Legume Vegetables)
Sayuran polong adalah jenis tanaman yang dimanfaatkan untuk dikonsumsi di bagian polongnya. Walaupun begitu, beberapa jenis sayur tersebut kulitnya juga bisa ikut dikonsumsi. Sayur polong berkualitas bagus umurnya tidak tua, benjolan bijinya belum nampak, serta kulit buahnya masih lurus. Selain itu warna buahnya terlihat segar dan tidak ada bagian yang rusak. Contoh sayur jenis polong adalah buncis, kacang panjang, kapri, kedelai dan kacang merah.
d.      Daun (Leaf Vegetables)
Jenis sayuran ini bagian yang dapat dikonsumsi adalah bagian daunnya. Daun berkualitas bagus adalah bagian daunnya utuh, tidak berlubang, dan tidak busuk. Pilihlah bagian batang dan daun berwarna segar dan masih muda. Selain itu bagian daunnya juga sebaiknya kompak dan lebar. Contoh sayur-sayuran daun di antaranya adalah bayam, kubis, kol, sawi, lettuce, kangkung, daun bawang.
e.       Batang (Stem Vegetables)
Jenis sayuran ini, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan atau dikonsumsi adalah bagian batangnya. Saat memilih stem vegetables, sebaiknya pilihlah batang yang masih muda, berwarna muda dan cerah, dan tidak ada cacat atau busuk. Beberapa contoh stem vegetables di antaranya adalah rebung, asparagus, adas, kecambah, batang seledri, paku, dan artichoke.
f.       Umbi (Root Vegetables)
Root vegetables adalah sayuran berupa umbi-umbian. Umbi itu sendiri adalah akar yang menggembung. Jenis sayuran ini biasanya banyak mengandung karbohidrat. Walaupun demikian di dalamnya juga masih terdapat berbagai nutrisi penting lainnya. Saat memilih root vegetables, piluhlah umbih yang cukup umur dan ukurannya besar. Selain itu, pastikan tidak tumbuh tunas dan bagian luarnya tidak ada yang membusuk atau digigit hama. Beberapa contoh root vegetables adalah kentang, wortel, ubi kayu, ubi jalar, lobak, radish, bit, dan talas.
g.      Umbi lapis (Bulb Vegetables)
Jenis sayuran ini sebenarnya hampir sama dengan root vegetables. Yang membedakan adalah struktur umbinya yang berlapis-lapis. Bulb vegetables yang bagus memiliki lapisan umbi yang tebal dan berukuran besar. Selain itu, pilih yang sudah berumur, tidak busuk, dan tidak ada bagian yang rusak baik karena digigit hama atau karena faktor lainnya. Contoh bulb vegetables adalah bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay.





BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Metoda Budidaya Pertanian Organik
Praktikum ini dilakukan di kebun Pak Asrori yang bertempat di Paal Merah, Kota Jambi. Adapun jenis komiditi yang di budidayakan antara lain , Kangkung, Bayam Putih, Bayam Kujang/hijau,  Seledri, Sawi , Sawi Pakcoy, cabe  dan Selada. Adapun yang akan dibahas adalah teknik budidaya pertanian oraganik yang meliputi, Pra Pengolahan lahan, Pengolahan Lahan atau Tanah, Penanaman, Pemiliharaan Tanaman , Upaya Peningkatan Produksi Tanaman , Panen dan Pasca panen.
3.1.1 Pra Pengolahan lahan
a.      Persiapan bibit/benih
Dalam menentukan benih berkualitas dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu :
·         Fisik (Ukuran benih seragam, Bebas jamur/hama gudang, Daya kecambah baik)
·         Morfologis (sifat yang khas,tanaman seragam, tahan cekaman lingkungan)
·         Pertumbuhan  (Pertumbuhan awal/vigor kokoh, Tahan hama dan penyakit, Tanggap terhadap pemupukan, Tahan rebah karena memiliki perakaran yang kuat)
b.      Seleksi bibit/benih
Pemilihan benih dapat dilakukan dengan cara :
·         Siapkan air atau air hangat secukupnya
·         Masukkan benih ke dalam air atau air hangat.
·         Benih yang tenggelam merupakan benih yang baik, yang terapung silahkan dibuang.
c.       Pelaksanaan penyemaian
Pada tanaman tertentu membutuhkan pembibitan sebelum ditanam di lahan. Penyemaian dapat dilakukan  di bedengan . Persemaian dengan bedengan dilakukan dengan cara mengolah tanah sampai gembur. Buatlah bedengan dengan lebar 1 meter, tinggi dan panjang menyesuaikan. Jarak antar bedengan selebar 50 cm. Setelah itu berilah pupuk kandang dengan takaran 2 kg/m2 dan campurlah dengan cara diolah atau dicangkul. Bedengan kemudian diratakan dan dibuat alur atau garitan dengan kedalaman 1 cm dan jarak antar galur 5-10 cm tergantung jenis tanamannya. Biji ditabur pada alur/garitan.
d.      Pemeliharaan di persemaian
Setelah benih disebar merata, ditutup dengan media, tipis saja. Peti kemudian ditutup rapat dengan karung/plastik/kain basah agar kelembabannya terjaga. Tiga hari kemudian penutupnya dibuka, pada saat ini biasanya benih sudah mulai tumbuh. pemeliharaan berupa penyirman secara rutin sampai benih siap tanam. Pada tanaman sayuran umur bibit kurang lebi 3-5 minggu atau dengan indicator bibit telah memiliki 4-6 daun. Pada musim penghujan sebaiknya diberi sungkup plastik.

3.1.2        Pengolahan Lahan/Tanah
a.      Pembersihan Lahan
Pembersihan lahan dilakukan dengan membuang atau mengingkirkan sisa-sisa tanaman atau gulma. Pembersihan lahan dapat dilakukan secara mekanis atau kimiawi. Pembersihan secara mekanis dilakukan dengan parang atau alat lain. Sedangkan pembersihan secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan herbisida pada gulma.
b.      Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah merupakan upaya mengubah kondisi lahan dengan menggunakan peralatan, sehingga diperoleh kondisi tanah yang sesuai bagi tanaman.
Dalam budidaya faktor utama yang perlu diketahui adalah kondisi lahan (pH tanah), karena pH merupakan factor penunjang keberhasilan dari usah tani. Tanaman bias tumbuh denagn pH apapun, tetapi perkembanagnnya sangat dipengaruhi dengan pH (5-7 pH standar bagi tanaman). Lahan yang kekuranagan pH dinetralkan dengan penambahan kapur dolamit pada tanah.
Pengolahan tanah yang dilkukan Pak Asrori masih dengan cara tradisional yaitu masih menggunakan alat-alat tradisional seperti cangkul dan penggarap tanah (garu). Sebelum penggarapan dilakukan terlebih dahulu disebarkan pupuk kandang di atas tanah agar pada waktu pengolahan, tanah tercampur dengan pupuk tersebut yang akan memperbaiki struktur tanah dan menambah ketersedian unsure hara di dalam tanah.
Pengolahan tanah memberikan manfaat bagi tanaman yang terdiri :
·         Memperbaiki struktur atau kegemburan tanah
·         Memperbaiki komposisi udara, air dan padatan tanah
·         Memperbaiki aktivitas organisme tanah
·         Mengendalikan pertumbuhan gulma
·         Mematikan hama dan penyakit yang bersumber dari tanah.
c.       Pencangkulan dan Penggamburan Tanah
Pengolahan tanah seluruh permukaan dilakukan dengan cara :
·         Tanah dicangkul atau dibajak pada seluruh permukaan tanah sedalam ± 20 -30 cm
·         Tanah olahan dikeringkan selama 1 minggu.
·         Tanah diolah kembali dengan membuang sisa-sisa akar gulma dan tanah digemburkan.
·          Selanjutnya tanah dibuat bedengan dengan panjang 110 cm dan tinggi 30-35 cm.
Jika tergenang air, bedengan dapat dibuat lebih tinggi
d.      Pembuatan Petak Tanam Dan Pemberian Pupuk Dasar
Pembuatan petak dilakukan dengan :
·         Tentukan jarak tanam, kemudian buatlah petak-petak tanaman.
·         Pada bagian pinggir sepanjang baris dilakukan pengemburan tanah.
·          Pada barisan ditambahkan pupuk kandang, kemudian dicampur merata
·          Selanjutnya tanah campuran didiamkan selama 1 minggu



3.1.3        Penanaman
a.      Pembuatan Ajir
Pengajiran sangat penting dilakukan dalam pembukaan lahan, tujuan atau fungsi pengajiran ini yakni untuk mendapatkan tanaman yang rapi, barisan yang rapi lurus. Baik pada lahan datar atau pun miring. Inilah cara yang dilakukan agar memudahkan penanaman dalam area yang miring dan tidak rata. Dengan adanya ajir,maka tanaman akan dibuat lurus dengan 1 titik Ajir Induk.Mempermudah kita dalam merawat tanaman, mengatur cahaya yang masuk apakah sudah cukup/atau akan saling terlindungi karena daun atau tajuk tanaman sudah bertemu .
b.      Penentuan Jarak Tanam
Pengaturan jarak tanam untuk tanaman sangat diperlukan agar setiap individu tanaman dapat memanfaatkan semua faktor lingkungan tumbuhnya dengan optimal, sehingga didapatkan tanaman yang tumbuh dengan subur dan seragam yang akhirnya produksi dapat dicapai secara optimal. Jarak tanam mempengaruhi populasi tanaman, efisiensi penggunaan cahaya, perkembangan hama penyakit dan kompetisi antara tanaman dalam penggunaan air dan unsur hara.
Berbagai  pola  pengaturan  jarak  tanam  telah  dilakukan  guna mendapatkan  produksi yang  optimal.  Penggunaan  jarak  tanam  pada  tanaman  sayuran dipandang  perlu,  karena untuk  mendapatkan  pertumbuhan  tanaman  yang  seragam,  distribusi  unsur  hara  yang merata,  efektivitas  penggunaan  lahan,  memudahkan  pemeliharaan,  menekan  pada perkembangan  hama  dan  penyakit  juga  untuk  mengetahui  berapa  banyak  benih  yang diperlukan pada saat penanaman. Penggunaan  jarak  tanam  yang  terlalu  rapat  antara  daun  sesama  tanaman  saling menutupi akibatnya pertumbuhan tanaman akan  tinggi memanjang karena bersaing dalammendapatkan cahaya sehingga akan menghambat proses fotosentesis dan produksi tanaman tidak optimal.
c.       Penentuan Lobang Tanam
Manajemen lubang tanam dimulai dengan memodifikasi ruang tumbuh akar pada awal pertumbuhan tanaman dengan menyediakan ruang tumbuh yang ideal, khususnya bagi pertumbuhan akar. Bibit yang ditanam umumnya adalah bibit yang berukuran kecil, kurang dari 1,5 meter bahkan ukurannya bisa lebih kecil lagi, hanya 0,5 meter. Pembuatan lubang pada media tanam biasanya 5-10 cm.
d.      Cara/ Teknik Penanaman
Penanaman komoditas sayuran dapat dibedakan menjadi tiga yaitu lahan beririgasi, lahan sawah dan lahan kering. Penanaman sayuran umumnya pada musim marengan dan musim kemarau. Namun jika penanaman mengikuti pola ini, maka akan terjadi produksi yang melimpah, harga jatuh. Disarankan untuk dilakukan penanaman pada musim penghujan untuk memperoleh harga yang tinggi. Penanaman dapat dilakukan jika bibit umur 2-3 minggu setelah semai atau telah berdaun 3-4 helai, dipindahkan pada lubang tanam yang telah disediakan dengan jarak tanam tertentu.
Pemindahan bibit dan penanaman dilakukan dengan tepat cara, tepat sarana dan tepat waktu. Pemindahan bibit dan penanaman dimaksudkan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan juga agar perawatan dan pemeliharaan tanaman bisa lebih mudah. Hal ini juga dimaksudkan agar kompetisi antar tanaman bisa ditekan dengan cara penempatan jarak tanam yang sesuai.
e.       Pemupukan awal
Untuk budidaya sayuran organik, siapkan pupuk dasar dari jenis pupuk organik, bisa menggunakan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos. Pupuk kandang lebih praktis karena tidak perlu menyiapkannya secara intensif, cukup mendiamkannya hingga kering sebelum digunakan. Sementara penyiapan pupuk kompos relatif lebih lama. Pemberian pupuk awal pada tanaman yaitu  Tebarkan pupuk tersebut di atas bedengan, kira-kira 20 kg per meter. Kemudian diamkan selama 2-3 hari.
f.       Penyiraman
Sehari setelah penanaman bibit, biasanya akan terdapat beberapa bibit yang layu sementara. Indikasi yang terlihat bukanlah hal yang dapat membahayakan tanaman asalkan bibit yang telah ditanam harus selalu di siram. Penyiraman harus dilakukan pada pagi dan sore hari. Penyiraman tanaman pada tahap ini tidak perlu banyak, hal ini dilakukan ungtuk menghindari adanay kemungkinan pembusukan akar yang diakibatkan karena permukaan tanah yang lembab. Penyiraman dapat dilakukan 5-6 hari berturut-turut.
3.1.4        Pemeliharaan tanaman
a.      Penyiraman / pembumbunan
Penyiangan dilakukan dengan menggunakan cara manual pencabutan langsung terhadap gulma dan bisa juga menggunakan parang pendek. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan gulma yang mengganggu tanaman. Gulma yang terdapat pada bedengan tanaman bisa mengganggu pertumbuhan tanaman  budidaya karena gulma bisa menjadi kompetitor yang kuat bagi tanaman budidaya.        
Pembumbunan dilakukan dengan cara sedikit menimbun bagian yang tertutupi tajuk tanaman. Hal ini dimaksudkan agar kekuatan akar menjadi lebih kuat dan pengikatan unsur hara oleh akar menjadi lebih baik. Pembumbunan biasa dilakukan pada tanaman berbatang agak keras seperti cabai.
b.      pemupukan
Pupuk susulan kedua menggunakan pupuk organic, baik cair maupun tidak. Pemupukan cukup dilakukan dua kali selama penanaman yaitu pemupukan dasar menggunakan pupuk organic dan pemupukan lanjutan menggunakan pupuk oraganik mauoun kimia dalam standar tertentu, bila di perlukan tergantng dari kondisi tanaman itu sendiri.  . pupuk organic  diberikan pada saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam.  Organic yang sama diulangi kembali pada saat tanaman berumur 25 hari setelah tanam.  Pemupukan dimaksudkan agar ketersedian unsure hara bagi tanaman tercukupi .
c.       Penempatan Pupuk
      Cara pemberian pupuk pada tanaman disesuaikan dengan bentuk pupuk dan jenis tanaman yang dipupuk. Pemberian pupuk agar bermanfaat bagi tanaman harus mempertimbangkan waktu dan cara pemberiannya. Penggunaan pupuk diharapkan mampu meningkatkan produksi secara optimal. Pemilihan cara pemupukan yang baik sangat tergantung pada jenis tanah, kadar lengas, daya fiksasi tanah terhadap hara, pengolahan,  jenis tanaman, sistem perakaran, kemampuan tanaman menyerap hara dan macam pupuk yang diberikan. Ada beberapa cara pemupukan yang dilakukan pada pak Asrori yaitu :
·         Cara disebar (broadcast), menunjuk pada penebaran terserap dari bahan secara merata pada permukaan tanah: biasanya dilakukan sebelum tanaman ditanamkan.
·         Pemberian pupuk cair,
Pupuk organic cair adalah laruran dari pembusukan bahan-bahan organic yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsure haranya lebih dari satu unsure. Kelebihan dari pupuk organic ini adalah dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara, dan mampu menyediakan hara secara cepat. Dibandingkan dengan pupuk cair anorganik, pupuk organic cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin. Pemeberian pupuk cair dilakukan sekali seminggu.

d.      Penyiraman
Penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman dan banyaknya curah hujan yang turun. Yang terpenting perlu dijaga adalah tanaman jangan sampai layu karena kekurangan air, karena hal ini akan berakibat fatal bagi hasilnya. Cara penyiramannya juga disesuaikan dengan jenis, umur,dan sifat tanaman tersebut.
·         Kebutuhan air tanaman
Kebutuhan air tanaman disesuaikan dengan jenis tanaman, umur umur tanaman ( biasanya tanaman yang baru ditanam sedikit membutuhkan air), musim, apa bila musim kemarau di siram 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari  dan apabila musim hujan disiram ketika tanah kelihatan kering.
·         Pengelolaan air
Dalam hubungan dengan produksi tanaman, air harus dikelola secara baik dan ekonomi. Ini menyangkut 1) irigasi, yaitu penambahan suplemen air, 2) drainase, yaitu pembuangan kelebihan air dan 3) konservasi, yaitu perlindungan sumber-sumber air.
e.       Pengendalian Hama dan Penyakit
Salah satu penyakit yang menyerang sayuran petani Paal Merah adalah Virus Kuning . Pembasmian Hama dan Penyakit  dilakukan dengan menggunakan pestisida hayati.  Interval menggunakan pestisida hayati bisa dilakukan seminggu 2 kali. Hal ini karena sifat pestisida hayati hanya mengusir hama bukan membunuh hama. Pestisida Organik berbasis pada keseimbangan ekosistem. Konsekuensinya semua organisme yang ada (termasuk hama) dipandang ikut berperan dalam proses keseimbangan tersebut. Dengan kata lain, tidak ada mahluk hidup yang tidak berguna. Yang diperlukan adalah mengendalikan hama/penyakit supaya tidak berada dalam jumlah berlebihan.
Penggunaan pestisida alami diperlukan sejauh kita tahu bahwa di lahan PO sedang terjadi ketidak seimbangan, yang terlihat pada munculnya gangguan hama/penyakit. Kadar pemakaiannya juga tergantung dari tingkat gangguan yang ada. Akan tetapi penggunaan pestisida kimia juga tidak dapat dielakan karena keadaan-keadaan tertentu, tetapi penggunaan pestisida kimia harus sesuai dengan ketetapan yang telah ada atau tidak berlebihan..
f.       Pemangkasan
Pada tanaman sayur pemangkasan jarang dilakukan. Pemangkasan pada sayurbiasanya pada daun yang terkena penyakit.  Tanaman yang biasa dipangkas berupa pohon. Tanaman yang berupa perdu atau pohon umumnya perlu pemangkasan. Pemangkasan ini dimaksudkan antara lain untuk membentuk pohon, mengurangi daun, mempercepat pembuahan, meremajakan tanaman, dan lain-lain. Secara umum pemangkasan dilakukan dengan memotong cabang/ranting yang tumbuhnya tidak tepat, memotong tunas-tunas air, atau memotong ranting-ranting yang kena penyakit.
3.1.5        Upaya peningkatan produksi Tanaman
a.      Pola Tanam
Menetapkan pola tanam bertujuan untuk menyesuaikan waktu tanam dengan musim pada suatu sistem budidaya tanaman. Misalnya sistem budidaya tanaman di lahan kering, tadah hujan, pola tanam disesuaikan dengan pola curah hujan, sehingga diperoleh waktu tanam yang tepat. Waktu tanam yang tepat dapat mendukung pertumbuhan tanaman untuk mencapai hasil maksimal.     
Pola tanam yang digunakan Gapoktan Sayur Paal merah adalah Monokultur tanaman sayur bayam, sawi, kangkung, kacang panjang dan pola tanam  tumpang sari cabe dengan denagn selada.   
Keuntungan pola tanam, dapat diperoleh dengan menggunakan pola tanam yang tepat, keuntungan tersebut antara lain dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya yang ada. Intensitas penggunaan lahan meningkat, dengan memanfaatkan sumber daya lahan dan waktu lebih efisien, meningkatkan pula produktivitas lahan.
b.      Intensifikasi
Intensifikasi adalah usaha peningkatan produksi per satuan luas tertentu. Peningkatan produksi hanya dapat dicapai apabila diterapkan teknologi yang telah diuji keuntungannya. Untuk menginovasi teknologi ke tingkat petani dan petani bersedia menggunakannya, bukanlah suatu pekerjaan yang ringan, banyak faktor yang menjadi penghambat, misalnya pendidikan, ekonomi, kebudayaan dan lain-lain. Dalam usaha mensukseskan intensifikasi perlu di tata suatu pola intensifikasi.
Tujuan dilaksanakan intensifikasi pertanian adalah untuk meningkat produktifitas lahan usaha tani, meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan kesempatan kerja. Pelaksanaan intensifkasi dilakukan melalui tiga pendekatan yaitu pendekatan komoditas, pendekatan wilayah, dan pendekatan usahatani.



c.       Diversifikasi
Diversivikasi adalah usaha penganekaragaman jenis usaha atau tanaman pertanian untuk menghindari ketergantungan pada salah satu hasil pertanian. Diversifikasi pertanian ini dapat menghindarkan petani dari kemungkinan kelebihan produksi bila hanya bertanam secara monokultur. Kelebihan produksi dapat mengakibatkan masalah dalam pasca panen dan pemasaran yang akhirnya akan menurunkan harga jual komoditas tersebut. Keragaman tanaman yang dibudidayakan tergantung kepada ekosistem, usahatani, teknologi, dan pengetahuan petani. Ekosistem di Indonesia sangat beragam, sehingga usaha budidaya juga beragam.
d.      Ekstensifikasi
Ekstensifikasi adalah kegiatan memperluas lahan usahatani ke daerah usahatani baru dengan membuka areal potensial terutama di luar pulau Jawa. Kegiatan ekstensifikasi pada umumnya dikaitkan dengan usaha transmigrasi. Usaha peningkatan produksi pertanian melalui perluasan areal tanam dapat dilaksanakan baik di lahan kering maupun di lahan basah. Pembukaan lahan basah misalnya melalui pencetakan sawah baru, yaitu lahan basah yang secara potensial dapat dijadikan sawah (lahan pasang surut dan lahan lebak).
Di kebun sayur paal merah telah diterapkan intensifikasi penggunaan mesin seperti Alsintan, diversifikasi yang ditandai dengan tumpang sari antara tanaman cabe dan selada serta  ekstensifikasi telah diterapkan yang di tandai dengan pembukaan lahan baru di lahan kosong sebelah lahan yang telah ditanamani sayuran.
3.1.6        Panen dan Pasca Panen
a.      Panen
Penentuan saat panen yang tepat merupakan langkah awal dari upaya memperoleh kualitas hasil sayuran yang optimal. Waktu panen sayuran dapat ditentukan tidak hanya dengan melihat keadaan fisik tanaman namun juga dengan mempertimbangkan harga dan jarak dari kebun ke pasar yang dituju, misalnya untuk pasar yang dekat tomat dipanen pada saat matang ditandai dengan buahnya yang berwarna merah, namun untuk pasar yang jauh, tomat bisa dipanen ketika buahnya masak hijau
Panen sayuran sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari untuk mengurangi susut bobot akibat transpirasi yang diakibatkan panas sinar matahari. Setelah pemanenan dilakukan ‘curing’, yaitu menyimpan sayuran di tempat teduh untuk beberapa saat agar kalor akibat panas mataha[ri saat di lapang hilang.  Biasanya petani di paal merah memanen sayur pada sore hari , karena malam hari dilakuakn transaksi dengan pengepul dan paginya sayuran tersebut siap dipasarkan.
Dalam hal mempercepat hasil panen sayuran yang perlu dilakukan adalah meningkatkan budidaya sayuran mulai dari pra pengolahan lahan hingga panen. Panen sayuran dapat dilakukan secara manual dengan tangan yaitu dengan cara dipetik atau dengan bantuan alat misalnya pisau yang tajam. Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan yang menyebabkan sayuran cepat busuk. Wadah penampung hasil panen harus bersih dan tidak memiliki bagian yang tajam/runcing yang bisa melukai produk hasil panen sayuran.
Dengan kondisi sayuran yang di panen kita dapat memperkirakan hasil panen apakah meningkat ataupun menurun. Petani yang baik selalu mencatat semua hal yang terkait dengan usahataninya, terutama dalam kaitannya dengan semua ke­butuhan input. Prakiraan hasil panen untuk tanaman sayur-sayuran dan beberapa tanaman buah-buah tidak banyak bermanfaat karena pada jenis tanaman ini harga jual lebih banyak dipengaruhi oleh kualitas hasil panen dari pada kuantitasnya.
Kehilangan hasil di lapang dapat terjadi sebelum panen, sebagai akibat dari serangan hama dan penyakit, cuaca yang tdak menguntungkan atau karena saat panen yang terlambat. Sebagal contoh, karena keterlambatan panen kehilangan hasil banyak terjadi sebagai akibat terbawa angin atau jatuh ke tanah karena polong sudah pecah sebelum dipanen.
Besarnya kehilangan hasil pada saat panen bervariasi tergantung kepada jenis tanaman, kondisi lahan dan cara panen. Kehilangan panen pada tanaman ubi-ubian pada umumnya lebih besar dari pada tanaman biji-bijian
Kendala yang dialami gapoktan sayur Paal merah adalah musim hujan dan kemarau. Curah hujan yang terlalu deras dapat mengakibatkan lahan tergenang air yang mengakibatkan tanaman akan mati. Sedangkan kemarau yang berkepanjangan dapat mengakibatkan tanah menjadi kering dan tanaman sayur mengalami kekerdilan.
b.      Pasca panen
Setelah panen, sayuran memerlukan penanganan pasca panen yang bertujuan:
·         mempertahankan mutu produk sayuran agar tetap prima sampai ke tangan konsumen,
·         menekan kehilangan hasil karena kerusakan dan penyusutan,
·         memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai ekonomis sayuran.
Guna mencapai tujuan tersebut, penanganan pasca panen sayuran mengacu pada pedoman cara penanganan pasca panen yang baik.
Sayuran, seperti produk hortikultura lainnya, merupakan produk pertanian yang mudah busuk sehingga penanganannya mulai dari saat panen harus hati-hati agar kualitasnya dapat terjaga sampai ke tangan konsumen dan memperoleh harga jual yang tinggi. Bila telah dipanen, tidak ada perlakuan yang dapat meningkatkan kualitas hasil sayuran, yang dapat dilakukan adalah mempertahankan kualitas tersebut.

3.2  Budidaya Sayur Paal Merah Kota Jambi
Beberapa jenis sayur yang dibudidayakan pada oleh Gapoktan Sayur Paal Merah kota jambi yaitu:
1.      Selada
a.       Benih & Seleksi Benih            : 
dilakukan dengan cara menyiapka air hangat secukupnya dan memasukkan benih kedalamnya.Benih yang tenggelam merupakan benih yang baik, yang terapung silahkan dibuang.



b.      Seleksi bibit                             :
 Bibit yang diambil adalah benih yang besar. Dan penyortiran bibit dilakukan 2-3 kali
c.       Pengolahan lahan                   
lahan diolah terlebih dahulu dengan cangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. selanjutnya dibuat bedengan  dengan lebar  110 cm,  tinggi 30-35 cm dan panjang bedenagn sesuai keadaan lahan serta  jarak antar bedeng 30 cm.
d.      Persemaian                 
Benih disebar merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah dengan pupuk organik (1:1), kemudian ditutup jerami kering selama 2-3 hari. Sebaiknya bedengan persemaian diberi naungan/atap
e.       Penanaman                 
Setelah berumur 3-4 minggu atau  memiliki 4-5 helai daun tanaman dapat dipindahkan ke bedengan yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam 20 x 20 cm, tergantung varietas semakin tinggi varietas yang ditanam semakin lebar jarak tanamnya.
f.       Pemupukan                
Tiga hari sebelum tanam diberikan pupuk organik  dengan dosis 2-4 kg/m
Dua minggu setelah tanam lakukan pemupukan susulan yaitu pupuk kandang dan pupuk Urea 150 kg/ha (15 gr/m2) supaya pemberian pupuk lebih merata maka pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan disamping barisan tanaman. Selanjutnya dapat ditambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 10 dan 20 hari setelah tanam.
g.      Pemeliharaan              
Penyiraman dilakukan setiap hari yaitu pagi dan sore sampai tumbuhan tumbuh normal, kemudian di ulang sesuai kebutuhan. Bila tanaman mati segera di sulam. Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 10 hari.
h.      Pengendalian HPT     
Hama yang sering ditemui adalah ulat daun, belalang, dannyamuk kecil bila keadaan lembab. Pengendalian hama dapat dilakukan secara mekanik yaitu  dipungut dengan tangan, jika terpaksa gunakan pestisida yang aman mudah terurai, penyemprotan dilakukan 2x seminggu.
i.        Panen                         
Selada dapat dipanen setelah berumur 2 bulan setelah semai, dengan cara mencabut batang tanaman atau memotong pangkal batang.
Pemanenan dialkukan pad sore hari. Sayuran cepat layu sehingga untuk menjaga kualitasnya agar kelihatan tetap segar dan kualitasnya baik,segera setelah panen lakukan dengan merendam bagian akar tanaman dalam air dan pengiriman produk ketempat tujuan secepatnya.

2.      Sawi hijau,  sawi  pakcoy dan kemangi
a.       Benih & Seleksi Benih            : 
Kebutuhan benih 650 gr/ha, seleksi dilakukan dengan cara merendam benih pada air hangat dan membuang benih yang terapung. Sedangkan benih yang tenggelang digunakan untuk bibit.
b.      Seleksi bibit                 :
 Bibit yang diambil adalah benih yang besar. Dan penyortiran bibit dilakukan 2-3 kali
c.       Pengolahan lahan                    : 
lahan diolah terlebih dahulu dengan cangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. selanjutnya dibuat bedengan  dengan lebar 110 cm,  tinggi 30-35 cm dan dan panjang bedengan sesuai dengan keadaan lahan serta  jarak antar bedeng 30 cm.  Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomite 2-4 minggu sebelum tanam dengan dosis1,5 t/ha.
d.      Persemaian                  :
Untuk pakcoy Siapkan tempat persemaian, berupa bedengan dengan media semai setebal ± 7 cm.
Benih disebar merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah dengan pupuk organik kemudian ditutup alang-alang atau  jerami kering selama 2-3 hari. Sebaiknya bedengan persemaian diberi naungan/atap
e.       Pemupukan                
Tiga hari sebelum tanam diberikan pupuk organik ,Dua minggu setelah tanam lakukan pemupukan susulan yaitu pupuk kandang dan pupuk ,Selanjutnya dapat ditambahkan pupuk cair pada umur 10 dan 20 hari setelah tanam.
f.       Penanaman                 
·         Untuk sawi hijau, Setelah berumur 3-4 minggu atau  memiliki 4-5 helai daun, dipindahkan ke lubang tanam  bedengan yang sudah disediakan dengan jarak tanam 20 x 20 cm atau sistem baris dengan jarak 15x10 cm. Jika ada yang tidak tumbuh lakukan penyulaman, yaitu tindakan penggantian tanaman dengan tanaman baru
·         Untuk sawi pakcoy Bibit yang telah berumur ± 21 hari atau telah berdaun 3-4 helai, dipindahkan kebedengan yang telah disiapkan dengan jarak tanam 30 x 30 cm atau 30 x 25 cm.
g.      Pemeliharaan              
Penyiraman dilakukan setiap hari yaitu pagi dan sore sampai tumbuhan tumbuh normal, kemudian di ulang sesuai kebutuhan.
Dan penyiangan gulma setelah 1 atau 2 minggu tanam, penyiangan  gulma dilakukan secara manual , yaitu pencabutan dengan tanagn dan memakai parang.
h.      Pengendalian HPT      :
Untuk mencegah serangan hama dan penyakit tanaman, yang perlu diperhatikan adalah sanitasi lahan dan draenase, Hama yang sering ditemui adalah ulat daun, belalang, bila keadaan lembab. Pengendalian hama dapat dilakukan secara mekanik yaitu  dipungut dengan tangan, dan menggunakan pestisida yang aman mudah terurai, penyemprotan dilakukan 2x seminggu.
i.        Panen                          :
·         Sawi hijau  ini di panen setelah umur tanaman 40-60 hari dari biji atau 25-30 hari setelah tanam dari bibit.
·         Pakchoy dipanen pada umur + 45 setelah tanam . Pakchoi jenis kecil produksinya mencapai 10-20 t/ha dan (tergantung varietas) pakchoi jenis besar 20-30 t/ha. Sayuran ini tidak tahan
    
3.      Bayam, bayam putih, bayam kampung/hujan
a.       Benih & Seleksi Benih           
bayam dikembangkan melalui biji. Biji bayam yang dijadikan benih harus cukup tua (+ 3 bulan). Benih yang muda, daya simpannya tidak lama dan tingkat perkecambahannya rendah..
b.      Pengolahan lahan                   
Lahan terlebih dahulu  dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya buat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya lebar 110 cm,  tinggi 30-35 dan panjang sesuai dengan kondisi lahan . Jarak antar bedengan 30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomit untuk menaikkan derajat keasaman tanah dosis 1,5 t/ha, pengapuranmdilakukan sebelum penanaman, yaitu 2-4 minggu sebelum tanam.
c.       Pengolahan lahan       
Lahan dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya buat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya panjang 110 cm dan tinggi 30-35. Jarak antar bedengan 30 cm.
d.      Pemupukan    
Setelah bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam berikan pupuk dasar kotoran ayam yang telah difermentasi. Sebagai starter tambahkan Urea diaduk dengan air dan disiramkan kepada tanaman pada sore hari 10 hari setelah penaburan benih, jika perlu berikan pupuk cair pada  umur 2 minggu setelah penaburan benih.

e.       Penanaman/penaburan benih :
Dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:
·         Benih ditebar langsung di atas bedengan, yaitu biji dicampur dengan pasir/pupuk organik yang telah dihancurkan dan ditebar secara merata di atas bedengan.
·         Benih dapat juga ditebar pada larikan/barisan dengan jarak 10-15 cm, kemudian ditutup dengan lapisan tanah.
f.       Pemeliharaan               :
Bayam cabut adalah jenis bayam yang jarang terserang penyakit (yang ditularkan melalui tanah). Bayam dapat berproduksi dengan baik asalkan kesuburan tanahnya selalu dipertahankan, untuk Penyiraman dilakukan setiap hari yaitu pagi dan sore sampai tumbuhan tumbuh normal, kemudian di ulang sesuai kebutuhan.
g.      Pengendalian HPT      :
·         Hama yang sering ditemui adalah virus kuning yang dapat dicegah dengan pestisida organic yaitu camburan urin kambing dan rempah-rempah seperti lengkuas, kunyit, lengkuas.
·         Untuk bayam putih Penyemprotan dilakukan dengan  menggunakan pestisida yang aman mudah terurai, penyemprotan dilakukan 2x seminggu.
h.      Panen                         
Pemanenan Bayam dapat dilakukan dengan cara dicabut, dipetik dan bahkan ada bayam yang bias dicabut dan dipetik. 
·         Bayam cabut biasanya dipanen apabila tinggi tanaman kirakira 20 cm, yaitu pada umur 3 sampai 4 minggu setelah tanam. Tanaman ini dapat dicabut dengan akarnya ataupun dipotong pangkalnya.
·         Sedangkan bayam petik biasanya mulai dapat dipanen pada umur 1 sampai dengan 1,5 bulan dengan interval pemetikan seminggu sekali.

4.      Kangkung Darat
a.       Benih & Seleksi Benih
Kangkung darat dapat diperbanyak dengan biji. Untuk luasan satu hektar diperlukan benih sekitar 10 kg.
b.      Pemupukan                
Pupuk yang diberikan Pupuk organik (sebaiknya kotoran ayam yang telah difermentasi) diberikan tiga hari sebelum tanam dan  ditambahkan pupuk anorganik berupa Urea pada umur 10 hari setelah tanam. Agar pemberian pupuk lebih merata, pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan disamping barisan tanaman, jika perlu tambahkan pupuk cair 2-3 minggu setelah tanam
c.       Penanaman                 
Biji kangkung darat ditanam di bedengan yang telah dipersiapkan. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm, tiap lubang tanamkan 2 - 5 biji kangkung. Sistem penanaman dilakukan secara zigzag atau system garitan (baris).
d.      Pemeliharaan              
Pemeliharaan yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan air, bila tidak turun hujan harus dilakukan penyiraman. Hal lain adalah pengendalian gulma waktu tanaman masih muda dan menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit.
e.       Pengendalian HPT     
Hama yang menyerang tanaman kangkung antara lain ulat, kutu  daun  Sedangkan penyakit antara lain penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Untuk pengendalian, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti yang penyemprotannya 2 kali seminggu.
f.       Panen & pasca panen             
Panen dilakukan setelah berumur ± 25 hari setelah tanam, dengan cara mencabut tanaman sampai akarnya atau memotong pada bagian pangkal tanaman sekitar 2 cm di atas permukaan tanah. Pasca panen terutama diarahkan untuk menjaga kesegaran kangkung, yaitu dengan cara menempatkan kangkung yang baru dipanen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk ketempat tujuan secepatnya..



BAB IV
PENUTUP

4.1  Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan di atas adalah :
1.      Usaha Budidaya Tanaman adalah serangkaian kegiatan pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam nabati melalui upaya manusia yang dengan modal, teknologi, dan sumber daya lainnya menghasilkan barang guna memenuhi kebutuhan manusia secara lebih baik.
2.      Pertanian organic adalah  pertanian yang bebas dari bahan – bahan kimia. Mulai dari perlakuan untuk mendapatkan benih, penggunaan pupuk, pengendalian hama dan penyakit sampai perlakuan pascapanen tidak sedikiti pun melibatkan zat kimia, semua harus bahan hayati, alami.
3.      jenis komiditi yang di budidayakan di Gapoktan Sayu Paal Merah Kota jambi  antara lain  , Kangkung, Bayam Putih, Bayam Kampung/hijau,  seledri, kemangi  Sawi hijau , Sawi Pakcoy, cabe  dan Selada. Adapun teknik budidaya yang dilakukan adalah teknik budidaya pertanian oraganik yang meliputi, Pra Pengolahan lahan, Pengolahan Lahan atau Tanah, Penanaman, Pemiliharaan Tanaman , Upaya Peningkatan Produksi Tanaman , Panen dan Pasca panen.

4.2  Saran
Sebaiknya dalam praktikum lapang  yang berlangsung saling menjaga ketenangan dan keseriusan sehingga praktikum lapang  dapat berjalan lancar  dan mahasiswa dapat memperoleh informasi dengan jelas sebagaimana mestinya. dan dalam budidaya sayuran sebaiknya dilakukan dengan teknik  budidaya organic  sehingga dapat menghasilkan sayuran organic yang baik bagi kesehatan.



                                                      




DAFTAR PUSTAKA

Aldi. A. 2012. Pengertian pertanian Organik. Di unduh dari http://pagemenu.blogspot.co.id/2012/09/pengertian-pertanian-organik.html (diakses pada 03 Desember 2015)

Anonim.2009. Kajian Budidaya dan Analisis Komparatif Usahatani Sayuran pada Kawasan Prima Tani Paal Merah Kota Jambi. Di unduh dari http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/33118 (diakses pada 03 Desember 2015)

Anonim.2010 . usaha budidaya Tanaman. Di unduh dari http://www.jakarta.go.id/v2/news/2010/09/Usaha-Budidaya-Tanaman#.VmKbaL-NqPc (diakses pada 03 Desember 2015)

Firdaus. 2010. Budidaya Tanaman Sayuran. Di unduh dari  http://www.academia.edu/8571649/Penyunting_Ir._Firdaus_Desain_Sampul_Endang_Susilawati_S.Pt_Diterbitkan_Oleh (diakses pada 03 Desember 2015)

Hendriani. E. 2015 . pasca panen sayur. Di unduh dari http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/941-pasca-panen-sayuran (diakses pada 04 Desember 2015)

Polapelo.2012.Sayuran. Diunduh dari http://www.konsultankolesterol.com/sayuran.html (diakses pada 03 Desember 2015)

Prawira.2007. Pertanian Organik. Di unduh dari https://yprawira.wordpress.com/pertanian-organik/ (diakses pada 03 Desember 2015)

Simantri.A.2014. Pertanian Organik Sebagai Sistem Berkelanjutan. Di unduh dari http://distanprovinsibali.com/pertanian-organik-sebagai-sistem-pertanian-berkelanjutan/. (diakses pada 03 Desember 2015)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar